Saturday, September 4, 2021

, ,

Mati dan Hidup, Keduanya adalah Ujian


Mati dan hidup adalah dua keadaan yang diciptakan oleh Allah. Allah menciptakan kematian (ketiadaan) kemudian menjadi ada (Kehidupan) dan kemudian kembali tidak ada (mati). Keadaan yang memang diciptakan dan dikehendaki Allah terjadi di alam ini.

Baca Juga : Tadabbur Al Mulk Ayat 1

Ini menjadi poin menarik untuk kita pelajari dalam tadabbur surah Al Mulk ayat kedua. Dalam Ayat ini Allah mengabarkan pada kita bahwa Allah menciptakan kematian sebagaimana Allah menciptakan kehidupan.

Kematian bukan sesuatu yang kosong dan bukan juga isyarat bahwa segala sesuatunya selesai. Kematian diciptakan sebagai tempat perpindahan antara alam dunia dan akhirat.

Dan, kadang-kadang dalam hati kita terbersit tanya, untuk apa sih Allah ciptakan mati dan hidup?

Ternyata semua tanya yang sering terbersit dalam hati ini sudah dijawab Allah dengan indah dalam Al quran Surah Al Mulk ayat 2. Disampaikan bahwa Allah jadikan mati dan hidup itu untuk menguji manusia.

Mati dan hidup, dua-duanya adalah ujian bagi manusia. Ketika ada hamba Allah yang meninggal, maka itu adalah ujian. Ujian bagi dia juga ujian bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Sebagaimana dengan kematian maka kehidupan juga adalah ujian. Ketika ada bayi lahir maka itu juga adalah ujian. Ujian bagi sang bayi, orang tua dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ujian tidak selalu berupa hal-hal yang tidak menyenangkan atau sesuatu yang membuat kita menangis. Ujian juga hadir dalam bentuk kesenangan dan hal-hal yang indah dalam hidup kita.

Harta yang kita punya dan nikmati penuh suka cita, sejatinya juga adalah ujian. Untuk menguji siapakah yang bisa mempersembahkan ahsanu amala (amal terbaik) dengan harta yang dia punya.

Sakit yang kita derita juga adalah ujian, sebagaimana sehat yang kita rasa juga ujian. Allah ingin menguji respon apa yang akan kita tampilkan dari setiap kondisi dan keadaan yang dihadirkan. Apakah respon tersebut tetap dalam bingkai ahsanu amala?


Artinya kehidupan dan kematian yang sudah, sedang dan akan kita jalani tidak lain merupakan rangkaian perpindahan dari satu ujian ke ujian berikutnya. Selesai melewati satu ujian, maka kita harus bersiap untuk melewati ujian berikutnya. Maka siapkanlah respon terbaik dalam menghadapi setiap ujian tersebut.

Ahsanu ‘amala inilah yang ingin dilihat Allah dari respon kita dalam menghadapi setiap ujian. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah apa itu ahsanu amala?

Ya, apa sih ahsanu amala? Amalan yang seperti apa yang bisa dikategorikan sebagai ahsanu amala?

Menurut Fudhail bin Iyadh rahimahullah, ahsanu ‘amala di sini maksudnya adalah amalan yang paling ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat. Inilah amalan terbaik, amalan yang diterima oleh Allah swt.

Suatu amal dikatakan ahsanu ‘amala apabila memenuhi dua kriteria, yaitu:

Pertama, amalan tersebut dilakukan dengan ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah swt semata.

Kedua, amalan tersebut dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

So, seorang hamba dikatakan bisa melewati ujian dari Allah ketika ia mampu menghadirkan respon yang berada dalam kerangka ahsanu 'amala ini. Contohnya ketika diuji dengan kemiskinan ia menjalaninya dengan ikhlas dan tetap ikhtiar menjemput rezeki Allah dengan jalan yang halal. Ketika diuji dengan harta yang berlimpah ia gunakan harta tersebut di jalan kebaikan dengan ikhlas mengharap ridho Allah semata.

Baca Juga : Memahami Misteri Rezeki

So, teman-teman sudahkah kita mempersembahkan respon terbaik atas semua ujian yang Allah hamparkan dalam hidup kita. Tetap bersabar dengan ujian kesulitan, jangan terlena dengan ujian kesenangan.

Sejatinya Allah menciptakan mati dan hidup tidak lain adalah untuk menguji kita. Untuk menguji, memilih mana diantara kita yang terbaik amalnya.

Jangan sedih, jangan khawatir, jangan takut menghadapi setiap ujian dari-Nya. Sungguh Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

2 comments:

  1. Terima kasih pengingat nya ya mbak. Kebetulan Dewi baru mendapat ujian meninggalnya pasangan dlm usia perkawinan yg masih seumur jagung... Bismillah Insyaallah Dewi dipercaya Allah, maka Dewi pun harus percaya pada diri Dewi atas amanah kedua anak dari alm, smg kami selalu dlm kebaikan di jalan Allah....

    ReplyDelete
  2. Kadang kita nggak menyadari sih sedang diuji. Kalau senang kita girang, lupa bahwa kita perlu menyikapinya dengan nggak berlebihan. Pun saat ada kemalangan. Kita sedih sampai mengeluh. Lupa kalau kita harus tetap sabar dan berusaha.

    ReplyDelete

Tinggalkan Komen Ya!