Skip to main content

Merancang Design Pembelajaran


Berhubung Gdrive gagal terus ngunduh data, baik saya posting di sini saja.
Belajar bagamana caranya belajar. Demikian materi yang diterima pada minggu ke-5 materikulasi IIP kali ini. Ini materi yang luar biasa bagi saya. Melalui materi dan NHW #5 ini saya diajak untuk merevolusi cara belajar saya selama ini. Saya juga disadarkan bahwa proses belajar selama ini tidak lebih hanya sekedar proses mengumpulkan informasi secara membabi buta. Sehingga yang terjadi kemudian adalah tsunami informasi. Banyak, namun kurang bermanfaat.
NHW #5 ini benar-benar menantang bagi saya. Saya diajak untuk merancang sendiri design pembelajaran yang ‘gue banget’. Yakni, design pembelajaran yang benar-benar bisa membuat saya menikmati proses belajarnya, namun tetap mampu memberikan hasil yang maksimal nantinya. Ini sebuah tantangan besar bagi saya. Sebab, sebelum menerima tugas ini saya sama sekali buta dengan apa itu design pembelajaran. Bagaimana cara menyusunnya? Apa saja yang saya butuhkan untuk menyusun design pembelajaran? Poin-poin apa yang harus saya masukkan dalam design pembelajaran tersebut?
Setelah mencari informasi sana sini? Searching juga diinternet dan membaca kembali pelan-pelan materi pekan ke-5 ini, akhirnya saya mencoba merancang desain pembelajaran  berbekal rumus 5W1H. Berikut adalah coretan mind mapping yang saya gunakan untuk merancang design pembelajaran.
Coretan Mind Mapping

Berbekal rumus 5W1H dan coretan mind mapping di atas, saya kemudian merumuskan bahwa design pembelajaran yang akan saya buat nantinya harus memenuhi beberapa poin di berikut ini, yaitu:
Template Design Pembelajaran
Judul
memuat informasi tentang bidang ilmu atau pun sub bidang ilmu yang akan dipelajari.
Tujuan
memuat informasi tentang untuk apa judul bidang ilmu ini perlu dipelajari
Deskripsi
memuat informasi tentang penggambaran ringkas terkait judul
Materi
Memuat informasi tentang materi-materi apa saja yang akan dipelajari dalam judul ini.
Target
Memuat informasi tentang hal-hal yang diingin dicapai selama dan setelah proses pembelajaran.
Anggaran Biaya
Memuat informasi tentang estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan proses belajar ini.
Durasi
Estimasi lamanya waktu belajar
Waktu pelaksanaan
Estimasi jam, tanggal, bulan dan tahun pelaksanaan
Metodologi pembelajaran
memuat informasi tentang metode pembelajaran yang akan digunakan nantinya.
Pemateri
memuat informasi tentang guru expert, mentor atau pengajar yang akan ditemui atau didatangkan untuk belajar
Sumber bahan ajar
Memuat informasi tentang sumber materi atau bahan ajar yang akan dipelajari nantinya.
 

Yeay...akhirnya, template untuk design pembelajaran kali ini berhasil ditemukan. Tinggal memasukkan dan membreakdown setiap sub bidang ilmu yang akan dipelajari ke dalam templat tersebut. Dan ini juga bukan hal yang mudah. Bagi saya ini bukan tugas main-main atau sekedar melepas kewajiban sebagai peserta matrikulasi IIP Batch #4. Ini adalah salah satu ikhtiar saya untuk merancang masa depan yang lebih baik. Jadi, saya tidak mau menyusun design pembelajaran yang asal jadi.
Jujur, hingga hari ini saya belum berhasil membuat design pembelajaran yang ‘gue banget’ untuk bidang ilmu yang sudah saya pilih. Sekalipun saya sudah menemukan template-nya. Namun, saya merasa untuk mengisi template tersebut saya masih butuh berbagai pertimbangan dan perenungan mendalam. Sehingga, design pembelajaran yang saya buat nanti benar-benar mampu membuat saya menikmati proses belajar.
So, untuk NHW #5 ini saya ngaku baru bisa mengumpulkan template design pembelajaran ini saja. Semoga bisa dimaklumi

Comments

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.