Skip to main content

Sejenak Mengenang Indahnya Kebersamaan

Waktu berputar begitu cepat. Tanpa peduli apakah kita mengikutinya dengan santai atau terengah-engah. Namun bagaimana pun waktu adalah teman yang akan membawa kita dari masa ke masa. Menemani kita dalam suka dan duka, gelak tawa dan air mata.
Bersama perputaran waktu kebersamaan kita sampai juga pada titik ini. Titik di mana kita diingatkan tentang bilangan waktu yang telah dilewati. Tidak terasa, bilangan waktu itu semakin besar sebagai penanda usia kebersamaan kita.

Apa yang telah kita dapatkan dari kebersamaan ini?
Ayolah sejenak melihat ke belakang jalan setapak yang sudah kita lewati bersama. Begitu banyak kenangan yang sudah kita lukiskan. Ada kenangan indah yang membuat kita tersenyum manis. Ada kenangan pahit yang membuat kita, menghela nafas berat. Semua adalah pelajaran berharga bagi kita untuk melangkah ke depan. Ambil hikmah dari setiap cerita yang pernah kita lewati bersama.


Sahabat....
Ingatkah kalian, 
Banyak hal yang menghiasi kebersamaan kita. Belajar bersama, makan bersama, bermain bersama, tertawa bersama, bertengkar hebat, bahkan menangis bersama pun pernah kita lalui.
Begitu juga dengan perjalanan yang sudah kita lewati. Blusukan ke berbagai tempat yang selalu menyisakan gelak dan tawa ketika mengingatnya. 



Ingatkah kalian..?
Blusukan ke pasar-pasar besar di inhu sampai kaki penat pernah kita lalui
Blusukan di sawah hingga kehilangan sendal pernah terjadi
Bahkan blusukan mencari makan dan pulang di tengah hujan lebat berangin pun menjadi kisah seru kebersamaan kita.
Dan sekarang adalah momen pertambahan usia kebersamaan kita.
Rencana perayaan jauh-jauh hari sudah kita rancang dengan matang 
Dana dan konsep acara sudah siap, tinggal eksekusi.
Tapi apa yang terjadi?
Hanya tinggal hitungan hari menjelang hari-H
Tiba-tiba..., semuanya buyar hanya karena kesalah pahaman kecil...
Semua berawal dari satu kata yang berkembang menjadi cerita dan berujung fitnah.

Sedih?
Kecewa?
Pasti, tapi semua itu jangan sampai menghancurkan kebersamaan ini. Apa yang terjadi terakhir ini hanyalah sandungan kecil yang menguji kekuatan cinta kita di kelompok ini. Ingatlah, kita pernah melewati sandungan yang jauh lebih besar dari ini. Toh kita tetap bisa melewatinya dengan senyum dan tawa kembali.

Insya Allah hari ini kita tetap kumpul bersama, makan bersama, dan tertawa bersama. Mengumpulkan kembali apa yang terserak, merajut kembali yang sempat terurai dan menyembuhkan kembali jika ada yang terluka. Tidak ada yang buruk, semua akan menjadi pelajaran berharga bagi kita.

Happy Milad Kelompok Dasa Wisma Wanita Kreatif Desa Baturijal Barat. Semoga tetap kompak dalam kebersamaan. :)

Comments

  1. itu tagonian ya ? kalau di sunda namanya tagoni kan ? hhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh kurang tau mbak, sy ngak ngerti bahasa sunda hehe. btw, thanks ya udah mampir dan komen :)

      Delete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.