Skip to main content

Cegah Stunting untuk Lahirkan SDM Unggul

sehatnegeriku.kemkes.go.id
Cegah Stunting - SDM Unggul Indonesia Maju. Jargon ini mengandung pesan bahwa Indonesia harus memiliki generasi muda berkualitas agar bisa membawa negeri ini lebih maju ke depannya. Nah, bicara tentang generasi berkualitas, tentunya tidak lepas dari tumbuh kembang anak bukan?

Adalah mustahil berharap lahirnya generasi unggul, sementara tumbuh kembang anak-anak bangsa tidak optimal. Untuk itulah, pemerintah berupaya keras menjalankan berbagai program kesehatan yang difokuskan untuk menunjang tumbuh kembang anak-anak bangsa.

Nah, salah satu fokus pemerintah untuk memastikan lahirnya generasi unggul saat ini adalah pencegahan stunting. Hal ini bertujuan untuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal baik secara fisik maupun psikis.

Apa Itu Stunting?

Ya, mungkin sebagian dari kita sudah sangat familiar dengan istilah ini. Namun, tak sedikit juga diantara kita yang masih asing dengan istilah stunting. Jadi, untuk cegah stunting kita perlu tau dulu apa itu stunting?

Dikutib dari laman depkes.go.id (07/04/2018) stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis disebabkan minimnya asupan gizi dalam waktu yang lama dan berakibat pada gangguan pertumbuhan anak yang terlihat dari tinggi badan anak yang jauh lebih pendek (kerdil) dari pada anak seusianya.

Banyak orang tua yang tidak paham bahwa anak pendek tidak selalu karena faktor genetik. Dalam banyak kasus anak pendek merupakan salah satu tanda adanya masalah kurang gizi kronis pada anak tersebut. Terlebih jika si anak masih berumur di bawah 5 tahun.

Seringnya, karena orang tua beranggapan bahwa tubuh anak yang pendek merupakan faktor keturunan. Sehingga dianggap itu hal yang biasa dan cenderung diabakan. Sehingga tidak ada upaya serius untuk mencegah atau menanggulanginya.

Nah, dalam rangka upaya untuk melahirkan generasi muda yang berkualitas, ayo kita mulai aware dengan masalah stunting ini!

Bahaya Stunting

Kenapa sih kita perlu cegah stunting?

Tau ngak sih, stunting merupakan ancaman serius bagi upaya dalam melahirkan SDM unggul. Dan secara tidak langsung juga berdampak terhadap daya saing bangsa ke depannya. Karena, anak-anak yang stunted tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, dalam jangka panjang perkembangan otak dan kesehatan fisiknya secara keseluruhan juga akan terpengaruh.

Dilansir dari halaman hellosehat.com, ada banyak resiko kesehatan yang mengancam anak-anak yang stunted dalam jangka panjang. Diantaranya yaitu:
  • Anak stunted akan mengalami kesulitan belajar disebabkan oleh terhambatnya perkembangan otak anak.
  • Kemampuan kognitif anak juga rendah
  • Anak gampang lelah dan gerak fisiknya juga tidak selincah anak seusianya.
  • Memiliki sistem imun yang lemah sehingga beresiko terserang penyakit infeksi di kemudian hari.
  • Memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, kanker dan lainnya di usia dewasa.

3 P untuk Mencegah Stunting

Setelah melihat pengertian dan bahaya stunting di atas, kita diingatkan akan pentingnya upaya pencegahan stunting ini. Selanjutnya yang jadi pertanyaan adalah apa yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting ini?

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Nila Farid Moelok sebagaimana dilansir laman depkes.go.id (07/04/2018) menyebutkan bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu (1) perbaikan pola makan, (2) perbaikan pola asuh, dan (3) perbaikan sanitasi dan akses air bersih. Tiga poin upaya pencegahan stunting ini selanjutnya kita singkat dengan 3P.

Perbaikan Pola Makan. Kasus stunting dipicu oleh rendahnya asupan jumlah dan kualitas gizi makanan yang dikonsumsi. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan asupan makanan yang beragam, bergizi dan berimbang sejak masa kehamilan. Pastikan makanan yang dikonsumsi dalam piring saji keluarga kita mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, penting untuk memperbanyak konsumsi protein sangat dianjurkan. Namun jangan lupa untuk tetap mengkonsumsi sayur dan buah sebagai sumber vitamin yang penting untuk kesehatan. Dalam satu piring saji makanan idealnya berisi setengah piring sayur dan buah, setengah piringnya lagi berisi makanan sumber protein (baik nabati ataupun hewani) yang proporsinya lebih banyak dari pada makanan sumber karbohidrat.

Perbaikan Pola Asuh. Aspek perilaku terutama pola asuh ternyata juga mempengaruhi stunting ini. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting terkait dengan perbaikan pola asuh ini antara lain, yaitu:
  • Memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi pada remaja, khususnya remaja putri yang merupakan cikal bakal calon ibu. Calon ibu penting memahami pentingnya pemenuhan gizi saat hamil, memeriksakan kehamilan dan konsultasi kesehatan kandungan selama masa kehamilan ke fasilitas kesehatan.
  • Melakukan proses persalinan di fasilitas kesehatan atau ditangani oleh petugas kesehatan
  • Melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan memberikan ASI ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan.
  • Melanjutkan proses pemberian ASI hingga bayi berumur 2 tahun dengan didampingi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  • Rutin membawa anak ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap.

Perbaikan Sanitasi dan Akses Air Bersih. Sanitasi yang kurang baik dan akses terhadap air bersih yang rendah akan meningkatkan resiko ancaman penyakit infeksi pada anak. Ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ana. Untuk itu perlu perbaikan sanitasi pada lingkungan tempat tinggal. Selain itu perlu juga membiasakan keluarga untuk cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan tidak membuang air besar sembarangan.

Pemahaman orang tua khususnya ibu dalam mengatur pola asuh dan gizi keluarga akan berpengaruh signifikan terhadap kesehatan keluarga, terutama tumbuh kembang anak. Untuk itu, para ibu, calon ibu dan keluarga secara keseluruhan perlu terus belajar untuk mengubah perilaku ke arah peningkatan kesehatan gizi keluarga khususnya ibu dan anak. Jika hal ini sudah dijalankan maka cita-cita kita untuk melahirkan SDM unggul bebas stunting akan tercapai.

Mari bersama-sama kita cegah stunting dengan mengubah perilaku dan peduli dengan gizi dan kesehatan keluarga.

Comments

  1. Lawan stunting! Edukasi sebanyak2nya kudu terdistribusi dgn baik, utamanya ke ibu2 muda.
    Supaya tdk ada stunting lagi di republik ini
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Stunting itu jadi isu hangat sekarang ya.. Pernah dibawa di debat cagub... Tapi ini tanggung jawab orang tua juga buat lebih aware terkait isu ini

    ReplyDelete
  3. Sebagai orang tua, memang perlu ikhtiyar maksimal untuk tumbuh kembang anak-anak. Aku merasa kurang maksimal memperhatikan pola makan anak keduaku. setelah membaca ini sedikit terbuka wawasan tentang pola makan anak.

    ReplyDelete
  4. Perbaiki pola makan, pola asuh dan kebersihan sanitasi ya, oke noted.
    Anak yang stunting juga kasihan jadinya, karena bisa jadi obyek bullyan teman-temannya. Ibunya juga bisa jadi obyek bullyan para tetangga

    ReplyDelete
  5. Penting banget mencegah stunting. karena bukan cuma urusan sekarang... dampaknya jangka panjang ya..

    ReplyDelete
  6. Indonesia ini kayaknya mengalami 2 masalah kesehatan anak, ya. Ada yang stunting, tetapi ada juga yang obesitas. Harus kita atasi bersama demi masa depan anak-anak

    ReplyDelete
  7. nyatanya banyak yang bisa membahayakan tumbuh kembang anak jika anak tersebut stunting ya.

    ReplyDelete
  8. PR banget buat Indonesia ya masalah stunting ini, para orangtua harus banyak diedukasi ya, karena ternyata dari golongan mampu pun ada yang stunting karena ketidak tahuan itu

    ReplyDelete
  9. Dulu aku kira masalah stunting ini gak ada lagi di negara kita. Tapi pas ikut seminar dari kemenkes, ternyata data stunting masih banyak. Miris juga ya. Butuh partisipasi semua kalangan untuk bisa ngatasi masalah stunting. Sebab banyaknya, golongan bawah yang mengalami. Di mana menerapkan 3P buat mereka tidak semudah yang dibayangkan.

    ReplyDelete
  10. Sosialisasi stunting sedang digalakkan di negeri kita, ya..
    Semoga pengetahuan masyarakat bisa semakin bertambah dan generasi muda bangsa ini bisa lebih berkualitas

    ReplyDelete
  11. Bener ya klo dah stunting ngeri bnget akibatnya krcerdasan mnurun pertumbuhan bermasalah smoga Kita semua tercegar dr stunting ya mba

    ReplyDelete
  12. Sebagai calon ibu, informasi ini sangat berguna bagi saya mba, khususnya stunting, aq gak mw kelak dede bayi tumbuh dlm keadaan stunting

    ReplyDelete
  13. Menarik nih pembahasannya. Ttg stunting. Kadang akutuh masih rada bingung membedakan mana yg mmg pertumbuhan anak menurun dr genetik orang tuanya mana yg mmg stunting.

    ReplyDelete
  14. Stunting tuh sekarang semacam momok banget gak sih? Soalnya aku pun masih suka parno, apalagi belum lama temanku curhat soal stunting.

    ReplyDelete
  15. tiap hari diingatkan ama ini nih, ada poster gede di kantorku lengkap ama piringku, jadi makin paham soal stunting ini, kita ortu perlu kreativitas dan usaha buat anak mau makan yah

    ReplyDelete
  16. Stunting memang bahaya banget ya mak.bukan hanya bagi si anak dan keluarganya tapi kita semua akan kehilangan generasi gemilang jika stunting enggak segera dicegah

    ReplyDelete
  17. Ada tesnya gak yaa...kalau anak terdeteksi stunting?
    Akupun gak tinggi-tinggi amat, jadi terlalu santai dan berpendapat bahwa tinggi itu keturunan.

    ReplyDelete
  18. Catet! Sebagai calon Ibu kudu tahu ini dan wajib cegah stunting bahkan saat di masa kandungan juga. Kalau anak sehat, kan kita sendiri yang hepi

    ReplyDelete
  19. Istilah stunting ini baru saya dengar baru-baru ini saja. Walaupun memang gejalanya sendiri sudah sejak dulu ada. Beberapa tahun yang lalu sepanjang mengurus balita meskipun browsing sana-sini belum pernah membaca istilah stunting ini. Atau mungkin saya browsingnya kurang jauh. Dulu istilah yang dikenal mungkin gizi buruk saja ya Mbak atau memang di depkes sudah disosialisasikan sejak lama?

    ReplyDelete
  20. Setujuuu
    Sosoalisasi dan edukasi bagi para ibu, calon ibu dan keluarga secara keseluruhan perlu dengan terus belajar dan mengubah perilaku ke arah peningkatan kesehatan gizi keluarga khususnya ibu dan anak.

    Dan memang benar jika hal ini sudah dijalankan maka cita-cita kita untuk melahirkan SDM unggul bebas stunting akan tercapai. 
    Semogaaa..dan kita bisa memulai dari diri kita ya Mbak

    ReplyDelete
  21. Bener banget mbak, stunting kudu dilawan, bahkan sejak si ibu merencanakan kehamilan gtu yaa. Harus udah dipenuhi gizi ibunya selama kehamilan dengan baik, lalu saat si bayi lahir dapat ASI dan vaksin, diberi MPASI yang bernutrisi dll

    ReplyDelete
  22. Aku tuh suka khawatir, anakku stunting ga ya, soalnya dia ga begitu tinggi. Eh tapi dia masih lincah sih. Paling khawatir itu kalau dia udah mogok makan, huhu, sedih. Mana sampai sekarang dia agak susah skali disuruh makan sayur.

    ReplyDelete
  23. Semoga anak-anak indonesia bisa lepas dari gizi buruk dan stunting ya...

    ReplyDelete
  24. perbaiki pola makan ialah yg utama. jadi ibu harus kreatif yak biar anak bs doyan dan makanan yg masuk pun bergizi seimbang

    ReplyDelete
  25. Aku ngeri-ngeri sedap sama stunting karena anakku sempat BB nya stag 7 kilo dari usia 1 tahun sampe 1 tahun 5 bulan, ga ada kenaikan, grafiknya bawah, alhamdulillah sekarang sudah membaik soalnya dampaknya parah juga,,, mungkin tambahan dariku yaitu perlu tes alergi juga untuk anak karena makanan yang sesuai juga lebih mendorong pertumbuhannya,,, gak cuma dikasih makan banyak dan bergizi tanpa tau yang sesuai pencernaan gimana, gitu sih

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Keutamaan Puasa Syawal yang Kita Perlu Tau

Masih suasana bulan Syawal, ngak ada salahnya dong saya kembali membahas tentang puasa Syawal. Tulisan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang puasa Syawal. Kali ini saya akan berbagi informasi tentang keutamaan puasa Syawal. Harapannya dengan pembahasan ini kita semakin termotivasi untuk mengerjakan amalan sunnah satu ini.