Skip to main content

15 Menit Menulis Bebas Setiap Hari


Source: http://www.annida-online.com
Sahabat pembaca, pasca lebaran saya bertekad dalam hati untuk kembali memperbaiki manajemen waktu menulis. Saya sadar, sekarang banyak amanah lain yang disampirkan di pundak ini. Mulai dari amanah pekerjaan di PKH, amanah-amanah lain di masyarakat, hingga tugas-tugas rutin di rumah. Meskipun demikian, saya ingin tetap menulis tanpa harus mengabaikan amanah yang ada.

Untuk menjaga semangat menulis saya menetapkan sebuah resolusi pagi ini. Apa resolusi itu? Yakni ’15 Menit Menulis Bebas Setiap Hari’.

Source: http://4muda.com
Saya berharap dengan resolusi ini saya konsisten menulis setiap hari, minimal 15 menit. Setiap hari saya mewajib diri untuk menulis bebas selama 15 menit, tanpa diedit. Menulis bebas apa saja yang ada dalam pikiran saya saat itu. Kalau mentok tidak ada ide, saya harus bisa memaksa tangan saya untuk menuliskan apa saja yang saya rasakan saat itu. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menulis karena tidak ada ide. Saya harus menciptakan ide itu sendiri dalam pikiran saya. Semua hal yang saya lihat, dengar dan rasakan harus bisa menjadi ide untuk menulis bebas.

Saya menetapkan waktu menulis bebas ini adalah di pagi hari ba’da sholat subuh. Waktu subuh menurut saya adalah waktu yang efektif untuk menulis. Karena pikiran masih segar setelah beristirahat panjang malamnya. Selain itu, suasananya juga tenang, jauh dari gangguan, bebas dari keributan dan suara televisi yang mengganggu. Sehingga saya bisa menulis dengan fokus.

Nah, sahabat pembaca inilah resolusi menulis saya pasca lebaran ini. Sederhana saja, hanya ingin membiasakan diri menulis bebas 15 menit setiap hari. Semoga, resolusi sederhana ini bisa saya jalankan dan memberikan manfaat positif bagi diri. Terutama untuk meenjaga konsistensi saya dalam menulis. Nah, bagaimana dengan kamu sahabat? Apa resolusimu pasca lebaran ini?

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga