Skip to main content

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST]
Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini. 

Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Qadarullah, dua teman yang dititipin untuk membelikan buku tersebut tidak ada yang berhasil mendapatkannya. Teman yang satu tak sempat mampir di toko buku saat berada di Pekanbaru. Sementara teman yang satu lagi cuma mampir di satu toko buku dan tidak menemukan buku yang dimaksud di sana.
Baca Juga: Menjejali Anak SD dengan Les Tambahan
Saya masih sangat ingin membaca buku terbaru Pak Cik Andrea Hirata ini. Nah, kebetulan sore itu ketika cek inbox surat elektronik (email) saya menemukan newsletter dari Gramedia.com. Melihat itu saya baru ingat bahwa awal tahun lalu saya pernah membuat akun di Gramedia.com namun belum pernah mencoba belanja buku di sana.

“Aha, kenapa saya tidak mencoba saja untuk order buku ‘Orang-Orang Biasa’ itu di Gramedia.com saja?”

Tanpa pikir panjang saya kemudian mengunjungi alamat Gramedia.com. Saya mengetik judul buku yang dicari di kotak pencarian. Dan, ahaa....ketemu! Ternyata, buku Orang-orang Biasa karya Pak Cik Andrea Hirata termasuk salah satu judul buku yang paling dicari di Gramedia.com. Berita baiknya saat itu juga sedang berlaku promo diskon 20% untuk buku-buku terpilih termasuk salah satunya adalah buku ‘Orang-Orang Biasa’ ini.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk order buku Orang-Orang Biasa di Gramedia.com saja. Nah, berikut adalah pengalaman pertama saya belanja buku di Gramedia.com. 


Cara Belanja Buku di Gramedia.com

Karena sudah punya akun di Gramedia.com, saya langsung bisa log in menggunakan username dan password yang sudah didaftarkan. Jika belum punya, sahabat harus bikin akun dulu untuk bisa belanja di sini. Ngak perlu khawatir repot menghafal password baru. Sahabat juga bisa kok sign up ke situs ini menggunakan akun google atau facebook yang dimiliki.

Selanjutnya saya mencari judul buku yang diinginkan melalui kotak pencarian. 
Dokpri
Setelah didapat buku yang dicari, saya klik dan masukkan ke keranjang belanja. Setelah semua pesanan masuk ke keranjang belanja, saya klik lanjutkan pembayaran.

Dokpri
Di layar website ditampilkan alamat tujuan pengiriman yang diambil berdasarkan nama yang kita daftarkan saat membuat akun. Jika alamat yang tertera salah atau kurang lengkap, kita bisa memperbaharuinya dengan cara klik tulisan kirim ke alamat lain. Kemudian tulis alamat dan data kontak tujuan yang benar. Karena alamat di akun belum lengkap, saya pun memperbaharuinya sebelum melanjutkan ke proses selanjutnya.

Dokpri
Pilih metode pengiriman, jika ingin menggunakan asuransi pengiriman tinggal klik centang pada kotak asuransi pengiriman. Biaya asuransi pengirimannya murah kok, Cuma Rp.454,-. Saya sendiri saat itu tidak menggunakan asuransi pengiriman. Setelah semua data dirasa benar, klik tulisan lanjutkan. Pada ringkasan pembayaran akan ditampilkan rincian dan total harga yang harus dibayar oleh pemesan.
Baca Juga: Mendongeng Sebelum Tidur, Masih Perlukah?
Sebelum menyelesaikan pembayaran, pilih metode pembayaran yang diinginkan. Saya memilih metode transfer bank tanpa konfirmasi (Midtrans Virtual Akun). Setelah metode pembayaran dipilih maka tombol bayar sekarang akan hidup dan klik tombol tersebut untuk menyelesaikan pembayaran. Di layar akan ditampilkan jumlah total pembayaran, nomor virtual akun dan tata cara pembayaran sesuai ATM bank yang kita gunakan. 


Cara Pembayaran

Keesokan harinya saya mampir di ATM dengan tidak lupa membawa data total pembayaran dan nomor virtual akun saat belanja buku di gramedia.com. Saya segeran mentransfer nominal pembayaran sesuai panduan yang diberikan. Untuk memastikan proses pembayaran dilakukan dengan benar, Saya kembali log in ke akun gramedia. Saya cek ‘Pesanan Saya’ dan klik detail. Maka  muncul tampilan seperti di gambar berikut. Proses yang sudah selesai ditandai oleh berubahnya warna bulatan dan garis dari abu-abu menjadi merah. Saya juga bisa mengetahui posisi paket yang sedang dikirim dengan cara klik tombol lacak pesanan.


Dokpri
Dan selesai deh proses belanja buku di Gramedia.com. Sekarang tinggal tunggu paket bukunya sampai ke alamat.


Pengalaman Belanja Buku Paling Singkat dan Mudah!

Biasanya jika belanja buku online dengan lokasi pengiriman dari pulau Jawa paling tidak butuh waktu satu minggu. Itu paling cepat lho! Dan, masya Allah semua itu tidak berlaku di Gramedia.com.

Saya melakukan order di website Gramedia.com pada tanggal 9 Juni 2019. Kemudian pada tanggal 10 Juni 2019 melakukan proses pembayaran. Tau ngak, tanggal 12 Juni saya sudah mendapat telpon dari agen JNT pekanbaru bahwa paket sudah sampai di Pekanbaru.

“hari ini menuju Peranap dan besok kemungkinan sudah sampai di agen Peranap.” Terang agen JNT Pekanbaru.

Benar saja, sekitar pukul 11.00 WIB tanggal 13 Juni 2019 paket buku dari Gramedia.com sudah sampai di Peranap. Ini proses belanja buku online tercepat yang pernah saya alami. Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga menimang buku terbaru karya Pak Cik Andrea Hirata ini. Terimakasih Gramedia.com
Yuk Kunjungi Gramedia.com!

Comments

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.