Skip to main content

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan.
Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab.
"niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.

Memang benar adanya. Niat baik jangan pernah sekali-kali ditunda-tunda. Segerakan, lakukan secepatnya ketika niat baik itu terlintas di hati. Ketika ada sedikit saja keraguan dan lintasan hati untuk menundanya, segera lawan dengan action melakukan kebaikan itu. Kalau tidak, yakinlah niat baik itu hanya tinggal keinginan yang boleh jadi tidak akan pernah menjadi nyata.
Senyum adalah bagian dari Kebaikan :)

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa kita harus menyegerakan niat baik, yaitu:
Pertama: Karena Kita Bukan Penguasa Waktu
Memang, kemungkinan masih panjang waktu terhampar di depan. Tapi, kita bukan pemilik waktu dan bukan penguasa waktu. Bahkan, waktu satu detik ke depan belum tentu milik kita. Kita juga tidak mungkin mengendalikan perjalanan waktu. Lalu, siapa yang bisa menjamin bahwa kebaikan yang kita niatkan bisa terealisasi jika tidak disegerakan? 
Jadi, yang bisa kita lakukan sebagai mahluk yang dianugerahkan alokasi waktu yang sangat terbatas adalah bersegera memanfaatkan setiap jenak waktu dengan maksimal. Jangan pernah berpikir, "saya masih ada waktu, saya masih punya waktu, saya masih memiliki banyak kesempatan."
Ya mungkin, mungkin kita memang masih punya banyak waktu untuk merealisasikan niat baik itu. Tapi, bukankah tanggung jawab kita yang lain juga masih banyak? Bukankah, kebaikan-kebaikan lain juga sudah mengantri untuk segera direalisasikan?
Sebab wahai diri yang selalu berdalih dan gemar menunda-nunda kebaikan, waktu yang kita punya sangat terbatas. Karena itu, bergegaslah, bersegeralah! Sebelum semua kesempatan itu melayang.

Kedua: Begitu Banyak Musuh yang Tidak Menginginkan Niat Baik Itu Terlaksana
Niat baik yang terlintas di hati adalah amal kebaikan yang akan meninggikan derajat kita di hadapan Sang Khalik dan Mahluk.  Besarnya efek dari kebaikan itu, sebanding dengan besarnya halangan dan rintangan yang akan kita hadapi. Mulai dari musuh abadi manusia (syetan) yang tidak akan pernah rela kita bersegera melakukan kebaikan. Dia akan berjuang pol polan untuk meniupkan rasa was-was, rasa malas dan membujuk hati kita untuk menunda-nunda kebaikan tersebut. Sehingga, tanpa kita sadari sedikit demi sedikit ghiroh untuk melaksanakan niat baik tersebut menguap dari diri kita.
Jadi, jangan tunda lagi untuk merealisasikan niat baik. Bersegeralah! Jangan beri peluang pada musuh abadi kita untuk meniupkan jurus-jurus saktinya untuk melemahkan hati kita.Sebab, menunda kebaikan sama artinya dengan memberi peluang pada mereka untuk melemahkan niat di hati kita.

Ketiga: Menyegerakan Kebaikan Berarti Kita Sedang Mengundang Keberuntungan
Setiap satu kebaikan akan mengundang kebaikan-kebaikan lain untuk menghampiri kehidupan kita. Begitulah sunnatullahnya. Setiap kebaikan yang datang tanpa kita berniat untuk mendapatkannya disebut dengan keberuntungan. Tidak semua orang bisa mendapatkan keberuntungan yang sama. Hanya mereka-mereka yang terpilih saja yang bisa mendapatkannya. Yaitu, mereka-mereka yang telah mengundang keberuntungan tersebu dengan kebaikan-kebaikan yang disegerakan. Jadi, segerakanlah setiap lintasan niat baik! Agar, pintu-pintu keberuntungan itu semakin terbuka lebar di hadapan kita.

#Selfreminder
Untuk diri yang masih sering menunda-nunda niat baik

Comments

  1. Nice share, Mak. Terima kasih sudah mengingatkan. Semoga kita termasuk orang2 yg menyegerakan kebaikan, aamiin

    ReplyDelete
  2. bener banget, jangan menunda2, saya pernah menunda karena merasa tidak sempat, akhirnya malah saya merasa kurang beruntung sering sial, makanya segerakanlah untuk kebaikan

    ReplyDelete
  3. Insya Allah, terima kasih mengingatkan. Kadang ada rasa tak enak jika nilai kebaikan kita beda dg teman2 dekat kita sehingga sering menunda padahal kita bakal menghadap Allah sendiri2.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga