Skip to main content

#1Day1Ayat: Musibah itu..(QS. Al Baqoroh: 286)


äîi  ätî~fQ p #çBa  äi ätîe   Ú   ätRAp  vã  äBZm  êã [fb} v
änîæ<  Ù  äm  ýîË5ã  p ã   äînî~Bm lã   äîîm;5ãÒî%  v äînîæ<  Ú  #çB&îa  ã
Ùäînîfîç] oi  o};eã 2Q  uî&îfj1 äja   ã=Iã  äînî~fQ  gj2î% v p
Ú  äînîe=ZUã p  Ú   änQ [Qã p  Ù uæ äînîe  Ö]äÊ v äi änîfj2% v p änîæ<
 o}=Zbeã  h  q^îeã ûfQ äm=JmäY  äînîîeqi #m ã   Ú   änj1<ãp
ÄÙßÝ áÕ=^çeãÅ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqoroh: 286).

Untuk kesekian kalinya saya terdiam mengingat perempuan paroh baya itu. Single parent yang memiliki seorang anak berkebutuhan khusus. Anak laki-laki remaja lumpuh layuh tidak bisa jalan, tak bisa bicara hanya berbaring. Semua kebutuhannya harus dibantu mulai dari makan, mandi bahkan cebok.
Jika dipikir-pikir, untuk mengurus anak berkebutuhan khusus ini saja sudah menguras, waktu energi dan emosi. Namun, ternyata tidak itu saja yang harus ditanggung ibu ini. Beliau masih harus mencari rezki sendiri untuk keluarganya. Beruntung dua anaknya yang lain sudah berkeluarga, namun kehidupan mereka juga tidak lebih baik secara ekonomi.
Sesaat saya membandingkan kondisi saya dengannya. Meski bukan orang kaya, tapi hidupku jauh lebih beruntung secara ekonomi. Tidak juga harus merawat anggota dengan kebutuhan khusus. Hanya satu dua hari ini saja harus merawat ortu yang lagi sakit.
Namun karena kelemahan diri, Saya dengan ringannya mengeluh pada Allah.
“Ya Allah, mengapa harus Saya?”
"Musibah ini terlalu berat,"
Ayat di atas seakan menampar kesadaranku. Di mana letak keimananku jika masih juga mengeluh dengan setiap musibah yang dianugerahkan Allah? Bukankah Allah sudah menetapkan segala sesuatu sesuai kadarnya?
Musibah dan ujian adalah cara Allah untuk mendidik hambanya. Ketika Allah memberikan musibah dalam hidup, berarti Allah ingin kita berpikir dan berikhtiar untuk mengatasinya. Sehingga, kita semakin expert dalam hidup ini.
Jadi teringat pesan bijak dari ortu;
“Allah itu tidak akan pernah meletakkan beban pada bahu yang salah. Ketika Allah meletakkan beban di bahu kita, pasti sudah sesuai dengan kekuatan bahu itu untuk memikulnya.”
Ya Allah,
Sungguh saya malu mengingat semua keluh kesah yang pernah tersirat di hati dan terucap di lisan.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga