Skip to main content

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting Bagi SDM Kesos Secara Daring

Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting
Senang sekali diberi kesempatan mendapat pengalaman baru mengikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting (PPPS) bagi SDM  Kesos yang diadakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) regional I Sumatera, kota Padang. Yang menarik kali ini adalah pelatihannya dilaksanakan secara full daring. 
Saya sendiri tergabung di pelatihan putaran ke-2 angkatan ke-13. Pelatihan putaran kedua ini diikuti oleh 400 orang peserta yang terbagi dalam 10 angkatan, yakni angkatan 11 s/d 20. Peserta pelatihan merupakan pendamping sosial PKH dan koordinator kabupaten yang berasal dari berbagai provinsi di pulau Sumatera. Senang sekali rasanya bisa menambah ilmu dan teman dari berbagai daerah meski hanya secara daring. 
Melalui surat pemanggilan diketahui bahwa pelatihan ini akan dilaksanakan dari tanggal 24 mei sampai dengan 15 Juni 2021 pada hari kerja tentunya. Ini pengalaman pertama mengikuti pelatihan di BBPPKS Padang full daring. 
Sebelumnya pelatihan FDS juga pernah dilaksanakan secara daring, tapi tidak keseluruhan. Teori disampaikan secara daring, sementara review dan praktek dilaksanakan dalam pertemuan tatap muka di BBPPKS Padang. Sementara pada PPPS bagi SDM kesos ini dari teori, penugasan, review hingga praktek dilakukan secara daring.
So, bagaimana prosesnya? Apa kelebihan dan kekurangannya? Pada postingan ini saya secara khusus ingin sharing tentang hal ini, yuk simak!

Pengarahan Teknis PPPS Putaran Kedua

Senin (24/05/2021) Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting putaran kedua ini di mulai. Diawali dengan pengarahan teknis di zoom meeting pada jam 08.00 WIB. Dari jam 07.00 WIB pagi panitia sudah woro-woro di group WA angkatan mengingatkan peserta untuk bersiap-siap, mencari posisi yang tepat untuk mendapatkan sinyal terbaik. Agar bisa mengikuti zoom meeting pengarahan teknis dan kegiatan pelatihan hari ini dengan baik tanpa kendala sinyal.
Pada acara pengarahan teknis ini seluruh peserta pelatihan putaran kedua (400 peserta) dikumpulkan dalam satu zoom meeting. So, saya membayangkan ini seperti pengarahan teknis atau pembukaan pelatihan di aula BBPPKS Padang jika dilaksanakan secara luring (luar jaringan). Bedanya kali ini dilaksanakan secara daring, para pembicara di balai diklat sementara peserta mengakses zoom meeting di lokasinya masing-masing.
Pengarahan teknis diberikan oleh Ibu Nurdias, Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat dan Kerjasama. Dalam pengarahannya, Bu Nurdias menyampaikan beberapa hal yang harus disepakati selama diklat (pelatihan). Diantaranya yang sempat saya catat yaitu:
  • Peserta harus bisa mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir sesi pelatihan.
  • Peserta harus mengerjakan semua latihan dan penugasan yang ada pada setiap modul.
  • Pelatihan dilaksanakan secara daring asinkronus dengan mengakses LMS di laman https://elearning.kemensos.go.id dan daring sinkronus menggunakan aplikasi zoom meeting
  • Peserta menerima hak berupa penambahan pulsa untuk paket data sebanyak Rp. 150.000,- per orang.
  • Sertifikat dikirim secara online dan bisa didownload di LMS nantinya.
Ada juga sambutan dan pengarahan dari Bapak Kepala Balai. Kepala balai menyampaikan ucapan selamat belajar kepada peserta diklat dan berharap semua peserta diklat bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Waktu penyampaian sambutan dan pengarahan sedikit mundur, menyesuaikan dengan kesibukan kepala balai pada saat yang sama.
Selesai pengarahan teknis, zoom meeting dibubarkan dan dilanjutkan dengan kelas materi dipandu oleh fasilitator yang sudah ditunjuk untuk setiap angkatan. 
O ya pelatihan dilaksanakan secara daring asinkronus dan sinkronus. Saya awalnya belum paham apa yang dimaksud dengan asinkronus dan sinkronus. Teman-teman juga kan?
Ketidak tahuan saya akhirnya terjawab melalui pengarahan teknis ini. Jadi, pembelajaran daring asinkronus itu maksudnya adalah proses belajar mengajar online yang dilakukan secara mandiri oleh peserta. Jadi peserta mengakses materi pembelajaran secara mandiri di laman elearning.kemensos.go.id tanpa pendampingan dari pengajar. Sementara untuk metode pembelaja daring sinkronus adalah metode belajar mengajar online yang didampingi oleh fasilitator (pengajar). Pada pembelajaran daring sinkronus ini ada interaksi dan pertemuan tatap muka antara peserta dan pengajar dalam media daring yang dalam pelatihan ini digunakan zoom meeting.

Pelaksanaan Pelatihan Secara Daring Asinkronus

Pelatihan pencegahan dan penanganan stunting dimulai secara daring asinkronus dari hari pertama pelatihan (24/05/2021) hingga tanggal 08 Juni 2021. Meskipun peserta belajar secara mandiri pada tahapan pelatihan ini, namun tetap ada jadwal pembelajaran yang harus dipatuhi. Peserta bebas mengakses media pembelajaran kapan saja menyesuaikan dengan waktu dan kesibukan masing-masing, namun dalam satu hari kerja wajib menyelesaikan modul-modul yang sudah ditetapkan pada jadwal.
Misalnya pada hari senin dijadwalkan pelatihan modul 1 dan 2. Maka pada hari tersebut peserta harus sudah mengerjakan soal pretest, mempelajari modul yang dijadwalkan, menonton video pembelajaran hingga tuntas dan mengerjakan penugasan. 
Hal yang paling menyenangkan dalam proses pembelajaran ini adalah mengerjakan penugasan di akhir setiap modul pembelajaran. Penugasan ada dua macam, yaitu essay deskriptif dan membuat video simulasi. 
Tapiii, jangan pernah berpikir peserta bisa berlalai-lalai mengikuti pelatihan ini. Jangan pernah bisa isi absen trus klak klik laman LMS. Tidak bisa! Peserta wajib menyelesaikan soal pretest, membuka dan mempelajari modul, menonton video pembelajaran dan menyelesaikan penugasan sesuai jadwal yang ditetapkan untuk modul tersebut.
Modul berikutnya tidak akan bisa dibuka jika peserta belum menyelesaikan modul pembelajaran sebelumnya. Dan peserta juga tidak bisa mengikuti proses pembelajaran daring sinkronus jika proses pembelajaran dan penugasan daring asinkronus tidak diselesaikan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. So, sangat sistematis dan terjadwal. Meski pembelajaran daring ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu luang kita, namun peserta tetap harus disiplin dengan jadwal pembelajaran yang sudah ditetapkan.
Selain penugasan di akhir modul pembelajaran ada juga video tugas akhir yang harus dikerjakan oleh peserta pelatihan sebagai salah satu syarat kelulusan. Untuk video tugas akhir, tema modul yang harus disimulasikan oleh peserta ditentukan oleh fasilitator. Saya sendiri kebagian untuk mensimulasikan modul 3 sesi 4 yaitu tentang mendukung ayah dan ibu untuk memberikan stimulasi pada janin.
Nah, untuk menyelesaikan tugas akhir ini, saya melakukan simulasi langsung bersama KPM PKH di wilayah dampingan. Di sinilah kegiatan pelatihan ini dirasa lebih aplikatif di lapangan. Berikut video tugas akhir PPPS ini. Harap maklum editingnya masih amatiran banget... :)



Pelaksanaan Pelatihan Secara Daring Sinkronus

Selesai model pembelajaran daring asinkronus, pelatihan dilanjutkan secara daring sinkronus. Pelatihan pencegahan dan penangan stunting secara daring sinkronus dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 15 juni 2021 melalui aplikasi zoom meeting. Pada model pembelajaran daring sinkronus, kelas pembelajaran didampingi oleh seorang fasilitator Pelatihan dari balai. Satu kelas diikuti oleh 40 peserta. 
Nah bedanya pelatihan model asinkronusdan sinkronus terletak pada kehadiran fasilitator di kelas pada jadwal yang sudah ditentukan. Peserta wajib hadir di kelas zoom meeting sesuai jadwal, dan ada interaksi langsung antara fasilitator dan peserta pelatihan meski hanya melalui media daring. 
Kelas dibuka oleh fasilitator, kemudian dilanjutkan dengan simulasi sesi modul pembelajaran oleh peserta yang sudah ditentukan oleh panitia. Masing-masing peserta mendapat tugas untuk mensimulasikan satu sesi modul pembelajaran di kelas zoom meeting. 
Modul yang disimulasikan adalah modul-modul yang sudah dipelajari pada pembelajaran daring asinkronus. Jadi pembelajaran daring sinkronus ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempertajam pemahaman peserta tentang modul-modul yang sudah dipelajari secara mandiri pada proses pembelajaran asinkronus. 
Meski dilaksanakan secara online, namun proses belajar mengajar tetap berlangsung seru dan hidup. Saya sangat menikmati proses pembelajaran ini. Menyampaikan simulasi di depan layar gadget lebih pede tanpa perlu khawatir demam panggung haha....
Saya juga menyaksikan teman-teman peserta pelatihan yang lain pun mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mengikuti dan aktif merespon penampilan peserta lainnya. Sehingga kelas terasa lebih hidup tak ubahnya kelas simulasi offline.
Setiap selesai penampilan simulasi satu peserta, fasilitator memandu kelas untuk memberikan review atas penampilan peserta tersebut. Semua peserta pelatihan bebas memberikan koreksi, dukungan, masukan dan saran atas penampilan tersebut. Selanjutnya fasilitator memberikan review akhir sekaligus menyimpulkan review dari peserta kelas.
Bagi saya, kelas daring sinkronus ini sangat menyenangkan sekali. Memberikan pengalaman belajar daring yang interaktif, meski raga berada di tempat yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Pelatihan Secara Daring

Pelatihan secara daring pastinya memberikan pengalaman berbeda. Tak dipungkiri pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut saya akan menguraikannya berdasarkan pengalaman saya dalam mengikuti PPPS bagi sdm kesos secara daring ini.
Kelebihan pelatihan secara daring ini menurut saya adalah:
  1. Lebih hemat biaya pastinya, biaya transport dan akomodasi selama pelatihan bisa diskip.
  2. Waktu dan tempat lebih fleksibel, peserta bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kesibukannya.
  3. Selama mengikuti pelatihan kita tetap bisa menyelesaikan tugas-tugas rutin, karena tidak harus meninggalkankan lokasi kerja sebagaimana pelatihan luring.
  4. Lebih mudah diakses dan proses belajar bisa dilaksanakan di mana saja, kapan saja tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Kita cukup memanfaatkan gadget yang terhubung dengan koneksi internet.
  5. Praktek penugasan bisa dikerjakan langsung ke wilayah binaan, sehingga lebih aplikatif.
  6. Progres proses pembelajaran bisa terbaca dengan jelas di dashboard akun peserta.
Sementara kelemahan pelatihan secara daring adalah:
  1. Terkadang peserta kurang fokus mengikuti kelas khususnya saat sesi daring sinkronus. Ada yang mengikuti kelas sambil nyetir mobil, sambil mengasuh anak, sambil menyelesaikan pekerjaan rutin dan lain-lain. Kondisi sedikit mengganggu proses belajar secara online. Beberapa kali fasilitator memanggil peserta namun tidak direspon karena peserta sedang tidak fokus pada kelas.
  2. Kondisi jaringan yang tidak stabil di beberapa daerah juga menjadi titik kelemahan dalam pelatihan daring ini.
  3. Interaksi dengan pengajar (fasilitator) lebih terbatas, tidak leluasa.
  4. Pengawasan dalam proses belajar lebih terbatas. Jadi, dalam proses pembelajaran ini setiap peserta dituntut untuk memiliki kesadaran dan kesungguhan yang tinggi dalam mengikuti proses belajar.
Demikian pengalaman saya mengikuti pelatihan pencegahan dan penanganan stunting bagi SDM Kesos secara daring. Bagaimana pengalaman teman-teman mengikuti pelatihan secara daring? Yuk share di kolom komentar!

Comments

  1. Alhamdulillah bisa mengikuti mengikuti pelatihan pencegahan dan penanganan stunting bagi SDM Kesos secara daring ya, Mbak...Memang ada kelebihan dan kekurangan saat pelatihan secara daring. Semoga sikon lekas membaik sehingga bisa pelatihan tatap muka

    ReplyDelete
  2. sejak pandemi memang harus membiasakan diri belajar secara daring, termasuk belajar pelatihan pencegahan dan penanganan stunting

    ReplyDelete
  3. Pelatihan daring juga rawan burn out Mba. Mengingat banyak kegiatan daring melulu.
    Semoga meski pelatihannya secara daring tak mengurangi semangat peserta, mengingat masalah stunting masih jadi persoalan yang belum selesai.

    ReplyDelete
  4. Kadang masih nggak percaya kalau anak Indonesia masih ada yg stunting, tapi kenyataannya demikian. Alhamdulillah ya, mbak, bisa mengikuti pelatihannya secara daring. Sekarang ini apa-apa serba daring, jadi kita memang kudu siap dg sistem ini.

    ReplyDelete
  5. Sukses ya mbak dengan pelatihannya, apalagi sampai saat ini Stunting masih jadi masalah kesehatan di Indonesia yang harus segera dicarikan solusinya, tapi memang kalau pelatihan diselenggarakan secara daring agak sulit terutama untuk menjaga kefokusan apalagi kalau zoom di rumah...duh suka ngak fokus apalagi kadang terkendala sinyal juga. Pernah pas lagi asyik zoom tiba-tiba mati lampu karena hujan deras plus sinyal jadi byar pet, kacau deh ikutan zoomnya.

    ReplyDelete
  6. Kalau pelatihan secara daring tentu lebih fleksible, meskipun kalau saya pribadi mer asa kurang mantap, karena ada beberapa hal yang membutuhkan komunikasi dan interaksi secara langsung. Tetapi dimasa sekarang kegiatan daring sudah menjadi hal bisa, jadi kita harus bisa menyesuaikan dengan kondisi. Walaupun via daring pelatihan tetap berjalan lancar ya mbak.

    ReplyDelete
  7. Sejak pandemi, saya jadi ikut pelatihan daring karna ga bisa tatap muka. awalmya ga biasa, tp lama2 jadi nyaman krna bisa disambi kerjaan rumah. bener banget, kelemahannaya jadi kurang interaksi dg pengajar dan kita sering ga fokus (maklum emak2 banyak gangguannya hehe). yang penting bisa nambah ilmu udah seneng banget ya mba

    ReplyDelete
  8. sekarang semuanya memang mostly dilakukan secara daring ya mba. Aku juga sering ikut pelatihan daring dan terasa capeknya

    ReplyDelete
  9. Klo diminta milih tatap muka ato daring...klo aku cenderung milih tatap muka mba..

    Tapi ya ada plus minusnya sih. Tapi klo daring..lebih cenderung banyak gangguan. Apalagi klo di rumah...kadang berisik anak2 nonton tv

    ReplyDelete
  10. Bener-bener ilmu bermanfaat. Stunting masih persoalan cukup besar di negeri ini. Oya, selama pandemi ini, termasuk "hiburan" buat saya bisa ikut pelatihan online, walaupun jujur lebih enak offline. Baca ini baru tahu ada istilah sinkronus dan asinkronus.

    ReplyDelete
  11. Iya ada enak dan tidak enaknya ya kalau pelatihan daring, aku sekarang ngga bisa fokus kalau zoom lama maunya rebahan haha capek lihat layar laptop..

    ReplyDelete
  12. Setelah pelatihan begini, akankah diminta feedback apa yang sudah dilakukan untuk masyarakat atau lingkungan terdekat?

    Seneng banget mendapatkan pelatihan, karena menurutku..pelatihan membuat kita banyak insight baru mengenai pembahasan yang dipaparkan.

    ReplyDelete
  13. Meskipun ga seseru dan semaksimal pelatihan off line tapi tetep semangat si klo ada pelatihan2 biar bisa updet ilmu. Pandemi jangan dijadikan qlwsan buat berhenti belajar. Sedih ya di Indonesia kok masih banyak kejadian stunting semoga dgn adanya.pelatihan2 masyarakat jd aware dan bisa mencegah stunting ya

    ReplyDelete
  14. Ada kalanya lebih enak asinkronus ya mba hihii. Iyaa kalau daring lebih hemat waktu dan biaya transport cuma harus beneran jauh dari anak karena biar fokus dan nggak terganggu. Harus di ruang khusus deh kalau aku dan anak yg paling kecil harus dipegang orang lain supaya nggak minta pangku 😁
    Masalah stunting masyarakat awam masih banyak yg belum tau nih mba. Moga makin merata ya informasi ttg stunting

    ReplyDelete


  15. Aku malah tertarik dengan tema stunting nya.
    Soalnya stunting masih jadi pembahasN serius..dimasa tumbuh kembang anak. Masih banyak di indonesia.. apalagi kurang edukasi soal gizi.. karen tujuan makan sekedar kenyang ...bukan mencukupi nutrisi .

    Kalo pilih ..lebih asyik tatap muka..sih. tapi untingnya via daring kalo jauh tetap bisa ikutn..

    ReplyDelete
  16. stunting ini termasuk permasalahan yang sangat penting, aku sering ikut ngedengerin kalau adek aku ada webinar soal stunting ini...

    ReplyDelete
  17. Biasanya memang mba klo jelas online kendalanya Kondisi jaringan yang tidak stabil di beberapa daerah menjadi titik kelemahan

    Tapi klo soal stunting Penting banget saat 1000hph

    ReplyDelete
  18. Memang beda ya feelnya pelatihan online dan offline. Interaksi lbh terasa saat pelatihan offline tapi selama pandemi harus sabar nunggu acara offline

    ReplyDelete
  19. jaman sekarang semua serba daring. Banyak hal bisa dikerjakan tanpa perlu keluar rumah. Tapi dengan daring, tantangannya juga berbeda ya. Ini untuk yang di rumah sambil momong anak harus pinter-pinter bagi fokusnya nih. kebayang tantangannya makin kompleks. Semoga sukses dengan tugas-tugasnya ya Mbak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga