Skip to main content

Yang Datang Di Awal Pandemi



Sumber: www.pixabay.com
Isu pandemi sudah merebak kala semua ini bermula. Negeri yang bahagia ini masih tetap santai dan percaya diri bahwa pandemi tidak akan menyapa. Masyarakatnya yang sudah terbiasa hidup santai, kurang peduli dengan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehata (PHBS) yakin kebal dengan serangan virus mematikan itu.

Kala itu, kita pun masih khusyuk dengan diskusi daring. Saling bertanya dan melempar informasi yang dibutuhkan. Membahas banyak hal untuk memperkuat keyakinan bahwa ada masa yang akan mempertemukan untuk mempersatukan jalan yang selama ini dilewati masing-masing.

Masa-masa diskusi daring pun berlalu dengan sebuah tekad dan janji bahwa pembicaraan serta ikhtiar akan berlanjut di luring. Sementara wabah pandemi mulai menyapa negeri yang tadi begitu yakin bahwa warganya kebal dari serangan virus. Mr. Presiden pun mengabarkan bahwa dua orang warganya positif terinfeksi virus yang berasal dari negeri Cina tersebut. Seketika Republik +62 gempar!

Seiring waktu sang virus mulai menjadi pembicaraan dan perhatian serius warga +62. Mikroorganisme itu kemudian dikenali dengan nama keren Covid-19. Kehadirannya dinegeri khatulistiwa, seketika mengubah begitu banyak tatanan kehidupan warganya. Tidak hanya bidang kesehatan, bidang-bidang kehidupan lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan lainnya ikut terpengaruh.
 
Sumber: www.pixabay.com
Sekolah-sekolah diliburkan, pekerja kantoran dirumahkan, pasar-pasar ditutup, pergerakan manusia dibatasi, orang-orang dilarang berkumpul. Semua harus jaga jarak dan menerapkan protokol PHBS dalam berbagai kesempatan. Suasana kehidupan masyarakat berubah drastis, terutama di kawasan zona merah.

Bersyukur daerah kita masih berada dalam kawasan zona hijau. Meski ikut terpengaruh, namun tidak seekstrim yang dilihat di berita-berita televisi. Di sini, masjid masih ramai, pasar masih dibuka, orang masih bebas kemana-mana. Meski sekolah-sekolah sudah pada diliburkan dan anak-anak mulai belajar di rumah.

Di awal pandemi inilah tekad dan kesungguhan itu dibuktikannya. Sempat meragukan karena beberapa kali dipending. Namun di awal merebaknya pandemi di negeri ini, tekad itu betul-betul dibuktikan. Tanpa pengawalan maupun teman, di bawah lebatnya hujan langkah kakinya sampai juga di beranda rumah. Sendirian saja melewati ribuan kilometer, senyumnya menyapa seisi rumah. Ucapan salam yang menyapa di sore itu seketika meruntuhkan semua keraguan yang selama ini menggelayuti hati.

Tidak lama bertandang, namun cukup untuk menguatkan tekad bahwa jalan ini harus disatukan. Menjelang azan magrib ia kembali berlalu membawa tekad yang lebih bulat untuk mewujudkan apa yang diniatkan dari awal. Sementara berita tentang perkembangan wabah pandemi Covid-19 terus bergulir dan semakin mengkhawatirkan. Hari-hari selanjutnya, kita terus disuguhi ragam berita senada yang terus diulang-ulang.
 
Sumber: www.pixabay.com
Sempat terbersit ketakutan di hati wabah pandemi akan menghalangi semua niat baik yang sudah tertanam di hati. Ah, tapi kita tidak boleh kalah oleh wabah ini. Kita harus berjuang untuk menang dan segera keluar dari cekaman wabah menakutkan ini. Sebelumnya kita sudah pernah melewati berbagai bencana di negeri ini dan alhamdulillah bisa melewatinya dengan baik. Percayalah sekarang pun kita pasti bisa melewati badai ini. Kuncinya disiplin dan ikuti arahan dari pemerintah sebagai pihak yang mengomandoi perjuangan melawan Covid-19.

Yakin kita bisa melewati pandemi ini. Percaya Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan kita. Mari kita lewati masa-masa penuh ujian ini dengan bahagia. Yakin masa sulit akan berlalu dan berganti dengan kemudahan demi kemudahan.

Beberapa bulan ke depan adalah masa kita untuk memperbanyak doa, memohon agar dibukakan jalan terbaik oleh-Nya. Mempersiapkan bekal dan mental untuk melewatinya. Mulai membuat to do list apa-apa yang dibutuhkan dan melakukan apa-apa yang harus dilakukan saat ini. Perlahan namun pasti langkah ini akan terus diayunkan.

Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di depan sana. Tidak ada yang bisa menjamin semua akan berjalan sesuai dengan yang dipetakan. Tapi kita selalu percaya bahwa Allah Maha Baik dan rencana-Nya selalu lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Berbaik sangka dan terus berharap pada-Nya, itu saja modal terbaik kita saat ini. Selalu yakin Allah akan mewujudkan lebih dari apa yang kita pinta. Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’mannasiir. Laa haulawala kuwata illa billah!

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga