Skip to main content

Menjaga Sebuah Komitmen

"Jika memulai itu sulit, ketahuilah menjaganya jauh lebih sulit"

Setiap kali membuka dashboard blog ini, saya selalu tertegun. Teringat kembali bagaimana saya tergerak
Sumber Gambar: www.aacc.edu
untuk membuat sebuah laman blog. Keinginan untuk memiliki sebuah media online sebagai sarana untuk latihan menulis dan menebarkan kebaikan di dunia yang tanpa batas ini.
Tekad dan semangat kala itu sangat menggebu. Begitu membuncah. Saya membayangkan betapa menyenangkannya bisa menulis dan berbagi setiap saat. Blog ini merupakan media online yang siap mempublish tulisan kapanpun saya mau.
Namun, seiring perjalanan waktu ternyata semua tidak berjalan seperti apa yang dibayangkan. Bukan, bukan kendala teknis yang menyebabkan saya tidak bisa mempublish tulisan setiap hari. Bukan juga penghalang eksternal lain yang membatasi. Akan tetapi permasalahan itu justru datang dari dalam diri sendiri.
Ya, ternyata saya selalu membuat 'excuse' yang menyebabkan saya tidak menulis untuk blog ini.
Saya selalu beralasan tidak punya waktu untuk menulis, kenyataannya saya tidak menyempatkan waktu untuk menulis.
saya selalu beralasan tidak punya ide, kenyataannya saya tidak segera mengeksekusi setial lintasan ide yang hadir setiap saat.
Saya selalu beralasan tulisan saya kurang menarik, kenyataannya saya selalu ingin terlihat perfect.
Akibatnya, komitmen awal untuk mengisi blog ini terabaikan.
Ketika melirik daftar postingan di dashboard saya meringis, menertawakan kelalaian selama ini. Selama blog ini hidup, postingan yang menghiasinya bisa dihitung dengan jari. Kemana saja saya selama ini? Ya, memulai memang mudah, sangat mudah. Akan tetapi menjaga sebuah komitmen itulah yang sulit. Diperlukan tekat yang harus diperbaharui terus menerus. Diperlukan disiplin dan perencanaan tertulis yang harus dipatuhi. Dan sepertinya itulah yang saya lupakan selama ini.
Sekarang...
Ya, sekarang adalah detik dimana saya kembali disadarkan dari kelalaian ini. Sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk memperbaharui komitmen ini. Untuk mengembalikan fungsi blog ini sebagai sarana untuk latihan merangkai kata, mengikat makna. Kembali untuk menghidupkan blog ini dari mati surinya. 
Semoga tidak berlebihan jika saya berikhtiar untuk memulai kampanye one day one post untuk blog ini! Bismillah...

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Harus Bertahan dalam Kepungan Kabut Asap

Julyanidar, Semakin Aktif Ngeblog Setelah Bergabung Sebagai Mombassador SGM Explore

Riuhnya bencana kabut asap mulai mereda dan hujan mulai rajin menyapa bumi. Perubahan iklim yang ekstrim ini ternyata berdampak juga pada kesehatan. Demam dan gejala batuk mulai menyerang membuat ngak mood mau ngapa-ngapain.
Baca Juga: Ketika Bertahan dalam Kepungan Kabut AsapBanyak pekerjaan yang akhirnya terabaikan. Salah satunya yang ikut terdampak adalah postingan arisan link yang dimenangkan oleh Juliyanidar, seorang ibu muda dari Tanjung Morawa Kota Medan ini. Hingga berlalu dua minggu tulisan belum selesai. Nah, pagi ini bertekad menyelesaikan tulisan untuk postingan ini hingga tuntas.
Lebih Dekat dengan Julyanidar Julyanidar merupakan seorang blogger perempuan muda dari Tanjung Morawa, owner dari blog www.julyanidar.com. Perempuan kelahiran 21 Juli 1991 ini menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atas di Lubuk Pakan. Menjalani aktivitas sehari-hari sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan onlineshoper.

Sebagai blogger, perempuan yang hobi travelling ini sudah memulainya seja…

Berproses Menjadi Blogger Pro di Kelas Blogger Pemula Kartini Indonesia Bersama Bunda Mildaini