Sunday, May 31, 2020

, , , ,

Blogwalking, Silaturahmi Virtual yang Blogger Wajib Tau Manfaatnya

Blogwalking – Salah satu Wa Group blogger yang saya ikuti adalah WAG Kumpulan Emak-Emak Blogger. Group ini notifikasinya selalu ramai, terutama setiap hari senin dan kamis. Apa hal? Ternyata senin dan kami merupakan jadwalnya member group untuk setoran link postingan yang akan dikutkan dalam program blogwalking (BW) pekanan.

Program blogwalking ini banyak peminatnya. Satu kelompok blogwalking biasanya diikuti oleh maksimal 25 link blogpost. Jika sudah memenuhi batas maksimal tersebut maka kelompok BW ditutup. Jika masih banyak member yang ingin ikut kelompok BW akan dibuka pendaftaran untuk kelompok blogwalking kedua dan seterusnya. Kegiatan BW antar member WAG Kumpulan Emak-emak Blogger ini cukup efektif meramaikan group setiap pekannya.

Pengertian Blogwalking

Blogwalking
Gambar 1. Blogwalking

Apa sih blogwalking? Bagi nitizen yang aktif ngeblog pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah blogwalking. Blogwalking atau lebih sering disingkat dengan BW adalah kegiatan para blogger dalam mengunjungi kemudian membaca serta meninggalkan jejak komentar di blog lain. Mudahnya, blogwalking itu merupakan gaya silaturahmi virtual ala blogger. Saling mengunjungi rumah virtual antar blogger dengan tidak lupa saling menyapa dengan meninggalkan jejak komen di sana.

Sebagai salah satu member di WAG Kumpulan Emak-Emak Blogger, saya pun beberapa kali ikut kegiatan blogwalking ini. Tidak rutin sih, karena saya juga jarang update postingan blog ini hehe... Paling klo lagi ada update postingan terbaru baru deh ikut setor link di kelompok blogwalking.

Meski tidak rutin, bagi saya mengikuti kegiatan blogwalking ini sangat berkesan dan full manfaat. Salah satu manfaat yang sangat nyata bagi saya dari kegiatan ini adalah blog ini sukses full aproved oleh google adsense setelah beberapa pekan aktif posting dan ikut kegiatan blogwalking di WAG Kumpulan Emak-Emak Blogger.

Saya sudah berkali-kali daftar google adsense sejak 2014 bahkan sebelumnya juga sudah mencoba, namun belum berhasil. Tahun 2014 moneteis blog dengan GA merupakan salah satu proyek monumental dalam resolusi tahunan yang saya buat, dan hasilnya tetap zonk. Tahun 2019 saya kembali menuliskan ‘Blog Full Aproved Google Adsense’ dalam prioritas resolusi tahunan dengan tidak lupa menyusun langkah-langkahnya. Membaca pengalaman beberapa teman blogger yang sudah berhasil diaprove GA saya pun mulai memperbaiki blog sesuai saran mereka. Salah satu saran sederhana dan ngena yang menghantarkan saya diterima tanpa drama oleh GA adalah saran dari blogger keren ini.

Rajin update blog, itu salah satu tip sederhana dari Musdalifah Hamzah agar cepat diaprove GA. Tip itulah yang saya jalankan ketika kembali bertekad mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Selain rajin update blog saya juga menambahkan dengan kegiatan-kegiatan lain yang dapat meningkatkan traffic blog. Salah satu kegiatan yang rutin saya ikuti kala itu adalah kegiatan blogwalking. Alhamdulilah kegiatan ini mampu menggerek DA blog yang awalnya istiqomah di angka 4 dalam beberapa pekan naik menjadi 8 dan sekarang 14.

Tidak butuh waktu lama setelah rutin update postingan dan aktif blogwalking blog ini diaprove GA. Bukan main senangnya, benar-benar ngak nyangka bisa semudah itu menembus Google Adsense yang selama ini terasa begitu sulit dijangkau.

Nah, saya berasumsi bahwa salah satu faktor yang mempermudah blog ini diaprove GA adalah rutin blogwalking. Traffic blog yang meningkat drastis dan ide yang mengalir deras untuk postingan baru adalah efek positif dari kegiatan blogwalking. Tak salah kiranya jika dikatakan bahwa blogwalking adalah hal wajib yang perlu dijalani secara rutin jika Sahabat ingin menjadi blogger profesional.

5 Manfaat Blogwalking

Blogwalking
Gambar 2. Blogwalking Emak-emak Blogger

Dulunya saya berpikir bahwa blogwalking hanya menguntungkan blog yang kita kunjungi, karena dapat meningkatkan trafiik blog yang bersangkutan. Ternyata tidak sepenuhnya benar lho. Blogwalking akan memberikan begitu banyak manfaat positif bagi kita yang melakukannya, bukan hanya bagi blog yang dikunjungi.

Nah, biar kita semakin semangat blogwalkingnya, yuk ketahui apa saja manfaat positif dari blogwalking! Setelah beberapa kali rutin mengikuti kegiatan blogwalking, saya merasakan paling tidak ada 5 manfaat blogwalking, yaitu:
Menambah ilmu dan informasi baru

Blogwalking yang berkualitas tentunya tidak sekedar berkunjung dan meninggalkan jejak begitu saja. Selain berkunjung, ada baiknya kita juga membaca postingan yang disajikan di sana untuk menyerap ilmu dan menemukan informasi baru yang di sampaikan oleh penulisnya. Setelahnya sempatkan waktu untuk memberikan tanggapan di kolom komentar. Tanggapan bisa berupa pertanyaan, dukungan, atau bahkan sanggahan dengan bahasa yang sopan. Tanggapan yang berkualitas tidak sekedar basa basi menunjukkan bahwa kegiatan blogwalking kita benar-benar berkualitas tidak sekedar formalitas semata.

Ada begitu banyak ilmu dan informasi yang diperoleh melalui kegiatan blogwalking. Ketika mengunjungi blog kuliner maka kita akan disuguhi berbagai ilmu dan informasi seputar dunia kuliner. Ketika mengunjungi blog travelling, maka berbagai informasi dan tips seputar travelling akan diperoleh dengan mudah. Demikian jika jika kita mengunjungi blog komputer. Maka informasi seputar teknologi komputerpun akan diserap dari sana. So, yuk rajin-rajin blogwalking untuk menambah ilmu dan informasi baru!
  • Melahirkan inspirasi baru
Banyak hal yang bisa membuat kita terinspirasi untuk melakukan ataupun menghasilkan sesuatu, salah satunya adalah blogwalking. Membaca konten-konten blog yang beragam seringkali mendorong kita untuk melakukan, mengikuti atau bahkan menyanggahnya. Nah, dorongan untuk melakukan, mengikuti ataupun menyanggah isi postingan blog tersebut lahir karena lahirnya inspirasi baru dari membaca postingan blog tersebut. Inspirasi baru tidak selalu sama dengan apa yang kita baca, tapi boleh jadi bertentangan. Sebab, inspirasi adalah buah dari kristalisasi berbagai pemahaman lama dan baru yang kemudian memunculkan ide baru yang lebih fresh.
  • Meningkatkan traffic blog
Ini yang saya rasakan sejak sering ikut kegiatan blogwalking di WAG Kumpulan Emak-Emak Blogger. Ketika kita mengunjungi dan meninggalkan jejak komen di postingan blog lain maka secara tidak langsung kita sudah meninggalkan backlink blog di sana. Di lain waktu pemilik blog atau pengunjung lain mungkin saja akan berkunjung balik ke blog kita melalui backlink tersebut. Semakin banyak kita blogwalking dan meninggalkan jejak komen maka semakin banyak jalan menuju blog kita yang terbuka untuk pengunjung baru. So, jangan malas BW dan meninggalkan komen di blog teman ya!
  • Menambah teman
Seperti halnya silaturahmi di dunia nyata, blogwalking merupakan silaturahmi virtual ala blogger. Setiap silaturahmi pastinya akan menciptakan hubungan baik antar dua pihak atau lebih. Demikian juga halnya saat blogwaking kita sedang menjalin hubungan baik dengan blogger yang kita kunjungi blognya. Sebab itu, jangan segan untuk meninggalkan komen agar pemilik blog tau bahwa kita sudah berkunjung dan menikmati sajian konten kita. Di sini akan terjadi komunikasi dua arah antar blogger, meski tidak sedinamis medsos lain namun cukup membuka ruang komunikasi virtual untuk menambah teman-teman di dunia blogger.
  • Ajang promosi
Yes, blogwalking merupakan salah satu ajang promosi bagi blog kita. Backlink yang dihasilkan dari aktivitas blogwalking sangat berpengaruh positif terhadap popularitas blog di mesin pencari (search engine). Popularitas blog di mesin pencari tentu saja akan mempermudah pengunjung menemukan blog kita di mesin pencari.


Wah ternyata tidak hanya mengasyikkan, blogwalking juga memberikan segudang manfaat bukan? Nah bagaimana dengan pengalaman blogwalking sahabat sendiri? Apa saja manfaat yang Sahabat rasakan selama aktif mengikuti kegiatan blogwalking? Yuk share di komen!

Keterangan Sumber Gambar:
  1. Koleksi Pribadi
  2. Koleksi Pribadi
Continue reading Blogwalking, Silaturahmi Virtual yang Blogger Wajib Tau Manfaatnya

Wednesday, May 27, 2020

, , , , ,

Lebaran Di Tengah Pandemi, Antara Kekonyolan dan Sepinya Silaturahmi

www.pixabay.com
Tak pernah terbayang sebelumnya lebaran kali ini akan memberi cerita berbeda. Lebaran dalam bayangan kita awalnya tetaplah sama dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Diawali dengan gema takbir yang meluruhkan air mata suka cita kemenangan, kemudian berlanjut dengan silaturahmi dan keceriaan tahunan yang menciptakan tawa canda. Lebaran adalah kegembiraan ummat dan tradisi kebersamaan keluarga yang dinanti. Para perantau bahkan rela mengorbankan dana, tenaga dan waktu lebih agar bisa berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman.

Namun, lebaran tahun ini jauh berbeda. Keceriaan lebaran tahun ini sedikit tertutup oleh kabut pandemi. Banyak tradisi yang harus berubah bahkan ditiadakan, demi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Tidak ada sholat ied berjamaah di masjid-masjid atau lapangan sebagaimana biasa di daerah dengan status zona merah. Tradisi silaturahmi dengan saling mengunjungi terpaksa dihindari atau bahkan ditiadakan untuk kawasan zona merah, berganti dengan silaturahmi virtual saja. Meski tetap saling sapa, namun tetap saja tak bisa menggantikan nuansa keceriaan ketika saling jumpa.

Kekonyolan di Malam Hari Raya

Koleksi Pribadi
Magrib menjelang dan gema takbir mulai berkumandang dari speaker-speaker masjid dan mushola kampung. Masjid dan mushola di kampung ini tetap buka dan memberikan layanan ibadah sebagaimana biasa. Status zona hijau memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan ritual ibadah di masjid dan mushola lebih luas pastinya.

Meski pembatasan di daerah kami tidak terlalu ketat, namun tetap saja banyak tradisi dan ritual ibadah syawal yang tidak bisa dijalankan sebagaimana biasa. Salah satunya yang cukup terasa adalah tradisi takbir keliling yang ditiadakan. Gema takbir cuma terdengar dari rumah-rumah ibadah saja itupun dibatasi durasinya.

Awalnya saya pikir dengan ditiadakannya tradisi takbir keliling, maka malam satu syawal akan sepi dari keramaian warga sebagaimana biasa. Jalanan tentunya akan lengang karena tidak ada arak-arakan pawai takbiran seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi ternyata saya salah....

“Jalanan macet!” cerita adek yang baru dari luar.

Oh, ternyata takbiran ditiadakan bukan berarti tiada kerumunan. Tetap saja hasrat untuk meramaikan malam satu syawal tidak bisa dibendung. Masyarakat tetap keluar rumah memadati jalanan untuk mendatangi toko-toko dan pusat perbelanjaan yang tetap buka dalam suasana darurat covid-19 ini. Sebuah kekonyolan sejati disaat pandemi kita dihimbau untuk mematuhi aturan social distancing. Bahkan sepertinya aparat pun tak mampu membendung keramaian yang tiba-tiba tercipta di malam lebaran ini.

Ya, malam lebaran yang saya pikir bakal sepi karena adanya himbauan #dirumahsaja ternyata salah. Jalanan tetap ramai, toko-toko, mini market bahkan mall kabarnya tetap ramai. Seolah semua lupa dengan bahaya penyebaran covid-19 yang mengintai di tengah kerumunan. Pada akhirnya kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga tidak ada berita buruk yang menyapa setelah ini.

Ah, kadang heran juga dengan kondisi yang terjadi. Akhir-akhir ini sering kita dengar keluhan masyarakat tentang sulitnya ekonomi sebagai salah satu dampak dari pandemi. Banyak berita warga yang kehilangan pekerjaan hingga kelaparan. Tapi kok ya malam lebaran gini jalanan dan pusat-pusat perbelanjaan penuh sesak oleh warga yang berbelanja. Padahal itu bukan kebutuhan primer kan? Berarti banyak yang kelebihan duit dong!

Ah pandemi ini kadang mempertontonkan begitu banyak kekonyolan.

Hari Fitri di Tengah Pandemi

Lebaran
Koleksi Pribadi
Bagaimana hari fitri sahabat di tengah pandemi? Lebaran tahun ini memang tidak seramai biasa. Tahun ini, sanak keluarga yang merantau di luar daerah banyak yang tidak pulang kampung. Pembatasan sosial membuat gerak warga untuk perjalanan jauh antar daerah sedikit dipersulit. Sehingga, jamaah sholat iedul fitri tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Di kampung kami,

Silaturahmi lebaran saling berkunjung satu sama lain tetap dijalani. Rumah-rumah tetap terbuka menyambut tamu-tamu yang datang berkunjung. Toples-toples kue masih setia menghiasi meja menyambut tamu. Dan keluarga kami pun tetap menjalankan tradisi silaturahmi lebaran, hanya saja tidak banyak rumah yang dikunjungi. Hanya rumah-rumah sanak keluarga inti saja, kemudian kembali ke rumah.

Ya, meski malam lebaran jalanan ramai, namun jalanan pagi syawal tidaklah demikian. Tak banyak yang hilir mudik di jalanan untuk saling berkunjung satu sama lain. Semakin siang jalanan semakin sepi. Ditambah lagi cuaca siang hari lumayan panas terik menghalangi langkah kaki untuk melangkah ke luar rumah.

Sisa hari akhirnya dihabiskan di rumah. Nonton tv, makan-makan, bercengkrama dengan anggota keluarga lain, makan lagi, begitu saja sampe sore. Bersyukurnya ada keponakan kecil imut yang rela ditinggalkan kedua orang tuanya di rumah ini. Suasana lebaran jadi lebih ceria dengan celoteh dan tingkah polosnya.

Bagaimana dengan tamu? Alhamdulillah, pagi-pagi rumah kami sudah disambangi segerombolan tamu-tamu kecil. Anak-anak tetangga yang kebetulan ngaji di rumah. Ada juga beberapa sanak keluarga yang datang berkunjung untuk silaturahmi lebaran, meski tidak seramai biasa tapi cukup memberikan nuansa lebaran bagi rumah kami.

Memang lebaran ini lebih sepi dari biasa. Tidak ada halal bil halal, tidak ada perlombaan, tidak ada permainan rakyat dan berbagai keramaian yang biasa diadakan untuk memeriahkan suasana lebaran. Silaturahmi pun tidak semeriah biasa. Banyak kaki yang berat melangkah untuk saling mengunjungi satu sama lain. Banyak juga yang memilih #DiRumahSaja saat lebaran ini dan memilih untuk silaturahmi virtual dengan keluarga dan sanak saudara yang lain.

Kadang merasa lucu melihat realita yang ada. Di satu sisi keramaian yang tidak penting dan mendesak tetap tercipta tanpa bisa dicegah, seperti keramaian di malam lebaran. Di sisi lain, pertemuan dan perkumpulan dihindari dengan dalih memutus mata rantai penyebaran covid-19. Inkonsisten yang entahlah....!

Apapun itu, bagaimanapun kondisinya Iedul Fitri tetap membawa pesan yang sama kembali ke fitrah dan tingkatkan amalan. Selamat Iedul Fitri 1441 H, semoga Allah Swt menerima amal ibadah kita selama Ramadhan.

Continue reading Lebaran Di Tengah Pandemi, Antara Kekonyolan dan Sepinya Silaturahmi

Sunday, May 10, 2020

, , ,

Agar Tetap Sehat Berpuasa di Musim Pandemi, Ini Tipsnya!

Masjid Raya Padang
Dokumen Pribadi

Tetap Sehat Berpuasa di Musim Pandemi – Meski Ramadhan kali ini sedikit berbeda karena berselimut pandemi, namun tak sedikitpun mengurangi semangat kita untuk menjalankan ibadah puasa di bulan ini. Bayang-bayang pandemi sedikit membuat kita khawatir dengan kekuatan imunitas tubuh kita melawan virus berbahaya itu ketika harus berpuasa. Kekuatan iman juga yang akhirnya membuat kita tetap teguh untuk menjalankan ibadah ini, meski dalam kepungan pandemi Corona.

Ya, pandemi bukan alasan bagi kita untuk meninggalkan kewajiban berpuasa yang sudah disyariatkan. Namun demikian, berpuasa di musim pandemi tentunya menuntut kita lebih ekstra untuk memastikan vitalitas tubuh tetap terjaga. Berpuasa artinya asupan nutrisi untuk tubuh terhenti selama kita berpuasa. Nah bagaimana agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi di saat tubuh tidak menerima asupan nutrisi dari luar. Inilah yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap fit.

Jadi, bagaimana agar tubuh tetap sehat berpuasa di musim pandemi? Berikut adalah beberapa tip sehat yang bisa dijalankan!

Memenuhi Kebutuhan Gizi

Hal pertama yang penting diperhatikan adalah kebutuhan gizi tubuh wajib terpenuhi. Bagaimana cara memenuhinya? Tentu saja dari makanan yang kita konsumsi saat berbuka dan sahur. Nah, pastikan komposisi ‘isi piringku’ saat berbuka dan sahur mencakup seluruh komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama kebutuhan protein. Adapun komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain adalah:
  • Karbohidrat yang bisa diperoleh dari nasi, singkong, sagu, jagung dan sejenisnya.
  • Protein yang bisa diperoleh dari telur, daging, kacang-kacangan dan produk turunannya seperti tahu, tempe, dan seterusnya.
  • Vitamin dan mineral yang bisa diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan.
Gizi yang seimbang menjadi syarat penting yang harus dipenuhi agar tubuh tetap sehat berpuasa di musim pandemi ini. Nah, untuk emak-emak yang masih mikir mau masak apa untuk berbuka nanti, pastikan menu yang dimasak nantinya mencukupi kebutuhan gizi seimbang di atas.

Perbanyak Minum Air Putih

Sebagaimana dimaklumi, air merupakan komponen terbesar dalam tubuh manusia. Kandungan cairan dalam tubuh manusia mencapai 60 hingga 70 persen dari komponen penyusun tubuh. Kekurangan cairan dalam tubuh akan mengganggu banyak sistem organ dalam tubuh. Akibatnya akan timbul berbagai gejala gangguan kesehatan, seperti lemas, pusing, kelelahan, sulit buang air besar, kulit kering dan lain sebagainya.

Berpuasa tentunya akan mengurangi asupan cairan yang cukup banyak dalam tubuh. Lebih kurang 14 jam kita harus menahan diri untuk tidak makan dan minum. Itu artinya, orang yang berpuasa sangat rentan mengalami dehidrasi. Dehidrasi (kekurangan cairan) bukanlah perkara yang sepele. Pada tingkat yang parah, dehidrasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi masalah kesehatan dalam tubuh.

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menjaga asupan air dalam tubuh selama puasa. Karena di siang hari kita berpuasa, maka untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh kita harus mengatur waktu dan volume minum dengan tepat. Agar kebutuhan air bagi tubuh tetap terpenuhi meski harus berpuasa di siang hari selama bulan Ramadhan.

Lalu bagaimana cara mengkonsumsi air putih yang tepat selama berpuasa? Dilansir dari laman halodoc.com (29/04/2019) ada tiga langkah cara mengkonsumsi air putih yang direkomendasikan agar kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa terpenuhi dengan baik, yaitu:

Pertama, dua gelas air putih saat sahur. Waktu sahur adalah kesempatan bagi kita untuk memenuhi asupan cairan bagi tubuh agar tetap fit saat berpuasa. Di waktu sahur dianjurkan untuk minum minimal dua gelas air putih. Satu gelas ketika bangun tidur dan satu gelas lagi setelah selesai makan sahur.

Kedua, dua gelas air putih saat berbuka. Dua gelas air putih saat berbuka wajib diterima oleh tubuh untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Jadi, bukan kolak dan sirup yang wajib disediakan dalam menu berbuka kita, melainkan dua gelas air putih. Benar, kolak dan sirup juga bisa memberikan asupan cairan bagi tubuh. Namun dua gelas tetap lebih sehat dan lebih direkomendasikan dari pada minuman lainnya.

Ketiga empat gelas air putih di malam hari. Nah, empat gelas sisanya diminum selama di malam harinya. Misalnya dua gelas setelah makan malam, satu gelas setelah taraweh dan satu gelas lagi sebelum tidur. Aturan ini ngak baku sih, bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita.

Tetap Melakukan Gerak Fisik

Saat berpuasa tubuh memang tidak menerima asupan makanan dan minuman sebagai sumber energi di siang hari. Namun, hal itu bukan berarti tidak boleh bergerak atau tidak berolahraga. Untuk menjaga kebugaran tubuh, tetap disarankan untuk melakukan gerak fisik. Hanya saja gerak fisik yang dilakukan sebaiknya olahraga yang ringan saja agar tidak terlalu menguras energi namun tetap efektif membakar lemak. Selain itu, intensitas olahraga juga harus dikurangi untuk mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan dalam tubuh.

Nah, lalu pertanyaannya jenis olahraga apa yang direkomentasikan saat berpuasa? Dilansir dari laman hallodoc.com (13/12/2019) ada 6 jenis olahraga ringan yang bisa sahabat lakukan selama berpuasa. Jenis olahraga tersebut diantaranya yaitu jalan santai, bersepeda, bowling, latihan beban, jogging dan yoga.

Hindari Rokok

Rokok merupakan salah satu kebiasaan yang wajib dihindari jika ingin hidup sehat. Banyak sudah bahaya rokok yang telah disampaikan oleh berbagai pihak. Bahkan pada kemasan-kemasan rokok kita bisa membaca dengan mudah bahaya rokok bagi kesehatan. Asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Bahaya tersebut tidak hanya mengancap perokok pasif yang sukarela menghisapnya, akan tetapi juga bagi perokok pasif yang ada di sekitarnya.

Nah, mumpung Ramadhan nih, yuk hindari rokok dan budayakan gaya hidup sehat sekarang juga!

Menerapkan Physical Distancing dan Menjaga Kebersihan

Menerapkan physical distancing dan menjaga kebersihan menjadi kata kunci yang wajib agar tetap sehat berpuasa di musim pandemi ini. Penyebaran virus corona yang mewabah semenjak awal maret lalu masih terus berlangsung hingga hari ini. Untuk itu, protokol kesehatan melawan covid-19 tetap harus dijalankan selama Ramadhan ini. Berbagai rekayasa dan pembatasan sosial yang dianjurkan oleh pemerintah wajib ditaati dengan disiplin. Kedisiplinan ini bukan hanya bertujuan untuk melindungi diri dan keluarga dari infeksi virus corona, tapi lebih dari itu adalah untuk mencegah penyebaran virus ini lebih luas.
Continue reading Agar Tetap Sehat Berpuasa di Musim Pandemi, Ini Tipsnya!