Friday, April 17, 2020

, ,

Yang Datang Di Awal Pandemi



Sumber: www.pixabay.com
Isu pandemi sudah merebak kala semua ini bermula. Negeri yang bahagia ini masih tetap santai dan percaya diri bahwa pandemi tidak akan menyapa. Masyarakatnya yang sudah terbiasa hidup santai, kurang peduli dengan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehata (PHBS) yakin kebal dengan serangan virus mematikan itu.

Kala itu, kita pun masih khusyuk dengan diskusi daring. Saling bertanya dan melempar informasi yang dibutuhkan. Membahas banyak hal untuk memperkuat keyakinan bahwa ada masa yang akan mempertemukan untuk mempersatukan jalan yang selama ini dilewati masing-masing.

Masa-masa diskusi daring pun berlalu dengan sebuah tekad dan janji bahwa pembicaraan serta ikhtiar akan berlanjut di luring. Sementara wabah pandemi mulai menyapa negeri yang tadi begitu yakin bahwa warganya kebal dari serangan virus. Mr. Presiden pun mengabarkan bahwa dua orang warganya positif terinfeksi virus yang berasal dari negeri Cina tersebut. Seketika Republik +62 gempar!

Seiring waktu sang virus mulai menjadi pembicaraan dan perhatian serius warga +62. Mikroorganisme itu kemudian dikenali dengan nama keren Covid-19. Kehadirannya dinegeri khatulistiwa, seketika mengubah begitu banyak tatanan kehidupan warganya. Tidak hanya bidang kesehatan, bidang-bidang kehidupan lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan lainnya ikut terpengaruh.
 
Sumber: www.pixabay.com
Sekolah-sekolah diliburkan, pekerja kantoran dirumahkan, pasar-pasar ditutup, pergerakan manusia dibatasi, orang-orang dilarang berkumpul. Semua harus jaga jarak dan menerapkan protokol PHBS dalam berbagai kesempatan. Suasana kehidupan masyarakat berubah drastis, terutama di kawasan zona merah.

Bersyukur daerah kita masih berada dalam kawasan zona hijau. Meski ikut terpengaruh, namun tidak seekstrim yang dilihat di berita-berita televisi. Di sini, masjid masih ramai, pasar masih dibuka, orang masih bebas kemana-mana. Meski sekolah-sekolah sudah pada diliburkan dan anak-anak mulai belajar di rumah.

Di awal pandemi inilah tekad dan kesungguhan itu dibuktikannya. Sempat meragukan karena beberapa kali dipending. Namun di awal merebaknya pandemi di negeri ini, tekad itu betul-betul dibuktikan. Tanpa pengawalan maupun teman, di bawah lebatnya hujan langkah kakinya sampai juga di beranda rumah. Sendirian saja melewati ribuan kilometer, senyumnya menyapa seisi rumah. Ucapan salam yang menyapa di sore itu seketika meruntuhkan semua keraguan yang selama ini menggelayuti hati.

Tidak lama bertandang, namun cukup untuk menguatkan tekad bahwa jalan ini harus disatukan. Menjelang azan magrib ia kembali berlalu membawa tekad yang lebih bulat untuk mewujudkan apa yang diniatkan dari awal. Sementara berita tentang perkembangan wabah pandemi Covid-19 terus bergulir dan semakin mengkhawatirkan. Hari-hari selanjutnya, kita terus disuguhi ragam berita senada yang terus diulang-ulang.
 
Sumber: www.pixabay.com
Sempat terbersit ketakutan di hati wabah pandemi akan menghalangi semua niat baik yang sudah tertanam di hati. Ah, tapi kita tidak boleh kalah oleh wabah ini. Kita harus berjuang untuk menang dan segera keluar dari cekaman wabah menakutkan ini. Sebelumnya kita sudah pernah melewati berbagai bencana di negeri ini dan alhamdulillah bisa melewatinya dengan baik. Percayalah sekarang pun kita pasti bisa melewati badai ini. Kuncinya disiplin dan ikuti arahan dari pemerintah sebagai pihak yang mengomandoi perjuangan melawan Covid-19.

Yakin kita bisa melewati pandemi ini. Percaya Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan kita. Mari kita lewati masa-masa penuh ujian ini dengan bahagia. Yakin masa sulit akan berlalu dan berganti dengan kemudahan demi kemudahan.

Beberapa bulan ke depan adalah masa kita untuk memperbanyak doa, memohon agar dibukakan jalan terbaik oleh-Nya. Mempersiapkan bekal dan mental untuk melewatinya. Mulai membuat to do list apa-apa yang dibutuhkan dan melakukan apa-apa yang harus dilakukan saat ini. Perlahan namun pasti langkah ini akan terus diayunkan.

Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di depan sana. Tidak ada yang bisa menjamin semua akan berjalan sesuai dengan yang dipetakan. Tapi kita selalu percaya bahwa Allah Maha Baik dan rencana-Nya selalu lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Berbaik sangka dan terus berharap pada-Nya, itu saja modal terbaik kita saat ini. Selalu yakin Allah akan mewujudkan lebih dari apa yang kita pinta. Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’mannasiir. Laa haulawala kuwata illa billah!

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!