Sumber: Indscript Creative

Sabtu (01/06/2024) berkesempatan mengikuti launching buku antologi 'Melintas Badai' dan 'Menolak Rapuh' yang diadakan oleh Indscript CreativeIndscript Creative (IC). Dua buku ini merupakan kumpulan tulisan para perempuan peserta kelas menulis buku Sekolah Perempuan yang dimentori oleh Indari Mastuti. Buku antologi kisah inspiratif perempuan-perempuan hebat ini diterbitkan oleh BukuIn Aja, sebuah Indi Publishing yang memiliki tag line Pasti Terbit!

Launching buku antologi 'Melintasi Badai' dan 'Menolak Rapuh' ini dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom. Dijadwalkan mulai pada pukul 10.00 WIB dan lima belas menit sebelum acara dimulai zoom meeting sudah dibuka.

Launching buku hasil karya murid-murid Sekolah Perempuan ini diikuti oleh lebih kurang 75 partisipan yang terdiri dari pihak penyelenggara, penulis, blogger yang bertugas meliput, dan masyarakat umum. Launching diawali dengan sambutan oleh pihak penyelenggara dalam hal ini Indari Mastuti, founder IC.

Dalam sambutannya Indari Mastuti mengungkapkan bahwa proses menulis yang sangat mudah dilakukan oleh semua orang adalah menulis kisahnya masing-masing. Ini juga yang menjadi latar belakang mengapa antologi kali ini mengambil format menulis kisah inspiratif.

Buku Antologi 'Melintas Badai' dan 'Menolak Rapuh'

launching Buku Antologi
Sumber: Indscript Creative

Pada launching buku antologi ini terungkap bahwa buku 'Melintas Badai' dan 'Menolak Rapuh' berisi tentang kisah inspiratif perempuan-perempuan hebat yang telah melewati derasnya badai, pahitnya ujian dan perihnya luka kehidupan. Namun mereka memilih untuk tetap tegar, tidak lemah dan tidak menyerah. 

Indari Mastuti juga menegaskan bahwa tulisan-tulisan yang tertuang dalam antologi ini bukan tulisan fiksi. "No! Saya bukan mentor penulis fiksi. Ini merupakan tulisan non fiksi yang based on kisah inspirasi." tegasnya.

Terkait latar belakang tema yang dipilih dalam buku antologi ini, Indari Mastuti menjelaskan, "masa dan pasca pandemi sangat banyak problem yang dirasakan oleh kaum perempuan." Sebagai sesama perempuan kita mustahil bisa merengkuh semuanya dengan tangan kita. Karenanya kita butuh media yang bisa terbang lebih luas menyapa lebih banyak perempuan, yakni tulisan.

Tulisan-tulisan inspiratif dari penulis perempuan yang ada dalam buku antologi ini diharapkan mampu membantu lebih banyak perempuan di luar sana untuk bangkit dan tetap tegar melewati badai. Melalui tulisan dalam buku ini, penulis ingin menyampaikan pesan pada perempuan lain di luar sana bahwa selalu ada harapan bersama derasnya badai. Memberikan lecutan semangat bahwa, "ini lho ada perempuan yang ujiannya sama atau bahkan jauh lebih berat dari kamu. Mereka saja bisa bangkit, kamu juga pasti bisa! Ayo semangat, jangan menyerah!"

So, menulis adalah cara perempuan untuk memeluk siapapun perempuan di luar sana yang sedang berjuang dalam besarnya hempasan badai. Agar mereka lebih kuat, tegar dan tidak gampang rapuh.

Buku Antologi Melintas Badai

launching buku antologi
Sumber: Indrscript Creative
Buku Melintasi Badai memuat kisah-kisah perjalanan perempuan-perempuan tangguh yang memilih untuk tidak melemah di tengah hempasan badai kehidupan. Penulis perempuan dalam buku ini seakan ingin menyampaikan pesan pada seluruh perempuan bahwa "badai kehidupan ini pasti berlalu, tetaplah tegar jangan melemah sederas apapun badai menerjang kehidupanmu."
Ada 20 perempuan tangguh yang ikut berpartisipasi dalam antologi ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan profesi. Mulai dari ibu rumah tangga, agen asuransi, dosen, pebisnis, personal assistent dan lainnya.
Salah satu tulisan pilihan editor yang dibacakan saat launching ini adalah Kisah Melintasi Badai ditulis oleh Mariana Sofia yang berjudul "A Walk With God". Tulisan ini berkisah tentang perjuangan Ibu Mariana yang di vonis dokter terkena kanker payudara tepat satu bulan menjelang keberangkatan perjalanan bisnis yang sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya. Tidak pernah terlintas sedikit pun sebelumnya akan mendapat vonis ini. Bahkan ia masih berharap bahwa vonis dokter ini salah, ia masih berharap bahwa yang bersarang di payudaranya hanya tumor jinak bukan kanker! Namun ternyata vonis dokter tetap tidak berubah dan ia harus menjalani operasi untuk pengangkatan sel kanker tersebut.
Nah, bagaimana cara Ibu Mariana tetap bertahan dan melewati badai ini? Selengkapnya bisa teman-teman baca dalam buku antologi ini.

Buku Antologi Menolak Rapuh

launching buku antologi
Sumber: Indsript Creative
Senada dengan buku antologi 'Melintasi Badai', buku antologi 'Menolak Rapuh' memuat kisah-kisah perempuan hebat yang menolak untuk menyerah, menolak untuk lemah di tengah derasnya ujian kehidupan. Salah satunya adalah kisah hidup yang ditulis oleh Ibu Aida Watiningsih yang berjudul "Tuhan, Benarkah Engkau Mendengar Doa Saya?" Dalam tulisan ini Ibu Aida menuturkan tentang ujian bertubi-tubi yang hadir dalam perjalanan hidupnya. Mulai dari kecelakaan hebat yang dialaminya hingga ludesnya aset-aset bisnis akibat kebakaran hebat di pasar Pamanukan Januari 2021 silam. Lalu bagaimana cara beliau untuk bangkit dan menolak rapuh setelah digebuk oleh rentetan ujian? Temukan jawaban selengkapnya dalam buku antologi Menolak Rapuh.

Penutup

Launching buku antologi si kembar 'Melintasi Badai' dan 'Menolak Rapuh' merupakan persembahan cinta dari penulis perempuan untuk perempuan di seluruh dunia. Melalui kisah perjuangan mereka masing-masing, para penulis ingin berbagi pesan bahwa selalu ada dua pilihan ketika dihadapkan pada kondisi 'terpuruk' yaitu menyerah atau bangkit. Ketika menyerah maka perempuan sudah membuang harapan dan keyakinannya pada pertolongan Tuhan. Namun, ketika perempuan bangkit maka sesungguhnya dia sedang berjalan menjemput harapan dan pertolongan dari Tuhan-nya.

7 Comments

  1. Wah jadi penasaran pingin baca ini.. pingin punya semangat untuk bangkit membersamai anak-anak

    ReplyDelete
  2. wah keren banget ibu-ibu penulis ini yang sudah berhasil menerbitkan bukunya. isinya juga pastinya inspiratif ya mbak

    ReplyDelete
  3. Orang bilang, setiap diberikan ujian berarti akan naik kelas. Keren euy para penulis tangguh ini.

    ReplyDelete
  4. Baru baca ulasannya udah kelihatan ini buku bakalan 'menolong' para pembaca yang sedang merasa nggak baik-baik saja. Kereen👍

    ReplyDelete
  5. Misi yang sungguh mulia dari antologi Melintas Badai dan Menolak Rapuh ini kereeen! Tentu tulisan-tulisan inspiratif dari penulis perempuan yang ada dalam buku antologi akan membantu perempuan di luar sana untuk bangkit dan tetap tegar melewati badai yang dihadapinya

    ReplyDelete
  6. Memahami dan turut merasakan apa yang penulis rasakan saat melewati masa-masa sulit ini tentunya menjadi pembelajaran yang amat penting bagi pembaca. Ada pesan yang ingin dititipkan melalui karya mereka. Semoga sahabat-sahabat penulis buku antologi 'Melintas Badai' dan 'Menolak Rapuh' tetap kuat.

    ReplyDelete
  7. Saya pun hadir pas launching dua buku antologi ini. Memang acaranya bikin baper ya Teh. Bener-bener jadi inspirasi lah buat kita kaum perempuan. Setinggi apapun badai menerjang, kita engga boleh rapuh, dan harus percaya sama Allah SWT yang akan menolong kita.

    ReplyDelete

Tinggalkan Komen Ya!