Skip to main content

Menyembuhkan Luka



Jika suatu ketika anggota tubuh terluka cukup dalam, kita pasti akan merasa sakit yang teramat sangat. Perih dan pedih yang menyayat syaraf-syaraf perasa. Rasa sakit itu sampai-sampai tidak sempat memberi kita waktu untuk berfikir bagaimana cara untuk mengatasi luka yang berdarah-darah itu. Bersyukur kita memiliki saudara dan sahabat yang masih bersimpati pada kita. Mereka rela meluangkan waktu mereka untuk membalut luka yang menganga, bahkan mengantarkan kita ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Tapi, luka tidak akan sembuh dengan seketika. Penanganan yang diberikan hanya berfungsi untuk mencegah luka berdarah lebih banyak dan parah. Kulit yang terluka masih dalam kondisi terkoyak dan rentan untuk berdarah lagi. Butuh waktu untuk menyembuhkan luka itu agar kembali baik seperti sediakala. Tidak hanya waktu, luka juga membutuhkan pengobatan dan perlindungan agar proses penyembuhannya berlangsung dengan cepat.
Luka mungkin saja akan kembali berdarah ketika terbentur dengan benda keras. Luka juka mungkin akan mengalami infeksi jika tidak diobati dengan telaten. Luka yang dalam memang sangat rentan berdarah ketika bersinggungan dengan sesuatu.
Demikianlah tamsil dari hati yang sempat mengalami luka yang dalam. Tidak gampang untuk memulihkannya seperti sedia kala. Mungkin akan mustahil kembali seperti semula. Tidak hanya bekasnya yang akan menjadi pengingat lara yang pernah dilewati. Bagian yang terluka juga akan rentan kembali berdarah karena sebab gesekan kecil yang tidak kita sadari.
Ya, luka hati yang dalam tidak hanya membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya. Ia juga membutuhkan perlindungan agar tidak kembali kambuh karena gesekan atau singgungan sekecil apapun. Hindarkan luka dari gesekan benda asing. Hindarkan juga luka dari siraman air yang terlalu sering. Sebab, luka membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk kembali pulih..
Karenanya, ketika kita bertemu dengan hati yang luka janganlah sok jadi pahlawan untuk menyembuhkannya sebelum paham dengan sosok dan penyebab luka itu. Karena, hati yang terluka cenderung sangat sensitif. Boleh jadi, treatmen yang kita lakukan bukannya menyembuhkan luka tapi malah menyebabkan luka kembali berdarah.
Berilah si terluka ruang dan waktu untuk memulihkan dirinya sendiri bersama Rabb-nya. Jangan pernah membuka cerita tentang luka di hadapannya. Karena itu bisa menjadi sebab terkoyaknya bekas luka yang sedang berjuang untuk sembuh. Tahukah kamu? Luka di atas luka jauh lebih menyakitkan. Jauh lebih sulit untuk disembuhkan.
Terkadang mendiamkannya adalah tindakan yang tepat. Mendiamkan bukan berarti tidak peduli. Justru, mendiamkan adalah salah satu bentuk empati. Karena kita sedang memberi waktu pada luka untuk memulihkan dirinya sendiri.
Biarkan hati itu merintih dan mengadu pada Tuhan-Nya. Pada waktunya Dia yang Maha Memiliki setiap hati akan menyembuhkan luka itu dengan sempurna. Dia akan menggantikan rasa sakit dengan rasa syukur yang tak terhingga. Dia juga yang akan membentangkan hikmah dan pelajaran berharga dari cerita lara yang pernah ditangisi.

Comments

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.