Skip to main content

Keutamaan Puasa Syawal yang Kita Perlu Tau

Masih suasana bulan Syawal, ngak ada salahnya dong saya kembali membahas tentang puasa Syawal. Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang puasa Syawal. Kali ini saya akan berbagi informasi tentang keutamaan puasa Syawal. Harapannya dengan pembahasan ini kita semakin termotivasi untuk mengerjakan amalan sunnah satu ini. 
Keutamaan Puasa Syawal
Sumber: Di Sini


Apa saja keutamaan puasa Syawal?
Ibadah sunnah adalah ibadah yang tidak ada dosa jika ditinggalkan, namun lebih utama untuk dikerjakan. Demikianlah kedudukan puasa Syawal dalam fiqh ibadah. Karenanya, adalah utama bagi kita melanjutkan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah, khususnya puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Hari ini sudah memasuki 7 Syawal, artinya masih begitu panjang waktu bagi kita untuk menjalankan ibadah sunnah ini. Nah, biar lebih semangat ada baiknya kita ketahui dulu apa saja sih keutamaan dari puasa Syawal ini? Mengapa kita begitu dianjurkan untuk menyempurnakan puasa Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan syawal?

Bagi saya pribadi, keutamaan puasa syawal itu ada banyak. Berikut adalah beberapa diantaranya, yaitu:

Pertama, menjaga spirit ramadhan
Euforia Idul Fitri yang berlebihan seringkali membuat kita lalai dengan kultur ibadah yang sudah dibangun selama Ramadhan. Tidak jarang keasyikan merayakan lebaran, membuat kita enteng saja menunda-nunda waktu sholat, meninggalkan tilawah dan melalaikan hati dari dzikrullah. Akibatnya, spirit Ramadhan yang sudah dibangun selama satu bulan penuh sirna seketika oleh kegembiraan menyambut lebaran.

Nah, bersegera menunaikan puasa Syawal menjadi salah satu ikhtiar kita untuk menjaga spirit Ramadhan tersebut. Puasa enam hari di bulan Syawal menjadi alarm bagi kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam pesta pora Ramadhan. Cukup satu atau dua hari pertama bulan Syawal saja dilewati dengan safari aneka kuliner menggugah selera. Hari selanjutnya, kembali kita kekang hawa nafsu dengan puasa Syawal, kembali kita hidupkan kultur ibadan kebaikan yang sudah terbentuk selama Ramadhan. Sehingga spirit Ramadhan kembali menyala dalam diri kita.

Kedua, menyempurnakan pahala puasa ramadhan seperti berpuasa selama satu tahun penuh
Siapa yang tak ingin mendapatkan pahala puasa sebulan penuh? Dalam hadistnya Rasul Saw memotivasi kita untuk melanjutkan ibadah puasa Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan Syawal.

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” (HR Muslim).

Kapan lagi kita bisa meraih pahala puasa setahun penuh kalau bukan sekarang? Mustahil kita bisa berpuasa selama satu tahun penuh. Secara fisik jelas kita tidak mampu. Secara syariat pun tidak memungkinkan kita untuk menjalankan puasa setahun penuh. Ada hari-hari di mana kita diharamkan untuk berpuasa, seperti hari-hari tasyrik. Nah, di bulan Syawal ini kita diberi kesempatan untuk meraih pahala puasa setahun penuh tersebut hanya dengan berpuasa selama enam, dengan syarat puasa Ramadhan sudah dijalankan dengan sempurna. 
Baca Juga: 30 Hari Menjemput Cinta
Ketiga, pertanda bahwa puasa Ramadhan kita diterima
Setiap kebaikan akan melahirkan kebaikan berikutnya. Puasa Ramadhan yang dijalankan selama satu bulan penuh adalah sebuah amal kebaikan. Amal kebaikan ini seperti air yang akan terus mengalir, pantang berhenti. Ketika geraknya terhalang oleh pembatas tertentu, ia akan mencari jalan lain untuk bisa tetap mengalir.
 
Keutamaan Puasa Syawal
Made By Canva


Amal kebaikan itu akan melahirkan kecenderungan dalam diri untuk melanjutkan kebaikan tersebut lagi dan lagi. Seperti puasa Ramadhan yang sudah dijalankan secara sempurna di bulan Ramadhan, akan menghadirkan kecenderungan dalam hati untuk mengerjakan kebaikan yang sama di bulan selanjutnya. Nah, salah satu amal kebaikan yang menanti di bulan Syawal adalah puasa syawal. Orang-orang yang berpuasa dengan penuh keimanan di bulan Ramadhan akan tergerak untuk menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal. D ia akan melanjutkan kultur-kultur Ramadhan lainnya dalam keseharian. Dan tidak menutup kemungkinan melanjutkan ibadah-ibadah puasa sunnah lain di hari-hari selanjutnya.

Itulah tiga keutamaan puasa Syawal yang kita perlu tau. Semoga bermanfaat! selamat menjalankan puasa Syawal, mumpung bulan Syawal belum berlalu.

Comments

  1. terimakasih mba, jadi lebih mengerti sekarang tentang keutamaan puasa syawal 🙂🙂🙂

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.