Skip to main content

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 
Di lain waktu kamu sedang galau, tiba-tiba Allah menggerakkan kakimu untuk mendatangi seorang sahabat. Setelah ngobrol panjang lebar, tiba-tiba entah dari mana awalnya terselip di obrolan tersebut kata-kata yang mampu mengobati kegalauanmu.
Atau, suatu ketika kamu sedang gundah, tiba-tiba masuk sebuah pesan dari sahabat lama di inbox HP-mu yang isinya mampu menghalau semua gundah yang ada.
Pernahkah kamu mengalami hal-hal seperti di atas? Saya sering! Terkadang saya sering takjub dengan kenyataan-kenyataan seperti itu. Kok bisa pas ya? Rasanya mustahil materi yang disampaikan di acara itu dipersiapkan khusus untuk saya. Tapi kok bisa pas seperti itu. Rasanya mustahil sahabat lama saya tahu kondisi hati saya saat ini. Padahal orang-orang yang ada di sekeliling saya saja tidak tahu. Tapi kok ya justru dia yang mengirimkan pesan spesial yang sangat ngena di hati. 
Ya, mungkin inilah bagian dari rahasia Allah yang Maha Mengetahui setiap lintasan hati hamba-Nya. Dia ingin menghibur kita dengan cara-Nya yang tak terduga.
Saya yakin dan percaya bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita adalah atas kehendak Allah. Semua kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan dalam hidup ini adalah buah dari doa panjang dan secuil amal sholeh yang kita lakukan.
Saya yakin, sesuatu yang saya anggap kebetulan itu adalah cara Allah menghibur saya dengan cara yang sangat lembut dan indah. Ketika saya punya masalah Allah dengan Rahman dan Rahimnya menuntun kaki saya untuk mendatangi orang dan tempat yang tepat. Melalui lisan orang-orang pilihan tersebut Allah menghibur saya, menasehati saya dan memberi jawaban atas masalah-masalah saya. Melalui lisan mereka, saya merasa Allah sedang berbicara secara pribadi dengan saya. Sangat dekat, sangat ngena, terkadang membuat saya tak mampu menahan bulir bening mengalir di sudut mata. Ya Allah kasih sayang-Mu sungguh nyata. Nikmat-Mu yang mana lagi yang pantas aku dustakan.
Saya juga yakin dan percaya Allah yang Maha Pengasihlah yang menuntun hati dan lisan orang-orang pilihan tersebut untuk memberikan materi yang tepat. Sebagaimana halnya Dia juga yang menguatkan langkah saya untuk menghadiri majlis itu. Sehingga, majlis yang penuh dengan keberkahan tersebut menjadi majlis yang sangat berarti. Kembali menguatkan hati-hati yang lemah.
Demikian juga halnya dengan pesan penuh nasehat yang masuk dalam inbox handphone pada waktu yang tepat. Saya yakin, Allah lah yang telah menuntun tangan dan hati pemiliknya untuk mengetik pesan dan mengirimkannya pada orang yang tepat. Karena Allah sebaik-baik pembuat skenario kehidupan. 
Karenanya, La Tahzan wahai hati-hati yang lemah. Berbaik sangkalah pada-Nya. Karena Allah Tuhan yang Maha Pemurah, mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di sudut hati. Berbaik sangkalah pada-Nya, karena sungguh Dia sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.

#Nasehat Spesial untuk Diri 

Comments

  1. sering banget gitu mak, bahkan kata-kata indahnya selalu terngiang-ngiang.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, indah banget ya mbak. Thanks mb Enci udah mampir dan menyempatkan waktu membaca celoteh sy :)

      Delete
  2. Cara Allah menyayangi kita memang unik ya Mak. Unpredictable pokoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mb @vhoy, Allah selalu memberi kt kejutan yg tak terduga. trimksh sdh mampir dan meluangkan waktu utk membaca :)

      Delete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.