Skip to main content

Khayalan-khayalanku Tentang Rumah Impian

Boleh dibilang aku adalah anak rumahan. Senang sekali tinggal di rumah. Bagiku rumah adalah tempat yang paling nyaman dan menyenangkan. Namun, di rumah bukan berarti aku tidak menghasilkan apa-apa. Justru di rumahlah aku bekerja untuk menjemput rezeki dan menghasilkan berbagai karya.
Karenanya, aku selalu berkhayal untuk membangun sebuah rumah impian. Aku membayangkan di rumah impian tersebut nantinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sedang saja. Dilengkapi dengan ruangan-ruangan sebagaimana rumah pada umumnya, namun ada satu yang membedakan rumah impianku dengan rumah-rumah lain. Yaitu memiliki ruangan khusus seluas minimal 4 x 4 meter sebagai ruang karya. Nah, ruangan ini akan menjadi tempat bagiku untuk merenung, mencari ide, menulis dan menghasilkan karya-karya positif bersama notebook mungil yang selalu setia menemaniku.
Tidak hanya itu, Aku juga berkhayal di ruangan itu saya tidak ingin sendiri. Aku ingin mengajak perempuan-perempuan lain berkarya di sana. Ya, Aku berkhayal sekalipun hanya bergerak dari rumah saya ingin ada orang lain yang berhasil saya rangkul. Bersama-sama berkarya dan berdaya. Ya, saya ingin menjadikan ruangan itu sebagai ruang karya, ruang kerja --jika tidak bisa disebut ruang kantor-- bersama perempuan-perempuan lain. Di sana saya mengajak mereka menulis, ngeblog, dan menghasilkan karya-karya positif yang tidak hanya menghabiskan waktu, tapi juga menghasilkan uang untuk diri dan keluarganya.
Aku juga berkhayal rumah impianku adalah rumah yang hijau. Artinya, pekarangan rumah impian itu harus hijau dan produktif. Sekeliling rumah impian tersebut penuh dengan tanaman cabe organik. Tanaman cabe itu tumbuh subur dengan buahnya yang besar-besar dan segar. Setiap sore aku akan duduk manis di beranda bersama keluarga kecilku sambil minum teh :) Pasti sangat menyenangkan sambil melihat tanaman cabe dengan buah yang mengangguk-angguk takzim dari tangkainya.
Saya juga berhayal rumahku adalah zero waste home. Artinya rumah impianku haruslah rumah yang bersih bebas sampah. Sampah anorganik seperti kertas, kaleng, botol dan plastik didaur ulang, yang laku dijual akan dijual atau digunakan lagi. Sementara sampah organik akan diolah menjadi pupuk cair organik dengan menggunakan teknologi biokomposter. Nah, pupuk cair organik ini kemudian dialirkan ke lahan cabe dengan mengunakan selang infus. Sehingga terlihat modern dan bersih hehe.....
Aaah..berkhayal itu memang indah. Apalagi menghayalkan rumah impianku nan hijau, nyaman dan dipenuhi oleh orang-orang yang kreatif dan produktif. Semoga suatu saat ini tidak hanya sekedar hayalan. Akan tetapi menjadi nyata meski harus tertatih untuk mencapai ke sana ihiiy....:)
Ini hayalanku, mana hayalanmu..??

Comments

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga