Skip to main content

5 Kiat Konsisten Menulis One Day One Post

kiat menulis
credit: www.pixabay.com

One day one post, demikian tekad awal yang dipancangkan ketika kembali aktif menulis di kanal UC. Dan, semenjak itu satu artikel per hari diikhtiarkan. Menulis setelah subuh, itulah yang dilakukan untuk memenuhi target menulis satu postingan per hari. Bersyukur, beberapa waktu sebelumnya telah mengikuti tantangan one day one post dan tantangan menulis setelah tahajjud di instagram. Jadi, mengisi kanal UC dengan satu postingan setiap hari menjadi salah satu alasan untuk tetap melanjutkan kebiasaan menulis satu postingan per hari tersebut.

Satu minggu berlalu, semua berjalan dengan lancar. Tiada hari terlewati tanpa menerbitkan satu postingan di UC. Namun, memasuki hari ke sembilan, ternyata saya tidak menyempatkan diri untuk menulis. Hari-hari terlewatkan tanpa postingan baru. Kesibukan mengurusi pekerjaan menjadi alasan pembenaran.

Tidak hanya satu hari, beberapa hari kemudian pun akhirnya terlewati tanpa menulis. Sampai kemudian diingatkan oleh turunnya poin indeks hingga satu koma lebih. Duh, padahal sudah capek-capek naikin poin indeks dari awal memulai aktif kembali di kanal ini.

Pagi ini mencoba mengevaluasi diri, apa penyebab kegagalan one day one post yang sudah dipancangkan. Oke, memang banyak pekerjaan akhir-akhir ini. Namun, dari dua puluh empat jam sehari, harusnya ada dong yang bisa disisihkan untuk menulis sepanjang 300 kata. Menulis 300 kata itu paling cuma butuh waktu lima belas hingga tiga puluh menit saja kalau idenya mengalir lancar.

Permasalahannya, terkadang ide buntu. Tidak tau harus menulis tentang apa? Jadinya, waktu yang disisihkan untuk menulis tidak termanfaatkan dengan baik. Tidak satu pun tulisan yang dihasilkan meski sudah duduk manis di depan laptop.

Lalu, apa yang perlu dilakukan agar tetap konsisten menulis? Minimal satu postingan deh per hari! Kiat-kiatnya perlu ditemukan agar bisa menjalankan komitmen ini dengan baik. Akhirnya inilah 5 kiat agar konsisten menjalankan one day one post yang saya rumuskan pagi ini:
  • Miliki jadwal khusus untuk menulis, misalnya lima belas menit sebelum atau sesudah sholat subuh. Sesuaikan dengan jadwal dan kesibukan kita masing-masing. Komitmen untuk rutin menulis di waktu-waktu yang telah ditentukan tersebut.
  • Miliki bank ide. Bank ide adalah modal dasar bagi penulis untuk konsisten menulis satu postingan per hari. Dengan bank ide, tidak ada lagi alasan untuk tidak menulis karena kehabisan ide. Sediakan satu file khusus untuk menampung lintasan-lintasan ide tulisan yang terlintas. Buka kembali file tersebut ketika kehabisan ide untuk menulis postingan baru.
  • Miliki tekad yang kuat untuk menulis di jadwal yang sudah ditetapkan.
  • Jangan lewatkan waktu kosong tanpa menulis. Selalu bawa alat tulis ke manapun kita pergi. Sehingga, ketika ada waktu luang bisa dimanfaatkan untuk mengeksekusi ide-ide tulisan yang ada di bank ide.
  • Jangan lupa berdoa agar Tuhan mengilhamkan ide selalu.

Nah, Sahabat punya masalah yang sama? Sering gagal memenuhi target one day one post? Share yuk kiatnya agar konsisten ODOP!

Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga