Skip to main content

Tip Menulis dari Majarani Penulis Populer KBM

Tips Menulis – Bagi teman-teman pembaca setia aplikasi KBM tentunya tidak asing lagi dengan nama Majarani. Majarani adalah salah satu penulis produktif di platform KBM App. Tidak hanya produktif, cerita-ceritanya juga cukup diminati oleh pembaca. Beberapa Novelnya bahkan sudah diterbitkan dalam versi cetak.

Tip Menulis dari Majarani
Gambar dari Pixabay.com

Majarani termasuk top ten penulis dengan penghasilan tertinggi di aplikasi KBM App. Sebagaimana kita tau, penghasilan penulis di KBM App dihitung berdasarkan jumlah unlock dari bab-bab novel atau cerita yang kita tayangkan di aplikasi KBM tersebut. Semakin banyak yang meng unlock cerita kita, maka penghasilan yang kita dapatkan juga akan semakin tinggi. Ini membuktikan bahwa tulisan-tulisan Kak Majarani di KBM App sangat diminati dan selalu ditunggu-tunggu oleh pembaca.

Bertemu dengan penulis produktif tentunya sayang sekali jika tidak menyerap energi menulis dari mereka bukan? Minimal mendapatkan tip menulis ala mereka lah. Nah, kali ini Kak Majarani dalam kesempatan Bedah Buku ‘Gadis Tak Bernasab’ bersama KBM App berkesempatan membocorkan tip menulis produktif ala beliau.

Seperti apa tip menulis produktif ala Kak Majarani? Ada tiga Tip Menulis yang disampaikan ole Kak Majarani di ujung sesi diskusi bedah buku tersebut, yaitu:

1. Cintai Pekerjaan Menulis

Cinta itu adalah energi yang akan menggerakkan pemiliknya untuk terus konsisten. Ketika kita sudah mencintai dunia menulis, maka aktivitas menulis bukan lagi kewajiban melainkan kebutuhan. Kita akan selalu rindu dan membutuhkan aktivitas menulis. Merasa ada yang kurang ketika belum menulis dalam satu hari.

2. Mulai Latihan Menulis Minimal 500 Kata, Tingkatkan dan Konsisten

Ingin menjadi penulis, ya mulailah latihan menulis setiap hari. Mulai dari yang paling ringan dan mudah. Mulailah dengan menulis hal-hal yang dekat dengan diri kita, keseharian dan pengalaman hidup misalnya. Tulislah dari apa yang kita alami, rasakan dan ingin ungkapan. Itulah basic bahan tulisan yang paling mudah.

Mulai juga dari target yang paling ringan, misalnya 300 kata atau 500 kata per hari. Mulai dari yang paling ringan agar kita tidak gampang bosan dan menyerah. Berawal dari sana kemudian mulai tingkatkan sedikit demi sedikit setiap hari. Terus lakukan dengan konsisten, jangan berhenti!

3. Ikut Kelas Menulis

Selanjutnya, untuk menjaga semangat dan meningkatkan skill menulis tentunya tidak cukup hanya dengan latihan saja. Kita perlu belajar dari mereka yang lebih berilmu dan lebih berpengalaman. Jika ada kesempatan, waktu luang dan dana akan lebih baik jika kita up grade skill menulis dengan mengikuti kelas menulis.

Di kelas menulis tentunya kita akan mendapatkan insight lebih dari para mentor. Di kelas menulis kita tidak hanya mendapatkan motivasi, juga teori dan praktek menulis yang lebih terarah. Karya kita juga berkesempatan dibedah dan diberi masukan oleh mereka yang lebih ahli. Dengan demikian kita akan memiliki amunisi lebih untuk memperbaiki kualitas tulisan ke depannya.

Tidak banyak tip menulis yang diberikan oleh Kak Majarani pada kesempatan bedah buku ini. Cuma tiga poin ini saja yang disampaikan oleh beliau. Namun, jika tiga poin ini benar-benar kita terapkan dengan konsisten, saya yakin ini sudah lebih dari cukup. Tidak ada yang lebih menggerakkan selain energy cinta, tidak ada yang bisa membuat kita bertahan menjalani sebuah proses selain konsisten dan tidak ada yang bisa membantu kita untuk lebih baik selain belajar dari ahlinya.

So, sekarang lupakan semua tip menulis dan mulailah menulis! Percayalah hanya aktivitas menulis yang akan menjadikan teman-teman penulis. Bukan yang lain!

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga

Nasehat Kematian

Infografis Kabar kematian datang silih berganti tanpa mengenal hari. Seperti subuh ini kami kembali disentakkan oleh berita kematian. Malaikat izroil bekerja tanpa lelah, menjemput satu demi satu hamba Allah yang sudah menuntaskan rezekinya di bumi. Akhir-akhir ini ada rasa yang berbeda setiap kali mendengar berita kematian. Ada setitik pilu yang tak bisa digambarkan dalam bait apapun. Mengingat sudah demikian banyak waktu dan rezeki hidup dinikmati. Entah butuh waktu berapa lama lagi untuk menuntaskannya. Kabar kematian seakan mengingatkan diri bahwa pada suatu titik nanti saya akan berapa pada posisi yang sama dengan keluarga si mayit. Berduka sebab ditinggal orang yang dicintai. Pada suatu titik yang lain bahkan saya juga akan berada pada posisi yang sama dengan si mayit. Ditangisi, dimandikan, dikafani dan dikuburkan dalam liang lahan yang sempit. Allah, getir sekali membayangkan semua itu. Adakah diri ini siap menghadapi hari di mana semua kenikmatan dunia diputus?