Skip to main content

GIGO

Ada suatu ungkapan yang cukup menarik yang saya kutip dari sebuah buku (maaf lupa judulnya) "Garbage In Garbage Out" (GIGO), yang maknanya jika pikiran kita mengkonsumsi sampah maka yang keluar adalah sampah. Senada dengan guyonan teman saya ketika bersepeda di kompleks UNRI beberapa waktu yang lalu " Klo teko itu isinya teh, ya yang keluar tetap teh ngak mungkin sirrup"
Dua statemen ini mengingatkanku pada aktivitasku akhir-akhir ini. Bagaimana tidak? akhir-akhir ini banyak sekali informasi-informasi sampah yang mampir ke kepalaku. mmm... aku mengingat-ingat, kemaren sama teman-teman kos nonton sinetron Intan memang sinetronnya lucu sih tapi yah tau sendirilah jalan ceritanya. Tidak lebih dari permasalahan pacaran, hamil diluar nikah, kebencian dsb. mm... kemarennya mendengarin teman-teman ngrumpi, miskipun nggak ikut nimbrung tapi kan apa yang mereka bicarain tetap aja masuk ke kepala ini.
belum lagi berbagai informasi negatif lain yang diperoleh sepanjang hari baik sengaja maupun tak sengaja. Info-info postif mmmm.. hampir minim aku peroleh akhir-akhir ini. Ikut kajian pun sering telat.
Aku jadi berpikir mungkin ini yang menyebabkan daya analisaku menurun, cepat marah, mudah tersinggung dan sering uring-uringan sendiri. Kurang produktif dan waktu lebih banyak terbuang sia-sia untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.
Aku kembali teringat pada sebuah ungkapan bijak yang sungguh indah namun mengandung makna yang sangat dalam."Pikiran picik membicarakan orang, pikiran biasa membicarakan kejadian, namun pikiran yang besar akan membicarakan gagasan".
ya... mungkin pikiranku masih tergolong pikiran picik atau hanya biasa, sehingga untuk menciptakan gagasan-gagasan dan ide-ide brilian terasa sangat sulit sekali. Hmmm Astagfirullahal adhim ampunilah ya Allah kedholiman hamba terhadap diri hamba sendiri.
Alangkah sayangnya... waktu-waktuku hanya habis untuk memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Alangkah sayangnya pikiranku dipenuhi oleh sampah-sampah yang tak berguna.

Ya Allah terangilah hati dengan cahaya, pikiranku dengan cahaya dan jadikanlah aku cahaya.
===
Repost tulisan lama dari multiply
Dalam rangka boyongan dari www.barlanti.multiply.com

Comments

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.