Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Bagaimana Seharusnya Etika Komunikasi di Media Sosial?

Sumber: pixabay.com Etika Komunimasi di Media Sosial – Siang hari saat puasa begini biasanya hari-hari terasa begitu panjang. Terlebih jika sepanjang hari dilewati #DiRumahSaja . Jenuh seringkali menyapa karena melewati aktivitas rumahan yang itu-itu lagi. Nah, di era digital dewasa ini berselancar di media sosial menjadi pilihan untuk menghilangkan kejenuhan sekaligus mencari inspirasi dan informasi. Ya, penggunaan media sosial dewasa ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Berkomunikasi dan berinteraksi daring di media sosial sudah menjadi gaya hidup masyarakat milenial. Kecanggihan teknologi memberi ruang bagi para pengguna media sosial untuk saling sapa dan saling berbagi tanpa dibatasi sekat wilayah lagi. Media sosial membuat dunia yang luas menjadi begitu dekat. Media sosial membuat dunia hanya selebar layar gadget. Seperti halnya di kehidupan nyata, komunikasi dan interaksi di media sosial juga berpotensi menimbulkan konflik-konfl

Ramadhan Dalam Balutan Pandemi Tetaplah Berwarna

Sumber: pixabay.com Ramadhan – Mengawali postingan ini dengan basmallah, bismillahirrohmanirrohiim. Bagaimana kabarnya Sahabat? Masih setia #DiRumahSaja kah? Ya, pilu pandemi ini telah memberikan warna berbeda untuk Ramadhan kita kali ini. Gegap gempita syiar Ramadhan terasa lebih sepi dari biasanya. Semua karena adanya pembatasan-pembatasan sosial di lingkungan kita. Semua kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang sedapat mungkin dihindari Ada banyak tradisi dan syiar-syiar beragama yang akhirnya harus ditiadakan tahun ini. Seperti momen bukber yang ditunggu-tunggu, tahun ini ditiadakan dulu. Momen ngabuburit favorit anak muda di titik-titik istimewa harus dipindahkan di rumah saja untuk sementara ini. Momen taraweh dan tadarusan berjamaah di masjid pun harus kembali ke rumah masing-masing. Yang menanti-nanti momen sahur on the road juga harus kembali menikmati sahur sederhana bersama keluarga yang jauh lebih berharga tentunya. Baca Juga: Puasa Syawal atau Puasa Qadha

Tips Cerdas Agar Tetap Produktif Di Rumah

Produktif Di Rumah – Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillah kembali bisa menyapa Sahabat Pembaca melalui postingan blog. Masih dalam suasana darurat Covid-19 yang telah memberikan warna berbeda dalam kehidupan sosial kita. Adanya pembatasan-pembatasan sosial mengharuskan kita lebih banyak berada di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona di negeri ini. Aktivitas di luar rumah sedapat mungkin dibatasi hanya untuk keperluan-keperluan yang urgen saja. #DiRumahSaja ataupun #WorkFromHome memaksa kita untuk pandai-pandai menyesuaikan diri. Suasana rumah pastinya berbeda jauh dengan suasana di tempat kerja. Bagi mereka yang sehari-hari beraktivitas di luar rumah, membawa tumpukan pekerjaan ke rumah adalah tantangan tersendiri. Jika tidak pandai-pandai menyesuaikan diri, bisa-bisa tumpukan pekerjaan yang di bawa ke rumah akan tetap menggunung. Karena kenyamanan berada di rumah seringkali membuat kita lalai dan menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya sudah diselesaikan dalam

Inilah yang Diajarkan Covid-19 Selama #DiRumahSaja

#DiRumahSaja - Hari-hari belakangan ini terasa begitu berbeda. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan zona merah Covid-19. Sebagaimana dimaklumi, penyebaran wabah Covid-19 terus meningkat akhir-akhir ini. Berbagai rekayasa sosial dilakukan untuk memutus rantai penyebaran wabah ini di masyarakat. Aktivitas warga dibatasi dan dihimbau untuk tetap di rumah saja. Tetap di rumah sekilas terdengar menyenangkan. Bisa leyeh-leyeh , rebahan dan bermalas-malasan. Tapi itu cuma menyenangkan jika dilakukan satu dua hari. Kalau sudah berhari-hari, siapa yang bisa menjamin itu menyenangkan. Baru satu minggu dipaksa untuk tetap #DiRumahSaja, sudah banyak keluhan bertebaran di medsos. Hal ini membuktikan bahwa tidak banyak yang bisa menikmati hari-hari #DirRumahSaja. Terutama bagi mereka yang produktivitas hariannya adalah di luar rumah. Tagar #DiRumahSaja semakin tranding akhir-akhir ini. Memang itulah ikhtiar terbaik yang bisa dilakukan saat ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-1

Yang Datang Di Awal Pandemi

Sumber: www.pixabay.com Isu pandemi sudah merebak kala semua ini bermula. Negeri yang bahagia ini masih tetap santai dan percaya diri bahwa pandemi tidak akan menyapa. Masyarakatnya yang sudah terbiasa hidup santai, kurang peduli dengan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehata (PHBS) yakin kebal dengan serangan virus mematikan itu. Kala itu, kita pun masih khusyuk dengan diskusi daring. Saling bertanya dan melempar informasi yang dibutuhkan. Membahas banyak hal untuk memperkuat keyakinan bahwa ada masa yang akan mempertemukan untuk mempersatukan jalan yang selama ini dilewati masing-masing. Masa-masa diskusi daring pun berlalu dengan sebuah tekad dan janji bahwa pembicaraan serta ikhtiar akan berlanjut di luring. Sementara wabah pandemi mulai menyapa negeri yang tadi begitu yakin bahwa warganya kebal dari serangan virus. Mr. Presiden pun mengabarkan bahwa dua orang warganya positif terinfeksi virus yang berasal dari negeri Cina tersebut. Seketika Republik +62 gempar! Seiring