Yuniar Djafar
Yuniar Djafar

Buat saya energi penolakan lebih baik dibuat untuk belajar mendapatkan keindahan sisi lain pertambahan usia. (Yuniar Djafar).
Tidak ada yang bisa menahan pertambahan usia. Suka tidak suka, mau tidak mau, usia akan terus bertambah mengantarkan kita pada fase usia senior. Karena tidak mungkin menahan pertambahan usia, maka tidak ada pilihan lain selain mengubah sikap kita dalam mengimbangi pertambahan usia.

Berinteraksi dengan warga usia senior sudah menjadi bagian dari tanggung jawab saya sebagai Pendamping Sosial. Dari mereka saya belajar bahwa usia bukan alasan untuk tidak bekerja. Memang banyak hal yang akan direnggut oleh usia. Mulai dari keindahan, kekuatan dan kegesitan fisik yang mulai berkurang. Daya ingat dan daya pikir pun mulai menurun. Sehingga sulit bagi mereka untuk bergerak selincah dulu.

Namun hidup adalah pilihan. Pilihan untuk menyerah dengan usia atau tetap memupuk semangat untuk terus berkarya hingga hari tua.
Baca Juga: Rahasia Diapprove Google Adsense Ala Muzdalifah Hamzah
Dan, saya selalu merasa istimewa setiap kali menyaksikan mereka yang sudah memasuki fase usia senior memilih untuk tetap produktif berkarya. Terlebih jika jalan produktif yang dipilihnya itu adalah jalan yang sejatinya lebih akrab dengan kaum milenial (dunia digital).

Inilah yang saya temui pada sosok Yuniar Djafar pemenang arisan link pekan ini sekaligus owner www.sunsetbeautydiary.com. Seorang pengusaha fashion yang juga bertekad produktif ngeblog di usia yang sudah melewati kepala lima. Semangat dan perjalanan beliau dalam ngeblog tentunya sangat menginspirasi kita. Yuk simak lebih lanjut!

Ngeblog Sebagai Media Belajar Digital Marketing

Yuniar Djafar
Yuniar Djafar, Ngeblog Sebagai Media Belajar Digital Marketing
Membaca biodata Yuniar Djafar menerbitkan rasa penasaran di hati. Bagaimana tidak, di usia yang tidak lagi muda dan memiliki setumpuk kesibukan sebagai pengusaha fashion kok ya masih bersemangat ngeblog. Bahkan beliau bela-belain lho ikutan kelas blog online untuk mengasah keterampilan ngeblognya.

Pemilik Etima Fashion ini sendiri mengaku mulai aktif ngeblog sejak ikut Kelas Blog Pemula yang ditaja oleh Mildaini owner blog emakcantik.com pada bulan Mei 2019 ini. Meski demikian ia sudah mulai membuat blog sejak tahun 2017. Berbagai keterbatasan dalam hal teknis membuatnya maju mundur untuk serius dalam mengelola blog ini. Hingga akhirnya terdampar di kelas blog pemula sebagai ruang belajar baginya. Ilmu yang diserap dari kelas itulah yang selanjutnya menjadi bahan bakar baginya untuk kembali konsisten mengelola blog.

“Tujuan awal ngeblog itu untuk belajar marketing digital sebenarnya,” jawabnya ketika ditanya tentang tujuan awal ngeblog.

Menurut penuturan Yuniar, sejak tahun 2014 sebenarnya ia sudah menyadari pentingnya digital marketing. Dalam menjalankan usaha Etima Fashion yang dibangunnya bersama seorang teman, ia bertanggung jawab dalam mengurus bagian marketing produk. Namun kala itu ia benar-benar tidak paham dengan digital marketing. Akhirnya ia membayar orang untuk menangani permasalahan tersebut selama dua tahun. Tahun 2016 usahanya drop karena tersandung suatu masalah, sehingga tidak mampu lagi membayar orang untuk menangani masalah tersebut.
Baca Juga: Kiprah Via Rinzeani di Dunia Literasi
Untuk menyelamatkan usaha yang sudah dibangunnya dari awal, perempuan kelahiran Surabaya ini akhirnya memutuskan untuk terjun sendiri menyelami dunia digital marketing. Beruntung, ia sudah menyukai dunia menulis sejak SD. Meski mengaku tidak memiliki prestasi apapun di dunia menulis, namun lulusan D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Unair ini pernah berobsesi jadi wartawan dan bertekad menjadi penulis.

“Saya ibaratkan dunia online itu seperti sungai/lautan. Saya harus merasakan sendiri arusnya, gelombangnya. Nah blogging ibaratnya adalah perahunya, bahkan alat snorkling (maaf kl salah menulis ini) saat saya musti menyelam. Karena kl gak bisa merasakan, sulit bagi saya untuk memahami dunia baru yang (saya) benar-benar tidak paham dinamikanya.” Ungkapnya penuh makna via chat wa.

Dan sepertinya, menulis dan blogging saat ini dan ke depannya akan menjadi pilihan bagi Yuniar untuk produktif di usia yang tidak lagi muda. Menyusun paket iklan lengkap, mulai dari menyusun konsep iklan, desain, copy writing iklan hingga menerbitkan katalog produk adalah tanggung jawabnya. Seiring dengan terasahnya kemampuan di dunia blogging dan digital marketing, strategi promosi dan pemasaran sudah pasti akan merambah ke dunia online secara masif.

Kita doakan saja ya! Sukses selalu untuk beliau.

Sunset Beauty Diary dan Semangat dalam Memaknai Time Allotment dari-Nya

 
Sunset Beauty Diary
Sunset Beauty Diary
Akan selalu ada keindahan pada setiap episode kehidupan. Akan selalu ada kecantikan yang menyertai usia. (Yuniar Djafar)
Sunset Beuty Diary (SBD), demikian nama blog yang dikelola oleh Yuniar Djafar. Nama cantik yang langsung mencuri perhatian saya pertama kali mengenalnya. Terlebih saya termasuk orang yang susah dalam urusan menemukan nama yang cantik untuk blog sendiri. Dulu pernah memberi beberapa nama untuk blog ini, diantaranya Celoteh Online dan Kata Kita. Namun akhirnya saya hilangkan karena merasa kurang keren hehe...

Kembali ke SBD, saya jadi penasaran apa sih definisi SBD? Melalui chat wa Yuniar menuturkan bahwa SBD itu merupakan metafor dari perjalanan usia senja. Ini tercermin dari postingan yang mengisi blog ini. Di blog www.sunsetbeutydiary.com kita bisa menemukan artikel-artikel seputar bagaimana menjalani, memaknai dan mensyukuri kehidupan di usia senja. Sebagaimana quote beliau di atas bahwa setiap episode kehidupan ini memiliki keindahan tersendiri.

Pada awalnya Yuniar memang menargetkan blognya untuk pembaca seusianya. Namun kemudian beliau sadar bahwa di negara ini pasar pembaca dengan usia 40 tahun ke atas itu sangat sedikit. Jadi beliau juga berpikir untuk mengubah pendekatan, namun belum tau dan belum mampu untuk melakukan itu.
Baca Juga: Diska Widya, Gadis Inspiratif dari Kota Bengkulu
Sejujurnya, tema yang diangkat Yuniar dalam SBD menurut saya sangat unik. Jarang blogger yang membidik tema ini secara khusus. Terlebih beliau benar-benar mengalami dan menulis berdasarkan apa yang beliau alami dan rasakan sebagai warga usia senior. Tentunya akan lebih mengena dan solutif.

Adapun target pembaca menurut saya, tema seputar lansia tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang berusia 40 tahun ke atas lho. Tapi menjangkau semua kalangan. Bukankah setiap kita punya orang tua yang sudah berusia lanjut? Dan kita butuh lebih banyak sharing dari mereka tentang apa yang dibutuhkan dan dirasakan di usia lanjut. Sehingga, orang-orang muda pun bisa memutuskan bagaimana harus bersikap dan memperlakukan para lansia dengan lebih baik.

Tidak hanya itu, SBD juga akan berpeluang untuk memotivasi dan menginspirasi kaum muda agar optimis menjalani usia. Bukankah kita mustahil menahan lajunya perjalanan usia? Suatu saat juga akan memasuki usia senior. Kita perlu motivasi dan inspirasi agar tetap optimis dan bersemangat menjalani time allotment dari-Nya. Di sini saya rasa Yuniar Djafar dan SBD-nya memiliki peran untuk menyediakan sumber inspirasi itu.

Semoga Yuniar Djafar terus menulis dan menghiasi SBD dengan semangat memaknai time allotment dari-Nya. Agar semakin banyak jiwa-jiwa yang optimis dalam menyambut pertambahan usia yang mustahil dicegah.

Terimakasih ibu sudah membuat sunset beuty diary begitu menginspirasi. Kami tunggu tulisan-tulisan penuh hikmah ibu tentang keindahan dan semangat memaknai hidup di usia senior lebih banyak lagi. Kami butuh sharing tentang hal tersebut. Salam sayang :)

Mengenal Yuniar Djafar lebih dekat, yuk kunjungi kontak berikut:

Blog         : https://www.sunsetbeautydiary.com/

Instagram : www.instagram.com/yuniardjafar

17 Comments

  1. Masalah membawa hikmah ya maak. Kalo ga karena ada masalah mungkin mak Yuniar ga akan belajar ttg digital marketing. Moga usahanya kembali berjaya. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, selalu ada mutiara hikmah dlm setiap episode kehidupan mak, sepahit apapun itu. Alhamdulillah sy dan pembaca di sini diberi kesempatan memungutnya dr episode kehidupan bu yuniar.

      Delete
  2. Semoga usahanya kembali berjaya.
    Selalu salut pada generasi baby boomers yang tetap semangat mempelajari dunia teknologi informasi

    ReplyDelete
  3. Mantap banget ya, tema khusus yang dipilih Beliau. Semoga menebar manfaat bagi semua.

    ReplyDelete
  4. Ma sya Allah... Jazakillah khayra. Ini merupakan support besar buat saya. Tidak ada kata lain yang bisa saya sampaikan untuk ini selain terima kasih. Semoga Allah catat semua ini sebagai amal shalih buat mbak Neti. Di dunia ini kita sudah dihimpunkan, in sya Allah di jalanNya, karenaNya. Semoga kelak Dia juga himpunkan kita di surgaNya sebagai bagian dari mereka yang saling menyayangi karenaNya. Aamiin.
    Saya juga "nunut" (nebeng) di sini untuk ucapkan yang sama, jazakumullah khayra buat Rahmi Aziza, Nanik Nara dan Farida Pane. Semoga Allah ijabah doa-doa semua saudaraku di sini dan semoga Allah karuniakan kemudahan dalam semua urusan Anda semua di dunia ini dan di akhirat nanti. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. seneng yaa kalau masih bisa menebar manfaat hingga akir usia. semoga sehat selalu dan terus menginspirasi buat mba yuniar djafar

    ReplyDelete
  6. Wah...kiprah mbak Yuniar Djafar keren banget nih, ternyata untuk aktif melakukan banyak hal bermanfaat bisa dilakukan kapan saja dan usia berapa saja, apalagi memang masih banyak yang butuh uluran tangan kita agar mendapat pencerahan informasi yang lebih baik, terutama generasi old 40 tahun ke atas. Semoga jejak inspirasi mbak yuniar Djafar banyak diteruskan yang muda-muda nih, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan indahnya kemajuan teknologi digital.

    ReplyDelete
  7. Mantep mak... Usia bukan halangan seseorang untuk terus belajar ya kak.. Aplagi untuk nge blog

    ReplyDelete
  8. Sosok yang inspiratif seperti Mbak Yuniar ini patut diangkat dalam sebuah artikel seperti ini. Salam kenal untuk beliau, saya jadi pengen kepo langsung ke blog nya yang bisa jadi rujukan karena usia yang nyaris sama

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah, semangatnya patut diikuti kaum muda ya mbak Neti. Salah hormat untuk ibu Yuniar semoga sehat selalu dan terus menginspirasi

    ReplyDelete
  10. salut dengan kakak-kakak blogger senior yang terus aktif ngeblog. Biasanya urusan copywriting itu dikerjakan generasi yang lebih muda apalagi belajar hal digital itu saya aja rada lemot. Tapi semangat Mbak Yuniar terus menyala! hebaaat...

    ReplyDelete
  11. wah aku langsung mampir deh ke sunsetbeautydairy, banyak info dan inspirasi ya di blognya mbak yuniar. kereeeeen

    ReplyDelete
  12. Luar biasa semangat untuk ngeblognya Ibu Yuniar Djafar ini. Tetap belajar dunia digital meski sudah tidak muda lagi. Saya jadi teringat Bunda Yati Rahmat yang juga masih gigih ngeblog di usianya yang sudah kepala 8. Wanita-wanita hebat ini mah.

    ReplyDelete
  13. semangatnya luar biasa tetap berkarya di usia yang gak muda, seperti harapan suami di masa tua juga ingin tetap menulis.

    ReplyDelete
  14. Blognya Uniar Djafar telah memberi banyak inspirasi, ya. Termasuk saya. Jadi termotivasi bahwa nanti kalau sudah lanjut usia kayaknya akan bahagia kalau masih bisa tetap menulis :)

    ReplyDelete
  15. Bener ya mbak. Ngeblog itu seni sendiri. Ada bagian dimana kita bisa bicara apa adanya dan lebih bersyukur atas nikmat Allah

    ReplyDelete

Tinggalkan Komen Ya!