Saturday, September 4, 2021

, ,

Mati dan Hidup, Keduanya adalah Ujian


Mati dan hidup adalah dua keadaan yang diciptakan oleh Allah. Allah menciptakan kematian (ketiadaan) kemudian menjadi ada (Kehidupan) dan kemudian kembali tidak ada (mati). Keadaan yang memang diciptakan dan dikehendaki Allah terjadi di alam ini.

Baca Juga : Tadabbur Al Mulk Ayat 1

Ini menjadi poin menarik untuk kita pelajari dalam tadabbur surah Al Mulk ayat kedua. Dalam Ayat ini Allah mengabarkan pada kita bahwa Allah menciptakan kematian sebagaimana Allah menciptakan kehidupan.

Kematian bukan sesuatu yang kosong dan bukan juga isyarat bahwa segala sesuatunya selesai. Kematian diciptakan sebagai tempat perpindahan antara alam dunia dan akhirat.

Dan, kadang-kadang dalam hati kita terbersit tanya, untuk apa sih Allah ciptakan mati dan hidup?

Ternyata semua tanya yang sering terbersit dalam hati ini sudah dijawab Allah dengan indah dalam Al quran Surah Al Mulk ayat 2. Disampaikan bahwa Allah jadikan mati dan hidup itu untuk menguji manusia.

Mati dan hidup, dua-duanya adalah ujian bagi manusia. Ketika ada hamba Allah yang meninggal, maka itu adalah ujian. Ujian bagi dia juga ujian bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Sebagaimana dengan kematian maka kehidupan juga adalah ujian. Ketika ada bayi lahir maka itu juga adalah ujian. Ujian bagi sang bayi, orang tua dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ujian tidak selalu berupa hal-hal yang tidak menyenangkan atau sesuatu yang membuat kita menangis. Ujian juga hadir dalam bentuk kesenangan dan hal-hal yang indah dalam hidup kita.

Harta yang kita punya dan nikmati penuh suka cita, sejatinya juga adalah ujian. Untuk menguji siapakah yang bisa mempersembahkan ahsanu amala (amal terbaik) dengan harta yang dia punya.

Sakit yang kita derita juga adalah ujian, sebagaimana sehat yang kita rasa juga ujian. Allah ingin menguji respon apa yang akan kita tampilkan dari setiap kondisi dan keadaan yang dihadirkan. Apakah respon tersebut tetap dalam bingkai ahsanu amala?


Artinya kehidupan dan kematian yang sudah, sedang dan akan kita jalani tidak lain merupakan rangkaian perpindahan dari satu ujian ke ujian berikutnya. Selesai melewati satu ujian, maka kita harus bersiap untuk melewati ujian berikutnya. Maka siapkanlah respon terbaik dalam menghadapi setiap ujian tersebut.

Ahsanu ‘amala inilah yang ingin dilihat Allah dari respon kita dalam menghadapi setiap ujian. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah apa itu ahsanu amala?

Ya, apa sih ahsanu amala? Amalan yang seperti apa yang bisa dikategorikan sebagai ahsanu amala?

Menurut Fudhail bin Iyadh rahimahullah, ahsanu ‘amala di sini maksudnya adalah amalan yang paling ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat. Inilah amalan terbaik, amalan yang diterima oleh Allah swt.

Suatu amal dikatakan ahsanu ‘amala apabila memenuhi dua kriteria, yaitu:

Pertama, amalan tersebut dilakukan dengan ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah swt semata.

Kedua, amalan tersebut dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

So, seorang hamba dikatakan bisa melewati ujian dari Allah ketika ia mampu menghadirkan respon yang berada dalam kerangka ahsanu 'amala ini. Contohnya ketika diuji dengan kemiskinan ia menjalaninya dengan ikhlas dan tetap ikhtiar menjemput rezeki Allah dengan jalan yang halal. Ketika diuji dengan harta yang berlimpah ia gunakan harta tersebut di jalan kebaikan dengan ikhlas mengharap ridho Allah semata.

Baca Juga : Memahami Misteri Rezeki

So, teman-teman sudahkah kita mempersembahkan respon terbaik atas semua ujian yang Allah hamparkan dalam hidup kita. Tetap bersabar dengan ujian kesulitan, jangan terlena dengan ujian kesenangan.

Sejatinya Allah menciptakan mati dan hidup tidak lain adalah untuk menguji kita. Untuk menguji, memilih mana diantara kita yang terbaik amalnya.

Jangan sedih, jangan khawatir, jangan takut menghadapi setiap ujian dari-Nya. Sungguh Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Continue reading Mati dan Hidup, Keduanya adalah Ujian

Friday, September 3, 2021

, ,

Harapanku di Bulan September


Aii...sudah ganti bulan saja. Baru kemaren rasanya kita merayakan 17an dengan berbagai seremonial masa pandemi. Sekarang harus berganti ke bulan yang baru.

Bulan baru artinya harus siap dengan rencana-rencana baru dan target-target yang baru. Yang lalu, cukup lihat sekilas untuk evaluasi diri.

Okey, sekarang kaki sudah menapaki tangga pertama bulan september. Bulan yang sering disandingkan dengan kata ‘ceria’. Sebuah harapan yang pastinya kita selipkan untuk bulan ini. September harus ceria, september harus bahagia.

Bicara tentang harapan, tentunya setiap kita menyelipkan harapan pada setiap hari yang akan di lewati. Di bulan september ini saya juga menyelipkan banyak harapan akan hari-hari yang lebih baik dari sebelumnya.

Rutin Bangun Lebih Awal

Bangun lebih awal dan bekerja lebih dulu. Ini sebuah tekad yang sedang saya jalani saat ini. Saya menargetkan waktu jam 02.00 dini hari sudah bangun, mandi, sholat tahajud dan dilanjutkan dengan menulis. Saya ingin menjadikan waktu dini hari hingga subuh sebagai waktu khusus untuk menulis.

Setelah subuh adalah waktu untuk masak, mencuci, beres-beres rumah dan urusan rumah tangga lainnya hinga jam 08.00 pagi.

Jam 08.00 pagi hingga sore adalah waktu untuk kerjaan di PKH dan ngajar ngaji. Sementara malam waktu khusus untuk keluarga, terkecuali jika ada jadwal webinar atau acara lainnya.


Menulis Setiap Hari

Harapan terbesar pada diri sendiri mulai september ini adalah kembali rutin menulis. Saya sangat mencintai pekerjaan ini. Saya berharap menulis bisa menjadi salah satu jalan rezeki halal bagi saya ke depannya.

Baca Juga: 14 Tahun Indscript Creative Bertumbuh Memberdayakan Perempuan Indonesia

Saya pun bertekad menjadikan dini hari sebagai waktu wajib untuk menyelesaikan tulisan. Di samping waktu luang lain yang bisa saya manfaatkan untuk menulis. Terlebih sekarang ada aplikasi word di smartphone yang semakin memudahkan saya untuk menulis kapan saja dan dimana saja.

Memiliki List Journal Setiap Hari

Terkadang suka kupa apa yang harus dilakukan sesudah ini. Padahal masih banyak hal-hal yang belum dikerjakan. Disebabkan tidak ada to do list yang tertulis, hal-hal penting tersebut tidak dikerjakan. Malah mengerjakan hal lain yang tidak penting. Lebib parah lagi malah waktu habis untuk buka sosmed.

Nah September ini saya berharap memiliki list journal setiap hari. Yakni journal yang berisi to do list pekerjaan setiap harinya

Harapannya, dengan list journal ini hari-hari saya lebih tertata, pekerjaan tertunaikan dengan baik dan waktu tidak yerbuang sia-sia. Semoga, mohon doanya yaa....

Menuntaskan Rencana Membuat Box Garden

Nah ini dia, saya dan suami punya rencana menghijaukan halaman samping rumah. Caranya dengan membuat beberapa box garden.

Box-box garden tersebut rencananya akan ditanami dengan berbagai jenis tanaman sayur, bumbu dapur dan tanaman obat.

Baca Juga: Menerapkan Gaya Hidup Bebas Sampah Makanan

Saat ini 3 box garden sudah selesai dibuat. Tinggal tahap pengisian media tanam dan penanaman benih.

Kendalanya, sekeliling rumah banyak ternak ayam yang suka oker-oker media tanam. Jadi rencananya, mau dipagari dengan jaring dulu sebelum diisi media tanam.

Tugas-tugas di PKH Tuntas dengan Baik dan Tepat Waktu

Ini sudah pasti harapan setiap waktu. Tugas-tugas di PKH harus bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Untuk tujuan ini maka saya perlu membuat rencana kerja, merapikan semua file, membuat to do list tiap hari dan melakukan evaluasi setiap bulan.

Inilah lima harapan di bulan September. Bukan harapan yang terlalu muluk. Harapan kecil menuju terwujudnya mimpi-mimpi besar yang terus dipupuk.

 

Continue reading Harapanku di Bulan September

Sunday, August 29, 2021

, , , , , ,

14 Tahun Indscript Creative Bertumbuh Memberdayakan Perempuan Indonesia

Indscript Creative (IC) begitu dekat dengan penulis perempuan. Banyak penulis perempuan yang lahir dan bertumbuh bersama IC. Dan saya adalah salah satu diantaranya.

Ya, saya termasuk salah satu penulis yang merasakan dukungan Indscript Creative di awal karier menulis. Buku pertama saya Doa Penenang Hati (Rumah Ide, 2011) dijembatani oleh oleh IC. Demikian juga dengan beberapa buku berikutnya yang terbit di penerbit-penerbit nasional pun dijembatani oleh IC.

IC memang hadir sebagai wadah bagi perempuan --khususnya IRT—yang ingin produktif dari rumah, baik sebagai penulis dan atau pebisnis. Sesuai dengan semangat awal Indari Mastuti Sang Founder mendirikan IC, yakni membangun bisnis dari rumah dan total menjadi IRT yang berdaya.

“Motivasi besar dari IC adalah back to home,” tegas Indari Mastuti founder IC.

Yes, selaras bangetkan dengan apa yang kaum perempuan butuhkan? Sebagai perempuan pastinya kita ingin tetap berdaya dan berkarya, tanpa harus mengabaikan rumah, anak dan suami. Makin mantep jika itu semua bisa dikerjakan dari rumah.

Indscript Creative memahami itu. Sebab, IC didirikan oleh tangan dingin perempuan yang juga menginginkan hal yang sama, yakni kebebasan berkarya dari rumah. IC kemudian menjadi wadah bagi perempuan untuk sama-sama belajar dan sama-sama bertumbuh menjadi penulis dan atau pebisnis yang handal.

Mengenal Indscript Creative Sebagai Agensi Naskah yang Khas


Indscrive Creative berdiri pada tahun 2007 sebagai agensi naskah. Dalam hal ini IC hadir sebagai penyambung lidah antara penulis dengan penerbit dan penerbit dengan penulis. IC sudah bekerja sama dengan banyak penerbit besar seperti Kompas Gramedia, Penebar Swadaya, Elexmedia, dan lain-lain.

“Hingga sekarang penerbit-penerbit tersebut masih loyal dengan kami,” cerita Founder IC, Indari Mastuti tentang awal perjalanan bisnis IC.

Tentang nama Indscript Creative memiliki makna tersendiri. Kata ‘Ind’ diambil dari nama Indari Mastuti sendiri sebagai founder, ‘script’ berarti tulisan, dan creative sendiri merupakan harapan agar tulisan yang dihasilkan oleh IC adalah tulisan yang kreatif (bagus).

Saya katakan IC adalah agensi naskah yang khas. Ya, IC memang khas. Sebab, IC secara khusus membidik penulis perempuan, khususnya IRT.

Bukan berarti IC menutup pintu pada penulis laki-laki. IC tetap membuka pintu untuk siapa saja yang ingin belajar dan berkarier di dunia menulis. Namun, memang focus IC lebih kepada IRT. Hal ini sejalan dengan visi IC yakni menghasilkan lebih banyak perempuan yang produktif dari rumah. 

Indscript Creative Melebarkan Sayap Bisnis

Seiring waktu lini usaha Indscript Creatif tidak lagi terfocus pada jasa agensi naskah. IC semakin melebarkan sayap bisnisnya pada lini-lini usaha lain dengan tetap menggandeng perempuan untuk berdaya dari rumahnya masing-masing.

Tahun 2009 IC mengembangkan lini penulisan buku biografi (sejarah diri). Klien pertama IC untuk lini jasa penulisan buku biografi ini adalah Brownies Amanda. Hingga sekarang pun lini penulisan biografi ini terus berkembang.

Beberapa tokoh yang menggunakan jasa lini penulisan biografi di IC diantaranya yaitu The Ninih, Ibu Siti Odet, Ibu Atalia Ridwan Kamil, dan ekspaktriat Jepang. Jasa penulisan buku biografi ini memang dikhususkan pada pejabat-pejabat dan pengusaha kelas kakap. Mengingat, harga jasa ini tidak murah, mencapai 120 juta per satu proyek penulisan.

Menurut Indari Mastuti, hingga sekarang pun lini penulisan biografi ini masih ada di IC dan terus berkembang.

Kemudian pada tahun 2015 IC mengembangkan bisnis Direct Selling untuk produk-produk khas yang dihasilkan oleh IC. Produk awalnya adalah board pencapaian target seperti miniboard pencapaian mimpi, miniboard manajemen waktu dan selanjutnya akan terus berkembang. Produk lainnya adalah workbook, yakni buku untuk pendampingan mengelola bisnis dan menulis.

Melalui bisnis direct selling ini, IC ingin memberdayakan perempuan melalui bisnis penjualan langsung. Hingga saat ini, ribuan ibu-ibu pebisnis telah bergabung dalam pasukan reseller IC ini. Sesuai dengan mimpi dan semangat IC untuk melahirkan seribu perempuan pebisnis di IC.

Tidak berhenti di situ, seiring dengan peluang dan kebutuhan klien IC terus melebarkan sayap usahanya. Maka pada tahun 2020 IC mulai membangun percetakan sekaligus Indipublisher yang dikenal dengan nama BUKUIN Aja! Lini usaha ini ditujukan untuk mencetak karya-karya Indari Mastuti dan siapa saja yang mempercayakan pencetakan dan penerbitan karyanya di IC.

Jadi, sekarang IC tidak lagi terfocus untuk mengajak perempuan menulis saja. Sekarang IC memberikan layanan yang lebih komplit lagi. Di IC juga tersedia layanan percetakan, penerbitan hingga distribusi buku.

What Next di Inscript Creative?

Yes, IC tidak pernah berhenti berinovasi. Selalu akan lahir lini usaha baru yang memfasilitasi perempuan untuk bisa berdaya dan berkarya dari rumahnya.

Memberdayakan perempuan agar tetap produktif dari rumah adalah semangat IC sejak awal berdirinya pada tahun 2007 lalu. Semangat itu yang terus digenggam oleh IC hingga saat ini. Melahirkan 1 juta penulis perempuan dan melahirkan 1 juta pebisnis perempuan dari rumah melalui IC adalah salah satu mimpi besar yang menjadi energi penggerak Indari Mastuti dalam membesarkan IC.

Lalu apa selanjutnya?

“Tahun 2021 ini Indscript Creative akan melebarkan sayapnya menjadi agensi blogger.” Terang Indari Mastuti ketika ditanya tentang usaha apa lagi yang akan dikembangkan oleh IC.

Melalui agensi blogger, IC akan menjadi penyambung lidah antara blogger dengan pemilik usaha dan menjadi penyambung lidah antara pemilik usaha dengan blogger. Melalui lini usaha ini IC berharap bisa memberdayakan 1000 blogger perempuan dari rumah.

Di tahun 2021 ini Indari Mastuti juga bertekad akan membangun marketplace khusus perempuan dengan nama terhubung.co.id. Ini akan menjadi marketplace pertama yang mewadahi para IRT untuk memperkenalkan sekaligus menawarkan produk-produk mereka secara online.

Ya, IC tidak akan pernah berhenti bertumbuh bersama perempuan Indonesia dalam menulis dan berbisnis.

Apa yang Membuat Indscript Creative Terus Bisa Berkembang?

Sebagaimana bisnis pada umumnya, perjalanan bisnis IC tidak selalu mulus. Pasti ada batu sandungannya. Bahkan IC juga pernah terpuruk dan bangkrut pada tahun 2010.

Lalu apa yang membuat Indscript Creative tetap bertahan dan berkembang hingga sekarang?

Learning dan Networking, itu dua kata kunci yang dipegang Indari Mastuti dalam mempertahankan bisnis IC. Terus belajar (learning) dari kesalahan dan kekurangan, terus berjejaring (networking) dengan banyak pihak membuat IC terus bertahan hingga saat ini.

IC terus berkembang karena ada banyak perempuan Indonesia yang digandeng untuk tumbuh bersama. Mereka yang membuat kaki IC terus kokoh mengakar. Dalam setiap gerak IC ada harapan perempuan Indonesia untuk terus menghasilkan dan menebarkan karya.

IC terus berkembang karena ada banyak klien yang loyal dan terus membersamai hingga saat ini. Ada banyak penerbit dan pemilik usaha yang membutuhkan jembatan IC untuk mempertemukan mereka dengan penulis-penulis perempuan yang sesuai.

Indscript Creative adalah salah satu asa bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya. Mau ikut bertumbuh bersama Indscript?

 

Continue reading 14 Tahun Indscript Creative Bertumbuh Memberdayakan Perempuan Indonesia

Tuesday, August 17, 2021

, , , , , ,

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting Bagi SDM Kesos Secara Daring

Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting
Senang sekali diberi kesempatan mendapat pengalaman baru mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting (PPPS) bagi SDM  Kesos yang diadakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) regional I Sumatera, kota Padang. Yang menarik kali ini adalah pelatihannya dilaksanakan secara full daring. 
Saya sendiri tergabung di pelatihan putaran ke-2 angkatan ke-13. Pelatihan putaran kedua ini diikuti oleh 400 orang peserta yang terbagi dalam 10 angkatan, yakni angkatan 11 s/d 20. Peserta pelatihan merupakan pendamping sosial PKH dan koordinator kabupaten yang berasal dari berbagai provinsi di pulau Sumatera. Senang sekali rasanya bisa menambah ilmu dan teman dari berbagai daerah meski hanya secara daring. 
Melalui surat pemanggilan diketahui bahwa pelatihan ini akan dilaksanakan dari tanggal 24 mei sampai dengan 15 Juni 2021 pada hari kerja tentunya. Ini pengalaman pertama mengikuti pelatihan di BBPPKS Padang full daring. 
Sebelumnya pelatihan FDS juga pernah dilaksanakan secara daring, tapi tidak keseluruhan. Teori disampaikan secara daring, sementara review dan praktek dilaksanakan dalam pertemuan tatap muka di BBPPKS Padang. Sementara pada PPPS bagi SDM kesos ini dari teori, penugasan, review hingga praktek dilakukan secara daring.
So, bagaimana prosesnya? Apa kelebihan dan kekurangannya? Pada postingan ini saya secara khusus ingin sharing tentang hal ini, yuk simak!

Pengarahan Teknis PPPS Putaran Kedua

Senin (24/05/2021) Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting putaran kedua ini di mulai. Diawali dengan pengarahan teknis di zoom meeting pada jam 08.00 WIB. Dari jam 07.00 WIB pagi panitia sudah woro-woro di group WA angkatan mengingatkan peserta untuk bersiap-siap, mencari posisi yang tepat untuk mendapatkan sinyal terbaik. Agar bisa mengikuti zoom meeting pengarahan teknis dan kegiatan pelatihan hari ini dengan baik tanpa kendala sinyal.
Pada acara pengarahan teknis ini seluruh peserta pelatihan putaran kedua (400 peserta) dikumpulkan dalam satu zoom meeting. So, saya membayangkan ini seperti pengarahan teknis atau pembukaan pelatihan di aula BBPPKS Padang jika dilaksanakan secara luring (luar jaringan). Bedanya kali ini dilaksanakan secara daring, para pembicara di balai diklat sementara peserta mengakses zoom meeting di lokasinya masing-masing.
Pengarahan teknis diberikan oleh Ibu Nurdias, Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat dan Kerjasama. Dalam pengarahannya, Bu Nurdias menyampaikan beberapa hal yang harus disepakati selama diklat (pelatihan). Diantaranya yang sempat saya catat yaitu:
  • Peserta harus bisa mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir sesi pelatihan.
  • Peserta harus mengerjakan semua latihan dan penugasan yang ada pada setiap modul.
  • Pelatihan dilaksanakan secara daring asinkronus dengan mengakses LMS di laman https://elearning.kemensos.go.id dan daring sinkronus menggunakan aplikasi zoom meeting
  • Peserta menerima hak berupa penambahan pulsa untuk paket data sebanyak Rp. 150.000,- per orang.
  • Sertifikat dikirim secara online dan bisa didownload di LMS nantinya.
Ada juga sambutan dan pengarahan dari Bapak Kepala Balai. Kepala balai menyampaikan ucapan selamat belajar kepada peserta diklat dan berharap semua peserta diklat bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Waktu penyampaian sambutan dan pengarahan sedikit mundur, menyesuaikan dengan kesibukan kepala balai pada saat yang sama.
Selesai pengarahan teknis, zoom meeting dibubarkan dan dilanjutkan dengan kelas materi dipandu oleh fasilitator yang sudah ditunjuk untuk setiap angkatan. 
O ya pelatihan dilaksanakan secara daring asinkronus dan sinkronus. Saya awalnya belum paham apa yang dimaksud dengan asinkronus dan sinkronus. Teman-teman juga kan?
Ketidak tahuan saya akhirnya terjawab melalui pengarahan teknis ini. Jadi, pembelajaran daring asinkronus itu maksudnya adalah proses belajar mengajar online yang dilakukan secara mandiri oleh peserta. Jadi peserta mengakses materi pembelajaran secara mandiri di laman elearning.kemensos.go.id tanpa pendampingan dari pengajar. Sementara untuk metode pembelaja daring sinkronus adalah metode belajar mengajar online yang didampingi oleh fasilitator (pengajar). Pada pembelajaran daring sinkronus ini ada interaksi dan pertemuan tatap muka antara peserta dan pengajar dalam media daring yang dalam pelatihan ini digunakan zoom meeting.

Pelaksanaan Pelatihan Secara Daring Asinkronus

Pelatihan pencegahan dan penanganan stunting dimulai secara daring asinkronus dari hari pertama pelatihan (24/05/2021) hingga tanggal 08 Juni 2021. Meskipun peserta belajar secara mandiri pada tahapan pelatihan ini, namun tetap ada jadwal pembelajaran yang harus dipatuhi. Peserta bebas mengakses media pembelajaran kapan saja menyesuaikan dengan waktu dan kesibukan masing-masing, namun dalam satu hari kerja wajib menyelesaikan modul-modul yang sudah ditetapkan pada jadwal.
Misalnya pada hari senin dijadwalkan pelatihan modul 1 dan 2. Maka pada hari tersebut peserta harus sudah mengerjakan soal pretest, mempelajari modul yang dijadwalkan, menonton video pembelajaran hingga tuntas dan mengerjakan penugasan. 
Hal yang paling menyenangkan dalam proses pembelajaran ini adalah mengerjakan penugasan di akhir setiap modul pembelajaran. Penugasan ada dua macam, yaitu essay deskriptif dan membuat video simulasi. 
Tapiii, jangan pernah berpikir peserta bisa berlalai-lalai mengikuti pelatihan ini. Jangan pernah bisa isi absen trus klak klik laman LMS. Tidak bisa! Peserta wajib menyelesaikan soal pretest, membuka dan mempelajari modul, menonton video pembelajaran dan menyelesaikan penugasan sesuai jadwal yang ditetapkan untuk modul tersebut.
Modul berikutnya tidak akan bisa dibuka jika peserta belum menyelesaikan modul pembelajaran sebelumnya. Dan peserta juga tidak bisa mengikuti proses pembelajaran daring sinkronus jika proses pembelajaran dan penugasan daring asinkronus tidak diselesaikan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. So, sangat sistematis dan terjadwal. Meski pembelajaran daring ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu luang kita, namun peserta tetap harus disiplin dengan jadwal pembelajaran yang sudah ditetapkan.
Selain penugasan di akhir modul pembelajaran ada juga video tugas akhir yang harus dikerjakan oleh peserta pelatihan sebagai salah satu syarat kelulusan. Untuk video tugas akhir, tema modul yang harus disimulasikan oleh peserta ditentukan oleh fasilitator. Saya sendiri kebagian untuk mensimulasikan modul 3 sesi 4 yaitu tentang mendukung ayah dan ibu untuk memberikan stimulasi pada janin.
Nah, untuk menyelesaikan tugas akhir ini, saya melakukan simulasi langsung bersama KPM PKH di wilayah dampingan. Di sinilah kegiatan pelatihan ini dirasa lebih aplikatif di lapangan. Berikut video tugas akhir PPPS ini. Harap maklum editingnya masih amatiran banget... :)



Pelaksanaan Pelatihan Secara Daring Sinkronus

Selesai model pembelajaran daring asinkronus, pelatihan dilanjutkan secara daring sinkronus. Pelatihan pencegahan dan penangan stunting secara daring sinkronus dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 15 juni 2021 melalui aplikasi zoom meeting. Pada model pembelajaran daring sinkronus, kelas pembelajaran didampingi oleh seorang fasilitator Pelatihan dari balai. Satu kelas diikuti oleh 40 peserta. 
Nah bedanya pelatihan model asinkronusdan sinkronus terletak pada kehadiran fasilitator di kelas pada jadwal yang sudah ditentukan. Peserta wajib hadir di kelas zoom meeting sesuai jadwal, dan ada interaksi langsung antara fasilitator dan peserta pelatihan meski hanya melalui media daring. 
Kelas dibuka oleh fasilitator, kemudian dilanjutkan dengan simulasi sesi modul pembelajaran oleh peserta yang sudah ditentukan oleh panitia. Masing-masing peserta mendapat tugas untuk mensimulasikan satu sesi modul pembelajaran di kelas zoom meeting. 
Modul yang disimulasikan adalah modul-modul yang sudah dipelajari pada pembelajaran daring asinkronus. Jadi pembelajaran daring sinkronus ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempertajam pemahaman peserta tentang modul-modul yang sudah dipelajari secara mandiri pada proses pembelajaran asinkronus. 
Meski dilaksanakan secara online, namun proses belajar mengajar tetap berlangsung seru dan hidup. Saya sangat menikmati proses pembelajaran ini. Menyampaikan simulasi di depan layar gadget lebih pede tanpa perlu khawatir demam panggung haha....
Saya juga menyaksikan teman-teman peserta pelatihan yang lain pun mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mengikuti dan aktif merespon penampilan peserta lainnya. Sehingga kelas terasa lebih hidup tak ubahnya kelas simulasi offline.
Setiap selesai penampilan simulasi satu peserta, fasilitator memandu kelas untuk memberikan review atas penampilan peserta tersebut. Semua peserta pelatihan bebas memberikan koreksi, dukungan, masukan dan saran atas penampilan tersebut. Selanjutnya fasilitator memberikan review akhir sekaligus menyimpulkan review dari peserta kelas.
Bagi saya, kelas daring sinkronus ini sangat menyenangkan sekali. Memberikan pengalaman belajar daring yang interaktif, meski raga berada di tempat yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Pelatihan Secara Daring

Pelatihan secara daring pastinya memberikan pengalaman berbeda. Tak dipungkiri pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut saya akan menguraikannya berdasarkan pengalaman saya dalam mengikuti PPPS bagi sdm kesos secara daring ini.
Kelebihan pelatihan secara daring ini menurut saya adalah:
  1. Lebih hemat biaya pastinya, biaya transport dan akomodasi selama pelatihan bisa diskip.
  2. Waktu dan tempat lebih fleksibel, peserta bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kesibukannya.
  3. Selama mengikuti pelatihan kita tetap bisa menyelesaikan tugas-tugas rutin, karena tidak harus meninggalkankan lokasi kerja sebagaimana pelatihan luring.
  4. Lebih mudah diakses dan proses belajar bisa dilaksanakan di mana saja, kapan saja tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Kita cukup memanfaatkan gadget yang terhubung dengan koneksi internet.
  5. Praktek penugasan bisa dikerjakan langsung ke wilayah binaan, sehingga lebih aplikatif.
  6. Progres proses pembelajaran bisa terbaca dengan jelas di dashboard akun peserta.
Sementara kelemahan pelatihan secara daring adalah:
  1. Terkadang peserta kurang fokus mengikuti kelas khususnya saat sesi daring sinkronus. Ada yang mengikuti kelas sambil nyetir mobil, sambil mengasuh anak, sambil menyelesaikan pekerjaan rutin dan lain-lain. Kondisi sedikit mengganggu proses belajar secara online. Beberapa kali fasilitator memanggil peserta namun tidak direspon karena peserta sedang tidak fokus pada kelas.
  2. Kondisi jaringan yang tidak stabil di beberapa daerah juga menjadi titik kelemahan dalam pelatihan daring ini.
  3. Interaksi dengan pengajar (fasilitator) lebih terbatas, tidak leluasa.
  4. Pengawasan dalam proses belajar lebih terbatas. Jadi, dalam proses pembelajaran ini setiap peserta dituntut untuk memiliki kesadaran dan kesungguhan yang tinggi dalam mengikuti proses belajar.
Demikian pengalaman saya mengikuti pelatihan pencegahan dan penanganan stunting bagi SDM Kesos secara daring. Bagaimana pengalaman teman-teman mengikuti pelatihan secara daring? Yuk share di kolom komentar!
Continue reading Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting Bagi SDM Kesos Secara Daring

Saturday, July 10, 2021

, ,

Raja dari Segala Raja

Tadabbur QS. Al Mulk Ayat 1
Made By Canva

Ketika mendengar kata ‘Raja’ apa yang terlintas di pikiran teman-teman? Pastinya kita akan membayangkan sosok yang memiliki kekuasaan, pengaruh yang luas dan kemampuan yang besar. Sosok yang memiliki kuasa atas segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya. Dia memiliki kuasa untuk mengatur, memimpin, mengayomi dan melindungi apa-apa yang berada di bawah kerajaannya.

Seperti Nabi Sulaiman yang memiliki wilayah kekuasaan yang besar pada masanya. Ia memiliki kekuasaan dan pengaruh tidak hanya pada manusia, tapi juga pada hewan bahkan makhluk jin. Semua tunduk dan patuh pada kekuasaannya. Dengan kekuasaannya ia bisa memerintah tentara jin untuk memindahkan singgasana Ratu Bilqis.

Ada Fir’aun yang memiliki kekuasaan besar di tepian sungai Nil pada masanya. Dengan tangan kekuasaannya dia mampu menggerakkan bala tentara agar membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir pada masa itu. Sebab ia khawatir bayi itu tumbuh menjadi pemuda-pemuda tangguh yang akan meruntuhkan dan merebut kekuasaannya. Meski pada akhirnya, ia tidak kuasa menghilangkan nyawa seorang bayi laki-laki yang tumbuh dan berkembang di dalam rumahnya sendiri. Bayi laki-laki yang pada akhirnya benar-benar menjadi pemisah antara ia dan kekuasaan yang selama ini disombongkannya. Bayi laki-laki itu adalah Musa as.

Kisah fenomenal lain yaitu tentang raja Namrud, penguasa Babilonia yang dikenal dengan kesombongannya. Memiliki wilayah kekuasaan yang luas membentang dari belahan bumi timur dan barat. Ia berkuasa dengan sangat bengis dan kejam pada masanya. Sama seperti Fir’aun, dengan tangan kekuasaannya ia tidak segan membunuh bayi laki-laki yang baru lahir karena khawatir akan menyerangnya. Akibat kesombongannya itu ia kemudian diazab Allah melalui seekor nyamuk yang bersemayam di kepalanya selama 400 tahun.

Namun tak sedikit juga raja-raja yang berkuasa dengan adil dan bijaksana. Seperti Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia). Dia dikenal sebagai raja yang adil dan bijaksana dalam berkuasa. Dalam sejarah islam Raja Najasyi dikenal sebagai raja yang pemurah, yang dengan tangan terbuka menerima kaum muslimin yang hijrah ke negerinya pada masa itu. Masa awal-awal kenabian di mana kaum muslimin menerima intimidasi, profaganda dan pemboikotan oleh kaum kafir Quraisy. Berkat kemurahan hati Raja Najasyi, kaum muslimin kemudian mendapat perlindungan dan penghidupan yang layak di negeri tersebut (pojokopini.com, tt).

Demikianlah sebagian kecil gambaran raja-raja dunia dengan karakter kepemimpinannya masing-masing. Namun inti dari tulisan ini tidaklah tentang raja-raja dunia. Melainkan tentang raja dari segala raja, raja yang menguasai para raja.

Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala  sesuatu.” (QS. Al Mulk ayat 1)

Kerajaan Sang Maha Raja

Sebesar apapun kerajaan di dunia ini tetap tidak akan mampu mengalahkan kekuasaan Sang Maha Raja. Kekuasaannya meliputi seluruh mayapada, alam raya, langit dan bumi. Dialah Allah yang memiliki segala kerajaan di langit dan bumi.

Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Allah juga yang maha mengatur, mengawasi dan memenuhi kebutuhan segala makhluknya. Allah yang Maha memberi rezeki seluruh mahluk yang ada di laut maupun di darat.

Allah lah yang menguasai seluruh kerajaan di muka bumi. Jika Allah berkehendak mencabut kekuasaan dari seseorang itu mudah saja terjadi. Allah bisa memberikan kekuasaan kepada siapa yang ia kehendaki dan Allah kuasa mencabut kekuasaan dari siapapun yang ia kehendaki.

Segala sesuatu  berada dalam genggaman kekuasaan Allah, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Allah kuasa mengetahui apa yang kita lahirkan, dan Allah juga kuasa mengetahui apa yang tersembunyi di sudut hati yang paling dalam. Sungguh tidak ada yang luput dari kuasa Allah.

Di sini kita semakin sadar bahwa betapa manusia itu makhluk yang sangat kecil, lemah. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin dan pertolongan Allah. Laa haulawala quwwata illa billah.

Raja dengan Kebaikan yang Luas

Kekuasaan Allah pada setiap makhluk ciptaan-Nya adalah kekuasaan yang mutlak namun penuh dengan kasih sayang. Allah Maha Pengasih lagi maha penyayang terhadap makhluknya. Setiap waktu kebaikan-kebaikan Allah tercurah pada makhluk-Nya dalam takdir-takdir yang dijalaninya dari hari ke hari.

Sekalipun ada diantara takdir itu yang terkadang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun percayalah semua adalah cara Allah untuk mengembalikan kita pada kebaikannya yang banyak lagi tidak pernah putus. Sejatinya Allah hanya menginginkan yang terbaik untuk kita, sekalipun terkadang harus melewati hal-hal yang tidak menyenangnya.

Dialah Allah yang Maha Memiliki Kebaikan yang Maha luas. Kebaikan Robb kepada hambanya yang terus mengalir tiada habisnya setiap waktu dan kesempatan. Kebaikan itu menyelimuti segala sesuatu.

Teruslah meminta kebaikan kepada Allah Swt dalam setiap kesempatan. Sebab kebaikan Allah itu maha luas meliputi seluruh alam semesta yang tidak akan pernah habis. Allah juga maha pemberi kebaikan, dan senang dengan hamba yang meminta (berdoa)kebaikan kepada-Nya.

Allah memiliki keberkahan yang banyak. Dan hanya Allah yang menentukan kepada siapa keberkahan itu akan diberikan. Keberkahan tidak selalu hadir pada sesuatu yang banyak. Tidak jarang Allah hadirkan keberkahan justru pada sesuatu yang sedikit. Keberkahan juga tidak mesti hadir dalam kondisi yang menyenangkan, tidak jarang keberkahan hadir dalam kondisi kurang menyenangkan. Terkadang keberkahan juga hadir pada takdir yang bertentangan dengan yang kita harapkan.

Allah Maha Kuasa dan Allah Maha Berkehendak kepada siapa dan dalam kondisi bagaimana keberkahan itu hadir. Sebab itu, teruslah berikhtiar dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Swt dalam hidup kita. Berdoa juga agar Allah beri kita kekuatan dan kesabaran dalam menerima takdir-Nya, serta mampu mengintip pelajaran (hikmah) dari setiap takdir tersebut.

Segala Puji Hanya Milik Allah

Kita punya jabatan, ketahuilah kita tidak bisa apa-apa dengan jabatan itu kecuali atas izin Allah. Kita punya wilayah kekuasaan, ketahuilah jika Allah berkehendak wilayah kekuasaan tersebut tidak akan memberikan manfaat apapun bagi kita. Kita punya pengikut, tapi itu semua tidak menjamin membuat kita menjadi sosok yang terus dituruti semua perintah dan omongannya.

Apa yang kita miliki sejatinya adalah milik Allah yang kapan pun bisa diambil kembali jika Dia berkehendak. Lalu siapa kita (manusia) hendak menyombongkan diri? Ingin dipuji dengan semua pencapaian yang kita raih di dunia ini?

Ketahuilah makhluk tidak berhak memakai pakaian kesombongan, hanya Allah yang berhak. Kita tidak berhak menikmati semua pujian. Karena segala puji hanyalah milik Allah.

Dalam Quran Surat Al Mulk ayat pertama Allah mengabarkan pada kita bahwa tidak ada yang paling tinggi dan paling berkuasa di dunia ini melainkan Allah Swt. Makhluk kemampuannya terbatas, kekuasaannya terbagi, hanya Allah yang mampu menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaan-Nya. Karenanya Allah mengajak kita untuk memuji-Nya dalam setiap waktu dan kesempatan.

#TadabburAlMulkAyat1


Continue reading Raja dari Segala Raja

Wednesday, June 23, 2021

, , ,

Nasehat Kematian


Infografis

Kabar kematian datang silih berganti tanpa mengenal hari. Seperti subuh ini kami kembali disentakkan oleh berita kematian. Malaikat izroil bekerja tanpa lelah, menjemput satu demi satu hamba Allah yang sudah menuntaskan rezekinya di bumi.

Akhir-akhir ini ada rasa yang berbeda setiap kali mendengar berita kematian. Ada setitik pilu yang tak bisa digambarkan dalam bait apapun. Mengingat sudah demikian banyak waktu dan rezeki hidup dinikmati. Entah butuh waktu berapa lama lagi untuk menuntaskannya.

Kabar kematian seakan mengingatkan diri bahwa pada suatu titik nanti saya akan berapa pada posisi yang sama dengan keluarga si mayit. Berduka sebab ditinggal orang yang dicintai. Pada suatu titik yang lain bahkan saya juga akan berada pada posisi yang sama dengan si mayit. Ditangisi, dimandikan, dikafani dan dikuburkan dalam liang lahan yang sempit.

Allah, getir sekali membayangkan semua itu. Adakah diri ini siap menghadapi hari di mana semua kenikmatan dunia diputus? Sementara hari pertanggungjawaban amal menanti?

Nasehat Kematian
Nasehat Kematian
"Cukuplah kematian sebagai nasehat," (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Rasulullah Saw mengajarkan agar kita senantiasa mengingat kematian sebagai nasehat bagi diri. Banyak hal yang bisa kita tadabburi dari sebuah kematian. Sebagai pengingat diri agar tidak melampaui batas dalam kehidupan ini. Sebagai makhluk kita tidaklah berdaya apa-apa ketika Allah ingin cabut semua yang kita miliki. Karena sejatinya tak ada yang benar-benar kita miliki, semua hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali. Bahkan, nyawa kita pun tiada kuasa kita pertahankan jika yang Maha Memiliki berkehendak mengambilnya kembali.

Meski ada sendu setiap kali mendengar kabar kematian, namun selalu banyak nasehat yang ditemui di sana. Sudah saatnya kita menyambut kabar kematian dengan kesadaran dan kemauan untuk terus menemukan nasehat yang hadir bersama duka yang menyertainya.

Kematian adalah Sebuah Kepastian yang Misterius

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al Jumuah ayat 8)

 Begitulah kematian, cepat atau lambat dia pasti datang menghampiri setiap yang bernyawa. Tak satupun yang bakal luput darinya. Bahkan sekalipun kita lari menjauh dan bersembunyi di tempat yang jauh, kematian itu tetap akan menghampiri. 

Meski sudah pasti, kematian tetaplah misteri bagi setiap insan. Kapan dan di mana dia akan datang menjemput, tidak ada satu makhluk pun yang bisa tau. Meski ilmu dan teknologi semakin maju, namun tak satupun bisa menjawab misteri kematian ini. Ilmu dan teknologi cuma mampu sebatas memprediksi, tanpa bisa menjawab dengan pasti jadwal kematian kita.

Kematian adalah kepastian yang misterius. Ini mengingatkan kita agar selalu waspada dan terus mempersiapkan diri menyongsong hari yang dijanjikan itu. Mempersiapkan bekal terbaik dan terus memagari diri dengan amal-amal kebaikan. Agar ketika kematian itu datang kita bisa menyudahi kehidupan dengan senyuman.

Kematian adalah Takdir yang Mustahil Diwakilkan

Setinggi apapun kekuasaan yang dimiliki, sebanyak apapun kekayaan yang dikantongi kematian tetap harus dijalani sendiri. Kematian adalah takdir yang harus dijalani oleh setiap makhluk tanpa terkecuali. So, tak ada pilihan lain selain harus mempersiapkan diri menyambut kematian yang indah.

Kematian mustahil diwakilkan. Ia adalah takdir yang mau tidak mau harus dijalani oleh setiap makhluk bernyawa. 

Kematian Bukan untuk Ditakuti

Tidak jarang kita merasa serem mendengar kata mati. Kematian menjadi peristiwa yang ditakuti dan selalu ingin dihindari. Bayang-bayang kegelapan dan kesendirian mengikuti di belakangnya.

Padahal kematian adalah peristiwa alamiah, sunnatullah yang selalu kita temui. Ia bukan untuk ditakuti, tapi justru diingat dan ditadaburi agar kita mawas diri. Mengingatkan diri bahwa suatu saat nanti kita juga akan menjalankan takdir ini.

Kematian Tidak Butuh Bekal Materi

Apa yang kita kumpulkan siang malam di dunia, pada akhirnya akan ditinggalkan juga. Tidak satu pun bekal materi yang akan kita bawa. Kalau pun ada itu hanya kain kafan yang pada akhirnya juga akan lapuk di liang lahat.

Kematian mengajarkan kita agar tidak terlalu menghamba pada materi. Jadikan materi sebagai bekal amal yang kelak menjadi bekal menuju Allah. Yakni dengan cara memanfaatkan setiap nikmat materi yang kita punya untuk ibadah di jalan Allah.

Begitu banyak nasehat yang hadir bersama kematian. Sebagaimana Rasul mengajarkan, "cukuplah kematian itu sebagai nasehat."

So, ketika menghadiri takziyah kematian jangan hanya sekedar setor muka atau basa basi. Yuk jadikan momen itu sebagai kesempatan untuk tadabbur, mengingatkan dan menasehati diri sendiri. Mengingatkan diri bahwa usia tak abadi, ada batas akhir yang menanti.

Continue reading Nasehat Kematian

Monday, May 24, 2021

, , , , ,

Menerapkan Gaya Hidup Bebas Sampah Makanan Sebagai Ikhtiar Sayangi Bumi

Berapa banyak sampah makanan yang kita hasilkan setiap harinya? Di rumah kami kadang kala satu mangkok sampah makanan seperti di foto ini sudah teronggok di sudut dapur. Dan hal yang tidak jauh berbeda pastinya juga ditemukan di dapur rumah tangga lainnya. Kira-kira ke mana sampah makanan dari rumah-rumah kita akan berakhir?

Sampah Makanan (Food Waste)
Sejalan dengan semangat Bandung Food Smart City  dalam mewujudkan kota cerdas pangan dan bebas food waste, maka dalam postingan ini saya akan berbagi pengalaman sekaligus ikhtiar kami dalam mengurangi produksi sampah makanan di rumah setiap harinya. 

Sadar atau tidak setiap kita adalah produsen sampah. Sebab itu, setiap kita seharusnya bertangung jawab penuh dengan sampah yang kita hasilkan. Bagaimana agar setiap sampah yang kita hasilkan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Ada Apa dengan Sampah Makanan?

Sebelumnya yuk kita sepakati apa yang dimaksud dengan sampah makanan. Menurut Food Agriculture Organization (2011) sampah makanan (food waste) merupakan makanan yang seharusnya bisa dikonsumsi oleh manusia namun karena alasan tertentu tidak terkonsumsi dan dibuang.

Sampah makanan, memang mudah terurai, namun jika menumpuk tetap saja bisa mencemari lingkungan. Sebagaimana dilansir dari laman kompas.tv (22/02/2021) tumpukan food waste berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu dampak global yang ditimbulkannya adalah terjadinya peningkatan pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca yang timbul dari proses pembusukan  sampah makanan.

Baca Juga: Bertahan dalam Kepungan Kabut Asap

Jadi, sampah makanan yang membusuk di tumpukan sampah akan menghasilkan gas metana yang mengeluarkan aroma busuk. Tidak hanya mengeluarkan aroma busuk, gas metana ini juga merupakan gas rumah kaca yang 21 kali lipat berpotensi meningkatkan pemanasan global. Nah, tak kalah bahayanya dibanding sampah anorganik bukan?

Sejenak kita intip angka-angka untuk membuka mata kita tentang betapa pentingnya untuk aware dengan sampah makanan ini.  Pertama, laman situs kompas.com melansir bahwa PBB memperkirakan 17 persen dari produksi makanan terbuang sia-sia atau dengan kata lain menjadi sampah. Hal ini berarti, ada sekitar 1,03 milyar ton makanan setiap tahun menjadi sampah. Dan masih menurut data PBB, 61 persen dari sampah makanan itu berasal dari rumah tangga.

Baca Juga: Ular Masuk Rumah Pertanda Apa Ya?

Kedua, menurut catatan dari Economic Intellegence Unit (EIU) tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai Negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia dengan total produksi sampah makanan sebanyak 300 kg/tahun per kapita (www.kontan.co.id).

Ketiga, Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa sampah makanan mendominasi komposisi semua jenis sampah yang dihasilkan  khususnya di beberapa regional seperti pulau Jawa  yaitu sebanyak 46,75 persen. (www.cimsa.ui.ac.id).

Angka-angka di atas bukan angka yang kecil kan? So, sudah saatnya kita peduli dengan dampak lingkungan akibat penimbunan sampah makanan. Tidak perlu berpikir jauh. cukup kita mulai dari hal terkecil dan terdekat yang kita bisa. Yakni lingkungan kita, rumah kita, atau bahkan diri kita sendiri saja dulu. Sebab, gunungan sampah pun awalnya bermula dari serpihan kecil yang dihasilkan oleh orang per orang.

Memulai Gaya Hidup Bebas Sampah Makanan

Kontribusi yang mungkin kita lakukan saat ini untuk ikut mengurangi timbunan sampah makanan di lingkungan adalah dengan mulai menerapkan gaya hidup bebas sampah makanan dari rumah kita. Inilah cara terbaik yang harus dilakukan saat ini.

Infografis
Infografis Gaya Hidup Bebas Sampah

Menerapkan gaya hidup bebas sampah makanan memang sudah menjadi impian dan tekad saya dan suami dari awal menetap di rumah kontrakan ini. “Jangan pernah ada yang terbuang sia-sia,” itu selalu yang saling kami ingatkan satu sama lain.

Bagaimana gaya hidup bebas sampah makanan yang kami terapkan? Sederhana saja, tidak ada yang rumit. Kami hanya menerapkan hal-hal yang biasa dan mungkin dilakukan. Berikut adalah gaya hidup bebas sampah makanan yang kami lakukan sehari-hari.

Pertama: belanja makanan dan bahan makanan seperlunya

Kami membiasakan diri untuk belanja seperlunya, terlebih untuk urusan dapur. Membuat catatan kecil sebelum ke pasar menjadi rutinitas wajib.

“Bikin catatan belanja dulu,” pesan suami setiap kali mau ke pasar. Dia paham betul saya sering lapar mata kalau sudah ke pasar.

Catatan belanja kami buat sedetil mungkin. Tidak hanya memuat jenis belanjaan, tapi juga volume yang harus dibeli. Volume setiap jenis belanjaan dibuat sesuai dengan kebutuhan saja, tidak perlu berlebihan. Agar tidak ada bahan makanan yang terbuang menjadi sampah.

Kedua: habiskan makanan hingga butir terakhir

Dibesarkan di keluarga sederhana membuat kami terbiasa menghabiskan makanan tanpa sisa. “Elok batamboh dari pado takenyah,” begitu pesan orang tua selalu. Maksudnya, lebih baik mengambil makanan sedikit, jika belum kenyang tambah lagi. Dari pada ambil makanan banyak-banyak dalam piring kemudian bersisa.

Kebiasaan itu juga yang kami terapkan di rumah. Mengambil dan mengolah makanan secukupnya, untuk kemudian dikonsumsi sampai butir terakhir. Bahkan sampai ke kuah dan bumbu-bumbunya. Percayalah, nikmat sekali makan olahan sendiri dalam porsi secukupnya. Semakin puas dan bahagia menyaksikan olahan tangan kita habis tak bersisa setiap kali masak. Perut kenyang tanpa mubazir dan berlebihan.

Demikian juga ketika membeli makanan atau camilan yang diinginkan. Tak pernah malu beli satu porsi untuk dimakan berdua. Sebab, kami pernah kapok beli soto dua porsi makan di tempat, akhirnya kewalahan menghabiskan.

Ketiga: berbagi Makanan

Belanja dan masak seperlunya bukan berarti lupa arti berbagi. Terkadang kami juga mengolah makanan dalam porsi berlebih. Setiap kali dirasa makanan yang diolah berlebih, kami usahakan menyisihkan sebagian untuk tetangga atau saudara.

Alhamdulillah, di sini kami dikelilingi oleh tetangga yang baiknya masha Allah. Mereka begitu peduli dengan kami. Dalam satu pekan ada saja yang mengetuk pintu mengantarkan lauk, buah, kue dan lainnya. Bahkan tanpa kami minta beberapa tetangga sudah mempersilahkan kami untuk memetik buah dan sayur yang ada di halaman mereka kapan kami butuh. Masha Allah nikmat mana lagi yang pantas kami dustakan.

Baca Juga: Misteri Rezeki yang Wajib Kita Tau

Kebaikan tetangga-tetangga baru ini juga yang mengingatkan kami agar jangan pernah pelit berbagi. Karenanya, ketika kami merasa stok makanan kami kebanyakan, lebih dari yang dibutuhkan, kami segera mengirimkannya ke tetangga. Namun, kami sedapat mungkin menghindari untuk membagi makanan sisa.

“Berikan yang terbaik,” itu selalu pesan suami.

Jadi, sebelum dikonsumsi, makanan tersebut dsisihkan dulu untuk dibagi. Misalnya saya masak bubur kebanyakan. Maka sebelum mengambil porsi untuk dimakan, saya sisihkan sebagian untuk dibagi ke tetangga hingga tersisa porsi yang cukup untuk kami konsumsi berdua.

Keempat: menyiapkan tong kompos

Meski sudah berusaha untuk tidak menghasilkan makanan sisa, tetap saja ada sampah makanan yang dihasilkan. Sampah makanan itu berasal ada yang berasal dari sisa makanan, sisa bahan makanan yang tidak bisa dikonsumsi, bahan makanan yang busuk dan lainnya.

Tong Kompos di Sudut Rumah
Kami tetap berkomitmen, tidak boleh ada sampah makanan yang terbuang. Nah, solusinya untuk sampah makanan ini adalah dengan menyediakan tong kompos di sudut dapur.

Dari awal pindah ke kontrakan ini kami sudah menyediakan tong kompos. Tujuannya adalah untuk mengolah sampah-sampah makanan dan sampah organik lainnya yang ada di sekitar kami menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos padat. Selanjutnya, POC dan kompos padat dimanfaatkan untuk menyuburkan media tanam sayuran di halaman rumah.

Prinsipnya, semua yang berasal dari bumi harus dikembalikan ke bumi. Tidak boleh ada yang terbuang sia-sia.

Kelima: Berkebun di pekarangan

Berkebun di Pekarangan
Kriteria pertama yang kami tetapkan ketika mencari kontrakan adalah harus ada halaman yang bisa kami tanami. Tidak perlu luas, yang penting ada lahan di sekitar rumah kontrakan tersebut. Alhamdulillah, ditakdirkan mendiami kontrakan dengan halaman samping yang lebih dari cukup untuk ditanami kebutuhan sayuran sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal Tanaman dan Khasiat Binahong

Mengapa harus menanam di pekarangan? Menurut hemat saya dengan menanam sendiri kebutuhan dapur kita bisa berswasembada pangan, minimal sayuran. Jadi, tumpukan stok bahan pangan seperti sayuran untuk diolah setiap minggunya bisa dikurangi. Kebutuhan sayuran dan bumbu kita tinggal panen di halaman, tidak perlu stok lagi. Tumpukan stok bahan pangan seperti sayur, bahan bumbu dan sebagainya tersebut  sangat berpotensi menjadi sampah ketika berlebih.

Inilah lima gaya hidup bebas sampah makanan yang sedang kami ikhtiarkan. Langkah sederhana  sayangi bumi yang juga mendukung program pengiritan pengeluaran bulanan hehehe... Ngirit sambil menerapkan prinsip hidup minim sampah mengapa tidak kan? So, bagaimana gaya hidup bebas sampah versi sahabat? Yuk sharing di komen!

Note: Tulisan ini diiktsertakan dalam Lomba Blog "Gaya Hidup Minim Sampah Makanan" yang diadakan oleh Bandung Food Smart City.

Referensi:

Ada 1,03 Miliyar Ton Makanan Terbuang Sia-sia Setiap Tahun Halaman all - Kompas.com

Bisnis sebagai jawaban masalah darurat sampah makanan di Indonesia (kontan.co.id)

Food Waste dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan – CIMSA UI

Masih Suka Buang-Buang Makanan? Stop Sekarang, Ini Bahayanya (kompas.tv)

SIPSN - Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (menlhk.go.id)

 

Continue reading Menerapkan Gaya Hidup Bebas Sampah Makanan Sebagai Ikhtiar Sayangi Bumi