Skip to main content

Seperti Melempar Bola Ke Dinding

Hidup ini seperti melempar bola ke dinding.” (Mak Eros dalam Sinetron Dunia Terbalik RCTI)
Kutipan di atas adalah salah satu dialog sarat makna yang saya suka dalam Sinetron Dunia Terbalik. Sebuah nasehat yang disampaikan oleh Mak Eros pada cucu-nya si Dedeh manis. Mak Eros mengingatkan pada cucunya itu bahwa hidup ini tak ubahnya seperti melepar bola ke dinding. Bola yang kita lempar akan kembali pada kita. Semakin keras kita melempar bola itu, maka akan semakin keras juga ia kembali pada kita.
Mak Eros dan Dedeh (credit: pictaram.com)
Setiap masalah, kebaikan atau apapun yang kita lemparkan pada orang lain suatu saat akan kembali pada kita. Semakin keras kita melemparkannya maka akan semakin keras juga ia kembali. Satu kebaikan yang kita lemparkan pada kehidupan orang lain akan kembali dalam bentuk kebaikan-kebaikan yang sama atau bahkan lebih dalam kehidupan kita. Demikian juga ketika kita melemparkan satu masalah dalam kehidupan orang lain, bersiaplah menerima lemparan masalah dalam kehidupan kita.
Ini bukan balas dendam, bukan juga karma. Namun, ini adalah sunnatullah yang berjalan secara alami dalam kehidupan ini. Para orang tua kita sudah mengamati, mengalami, mempelajari dan mengingat sunnatullah ini sepanjang usia mereka. Apa yang mereka ketahui, rasakan dan yakini tentang sunnatullah itulah yang kemudian hadir dalam bentuk nasehat-nasehat bijak yang disampaikannya pada kita anak cucunya. Namun terkadang kita abai dan cenderung menutup telinga dari nasehat-nasehat tersebut.
“Hidup itu seperti melempar bola ke dinding.”
Sebuah tamsil yang indah dan syarat makna. Mak Eros yang selalu tampil dengan wajah ucapan dan mimik waja serius seakan ingin mengingatkan kita agar berhati-hati dalam berucap, bersikap dan bertindak. Karena semua itu akan menjadi investasi dan semua akan kembali pada kita. Boleh jadi kita akan menerimanya di dunia, dan mungkin juga akan diterima di akhirat.
“Hidup ini seperti melempar bola ke dinding. Apa yang kamu lemparkan akan kembali pada dirimu”
Nasehat indah dari Mak Eros ini ngena banget dan sangat pantas untuk direnungkan. Boleh jadi, kebaikan yang kita terima saat ini adalah pantulan dari kebaikan-kebaikan yang kita lemparkan pada sesama. Demikian juga dengan masalah dan hal-hal buruk yang hadir dalam kehidupan kita hari ini tidak menutup kemungkinan itu semua merupakan pantulan dari masalah dan keburukan yang kita lemparkan pada kehidupan orang lain. Yah, hidup hidup ini sederhana, jika kita menginginkan selalu berada dalam atmosfer kebaikan maka lemparkanlah sebanyak-banyaknya kebaikan pada sesama. Jika tidak maka jangan salahkan takdir jika kemudian kita terperangkap pada atmosfer yang sebaliknya.
Ya, hidup ini sederhana tidak ubahnya seperti melempar bola ke dinding.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga