Skip to main content

Kuliner: Sate Padang


Sumber: Tabloid Nova edisi 1207/XXIV
Kuliner: Sate Padang

Bahan:
1 liter air
250 gram daging, rebus dan potong-potong kotak kecil ukuran 1 cm
500 gram lidah sapi rebus, kupas dan potong kotak ukuran 1 cm
5 sdm minyak goreng
2 btg serai dan 2 cm lengkuas, memarkan!
1 lembar daun kunyit

Bahan Saus
50 ml tepung beras dilarutkan dalam 250 ml air
50 gram kacang tanah yang sudah digoreng dan ditumbuk kasar

Bumbu halus:
5 bh cabai merah
9 buah bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdt lada
2 sdt ketumbar
¼ sdt jintan
4 cm kunyit
2 sdt garam

Pelengkap                                                                           
Ketupat
Bawang goreng

Cara membuat:
·         Rebus air, daging, lidah, minyak goreng, bumbu halus, serai, lengkuas dan daun kunyit sampai daging lunak.
·         Angkat daging dan lidahnya lau tusuk dengan tusuk satai.
Cara Membuat Saus:
Kentalkan sisa kaldu dengan memasukkan larutan tepung beras. Aduk larutan tersebut hingga masak, ditandai oleh timbulnya letupan-letupan kecil pada larutan. Tambahkan kacang tanah tumbuk, kemudian aduk hingga berminyak.
Cara penyajian:
Bakar sate pada bara api hingga berbau harum. Angkat, lalu hidangkan bersama nasi ketupat atau lontong. Siram sate dan potongan ketupat dengan saus, lalu taburkan bawang goreng di atasnya.


Comments

  1. Tengkiyu resepnya Mbak, cobain ahhh... ^_^

    ReplyDelete
  2. bedanya sama sate madura, dagingnya sapi, n yang ini direbus dulu ya mak, eh sausnya juga beda

    ReplyDelete
  3. @Oci Ym: aiih yuk dicobain mbak, aku dah coba. Alhamdulillah kurang pedes hehe...
    @Rahmi A: Ngak harus daging sapi mbak, daging ayam atau kambing juga boleh. Iya, yang bikin beda sausnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.