Skip to main content

Ini Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mencegah Ular Masuk Rumah

Judulnya terkesan horor ya wkwk.... Padahal isinya sih biasa aja hehe. Tulisan ini masih lanjutan dari cerita postingan yang lalu di sini. Jadi, terkadang kami masih fobia dengan ular yang masuk ke rumah. Rasa geli plus ngeri masih menghantui setiap kali melihat ke sudut ruang tamu di mana tamu tak diundang itu bergelung. Terkadang refleks bergidik serasa si reftilia itu berada di sudut rumah.

Seperti sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, lingkungan rumah kami yang ditumbuhi pohon-pohon besar dan semak yang lebat memang rentan dimasuki binatang melata. Menyadari fakta ini, membuat saya tergerak untuk mencari informasi lebih banyak tentangnya. Terutama hal yang harus dilakukan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah.


Mencegah Ular Masuk Rumah
Sumber Gambar Di Sini



Sejauh ini hal yang kami lakukan untuk mencegah masuknya ular ke rumah selain menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan menaburkan garam di depan pintu rumah. Menurut saya sih kurang efektif, buktinya ular masih nyasar ke dalam rumah meski setiap hari kami menaburkan garam di depan pintu masuk hehe.... Tapi orang tua kami masih sangat percaya bahwa garam efektif mencegah ular masuk ke dalam rumah. Karena ular termasuk binatang melata yang berjalan dengan perutnya. Nah, konon katanya ketika binatang ini melewati taburan garam, ia akan merasa perih karena terluka oleh gesekan butiran garam tersebut.
Baca Juga: Taman Kota, Ruang Publik yang Dirindukan!
Menaburkan garam untuk mengusir ular memang populer di masyarakat. Meski tidak terlalu efektif, namun tradisi itu cukup memberikan sugesti positif terhindar dari binatang melata ini.

Lalu, secara sains sebenarnya apa sih yang harus dilakukan jika ular masuk rumah?

Dilansir dari laman sains.kompas.com (13/05/2017) berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ular masuk ke rumah:

Pertama: menjaga kebersihan lingkungan

Hal pertama yang perlu dilakukan sudah pasti adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Pastikan lingkungan rumah selalu bersih dan minimalisir tumpukan barang di sekitar rumah. Ular sangat senang bersembunyi di tempat yang lembab dan gelap, seperti tumpukan barang bekas dan rumpun-rumpun tanaman yang rimbun.

Nah, jika ada tumbukan barang-barang bekas di sekitar rumah segera bongkar saja. Barang yang masih bisa diloakkan segera diloakkan. Barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan, segera manfaatkan lagi. Sementara barang-barang yang sudah tidak mungkin dimanfaatkan lagi sebaiknya dimusnahkan saja. Yang pasti jangan biarkan menumpuk di sekitar rumah kita.

Baca Juga: Ramadhan Minim Sampah
Selain itu, pangkas dahan, daun dan rumpun tanaman yang merimbun menutupi permukaan tanah. Seperti rumpun tanaman sereh, ini sangat disukai sebagai tempat persembunyian ular. Pangkas daunnya secara rutin. Jika rumpunnya sudah terlalu besar, segera bongkar dan tanam yang baru.

Kedua: menyemprotkan pewangi ruangan di dalam rumah

Masih dilansir dari laman sains.kompas.com (13/05/2017) pencegahan masuknya ular dalam rumah juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan pewangi ruangan di dalam rumah. Wewangian ternyata tidak disenangi oleh binatang satu ini. Bau wangi yang menyengat membuat binatang ini merasa terancam dan akhirnya pergi menjauh.

Begitu pun ketika ada ular masuk rumah, pewangi ruangan bisa dijadikan sebagai senjata untuk mengusir binatang melata ini. Caranya, tutup pintu ruangan kemudian semprotkan pewangi pada ruangan dimana ular itu berada. Biarkan selama lebih kurang sepuluh menit, kemudian buka kembali pintu ruangan. Nanti ular akan keluar dengan sendirinya karena tidak nyaman dengan bau pewangi ruangan tersebut.

Comments

  1. bahaya juga kalo sampai ular masuk kerumah. Makasih ya tipsnya jaga jaga takut ular masuk rumah juga hehe

    ReplyDelete
  2. Kalau pembasmi serangga yang baunya harum juga itu..berfungsi gak yah..soalnya dirumah jarang pakai pengharum ruangan adanya bau wangi campur pestisida eheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wallahualam mbak, tapi tdk ada salahnya dicoba 😊

      Delete

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Belanja Buku di Gramedia.com

[AFF POST] Belanja Buku – Jadi ceritanya saya sudah lama banget pengen punya buku orang-orang biasa karya Pak Cik Andrea Hirata. Sudah searching di google untuk cek harga dan mencari olshop yang menjual, amun belum menemukan yang sreg untuk membeli buku ini.  Beberapa kali mencoba nitip sama teman-teman yang kebetulan lagi di Pekanbaru. Maklum, tinggal di pelosok daerah yang sulit menemukan toko buk yang lengkap. Ada sih beberapa kedai buku, namun buku yang dicari tidak ditemukan. Buku-buku terbitan terbaru memang butuh waktu untuk sampai ke sini. Kalau pun ada terkadang itu adalah buku-buku bajakan. Duh, sedapat mungkin saya berusaha menghindari membeli buku bajakan.

Beginilah Cara Allah Menghibur Kita

Suatu ketika kamu merasa beraaat banget mau datang ke acara taklim, tapi entah kenapa ada saja sesuatu yang akhirnya memaksamu untuk pergi. Ajaibnya di acara yang awalnya tak ingin kamu hadiri itu justru memberikan materi yang sangat menyentuh hati dan memberikan jawaban atas semua masalah-masalahmu. 

Cara Menyisipkan Halaman Landscape Diantara Halaman Portrait pada Dokumen Word

Coba perhatikan layout halaman pada dokumen word! Pada umumnya layuot halaman word itu seragam dari awal sampai akhir kan? Jika di awal kita setting landscape maka layout halaman sampai akhir akan tetap landscape. Dan sebaliknya, jika kita setting portrait maka sampai akhir halaman word itu akan tetap dalam layout portrait.  Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat dokumen dengan layout yang berbeda dalam satu file word? Misalnya nih, di halaman awal kita menulis dokumen dengan layout portrait. Namun ketika sampai di halaman berikutnya kita harus membuat dokumen dengan layout landscape, karena berisi tabel yang memanjang ke samping misalnya. Apakah bisa disusun dalam satu file yang sama? Ataukah kita harus membuat file khusus untuk halaman yang berlayout lanscape ini? Tentu saja bisa! Sahabat pembaca, setting default dokumen word memang seragam dari awal sampai akhir. Namun, jika kita ingin membuat dokumen dengan layout portrait dan landscape secara bergantian juga bisa. Baga