Skip to main content

Nonton Pacu Jalur Rayon 1 INHU di Tepian Titian Komang Desa Pematang

Hal yang paling ditunggu-tunggu ba’da lebaran bagi masyarakat Peranap-Batang Peranap dan sekitarnya adalah kegiatan pacu jalur di Titian Komang Desa Pematang Kecamatan Batang Peranap. Selain di tepian Titian Komang, ba’da lebaran di beberapa tempat sepanjang tepian sungai kuantan (sungai Indragiri) sebenarnya juga berlangsung kegiatan pacu jalur. Pacu jalur merupakan salah satu warisan budaya yang terus dijaga di daerah ini.


Nonton Hari Ke-2

Langsung hari ke-2, karena hari pertama tidak nonton. Jiwa introvert ini sebenarnya menolak untuk mendatangi keramaian. Namun, desakan dari murid ngaji akhirnya luluh juga. Di hari yang disepakati bersama putri, murid ngaji di rumah akhirnya pergi juga menonton pacu jalur di Tepian Titian Komang Desa Pematang. 


Sumber Gambar: Dokpri
Habis ashar kami berangkat dari rumah. Mendung di langit tidak menghalangi niat untuk tetap melaju menuju lokasi pacu jalur. Jalan menuju ke lokasi jalur cukup sepi, tidak sebagaimana biasanya. Sempat berpikir, “ini sebenarnya masih ada pacu ngak sih?”
Baca Juga: Tradisi Menuliskan Rasa Syukur
Berbelok ke jalan Dewi Marta Kelurahan Baturijal Hilir, suasana jalan masih sepi. Sepertinya, orang-orang yang memiliki tujuan sama (nonton pacu jalur) sudah sampai di lokasi semua. Kami saja yang berangkatnya telat.

Sampai di jembatan pematang –jembatan kuning yang memisahkan kecamatan Peranap dan Batang Peranap—tampak dua buah jalur sedang bersiap di pancang start. Dari atas jembatan kami bisa melihat dengan leluasa lautan manusia yang memenuhi sepanjang tepian aliran sungai. Rupanya, kegiatan pacu jalur sudah sudah dimulai dari tadi. Ini merupakan hilir yang kedua untuk kegiatan pacu jalur hari ini. Berarti masih tersisa tiga hilir lagi untuk hari ini. Syukurlah, ternyata kami tidak telat-telat amat.

Menyaksikan Hilir Batu Hijau Tuah Negeri (BHTN)

Dan senangnya, jalur ‘Batu Hijau Tuah Negeri’, satu-satunya jalur dari desa kami Desa Baturijal Barat juga tampil hari ini. Di papan informasi terlihat bahwa jalur Batu Hijau Tuah Negeri akan maju pada hilir yang ketiga dan berada di lajur kanan. BHTN akan berhadapan dengan jalur Pangeran Hilir Rantau Kuantan di jalur kiri. Senang sekali bisa menyaksikan secara langsung perjuangan jalur BHTN hari ini. 

Sumber Gambar: facebook.com
Kami menjari posisi yang leluasa untuk menonton pertandingan kedua jalur tersebut. Bersyukur sekitar tribun yang berhadapan dengan pancang start tidak terlalu ramai. Kami mengambil tempat di tepi sungai tanpa khawatir karena sudah dilengkapi dengan turap dan pagar pengaman. Dari sini saya bisa mengambil foto dan video dengan lebih leluasa.
Baca Juga: Merekam Jejak dengan Kamera Ponsel
Tidak berapa lama dari tribun terdengar panitia menginformasikan bahwa hilir yang ketiga akan segera dilaksanakan. Di sekitar pancang start jalur Batu Hijau Tuah Negeri dan Pangeran Hilir Rantau Kuantan sudah siap sedia menunggu aba-aba. Tidak berapa lama terdengar suara tembakan yang menjadi aba-aba bagi kedua perahu agar segera berpacu memperebutkan pancang finish.Bersamaan dengan suara tembakan, di pancang start kedua jalur melaju bersamaan.

Keunikan pacu jalur panjang dibandingkan pacu jalur mini biasa adalah adanya penari cilik pemberi semangat dalam jalur tersebut. Kehadiran mereka ikut memberikan daya tarik dan membuat arena pacu semakin semarak. Saya sendiri sampai salah fokus menyaksikan mereka. Sampai-sampai tidak tahu jalur mana yang sampai duluan di pancang finish hehe.... 


Sumber Gambar: Dokpri
 Untung panitia kemudian memberikan pengumuman jalur mana yang berhak maju ke final. Hasilnya? Ya, kami harus berbesar hati dan mengakui keunggulan lawan. Batu Hijau Tuah Negeri harus belajar dan berlatih lebih keras lagi, agar di kesempatan berikutnya bisa meraih hasil yang lebih baik lagi dari saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.