Skip to main content

Mirip, Belum Tentu Serumpun

Hari ke 2 #10daysforASEAN ini berbicara tentang kemiripan relief candi di Indonesia dan kamboja. Adakah hal itu menjadi bukti bahwa negara-negara di Asia Tenggara itu serumpun?

Pengertian Negara Serumpun
Sebelum membuktikan apakah persamaan relief kedua candi tersebut merupakan tanda bahwa negara-negara di ASEAN merupakan negara serumpun, ada baiknya kita terlebih dahulu  memahami apa yang dimaksud dengan negara serumpun?
Serumpun artinya berasal dari satu indukan yang sama dan tumbuh pada satu daerah yang berdekatan. Mendengar kata serumpun saya langsung teringat dengan rumpun pisang yang tumbuh di samping rumah. Saya perhatikan bahwa setiap tanaman pisang yang tumbuh pada rumpun pisang tersebut tumbuh saling berdekatan dan berasal dari satu akar indukan yang sama. Hal itu dibuktikan dari kesamaan morfologi dan fisiologi yang dimiliki oleh setiap tanaman tersebut. Anakan pisang yang tumbuh merupakan tunas dari pisang-pisang yang ada pada rumpun tersebut, bukan dari rumpun lain.
Pengertian ini juga bisa dianalogikan pada penyebutan negara serumpun. Jadi, beberapa negara disebut negara serumpun jika memenuhi beberapa kriteria berikut:
  • Tumbuh dari akar adat dan budaya yang sama. Ditandai dengan kesamaan adat istiadat, dan produk-produk budaya yang dihasilkan. Seperti tarian daerah, pakaian adat, makanan khas dan sejenisnya.
  • Masih berada pada satu kawasan yang berdekatan. Sebagaimana halnya tanaman yang berada dalam satu rumpun. Mereka tumbuh dalam satu lingkaran rumpun tanaman, saling berdekatan satu sama lain. Demikian juga dengan negara serumpun. Negara serumpun sangat mungkin terbentuk dalam satu kawasan yang berdekatan. Seperti halnya negara-negara ASEAN.
  • Sebagian besar masyarakatnya masih memiliki pertalian darah. Hal ini ditandai oleh kesamaan warna kulit dan kemiripan gestur wajah. Hal ini sangat terlihat pada gestur wajah orang-orang Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Memang, ketiga negara ini sebagian besar penduduk aslinya adalah suku melayu yang diperkirakan berasal dari nenek moyang yang sama. 
Jadi, menurut saya kemiripin relief candi Borobudur dan Angkot Wat tidak bisa dijadikan sebagai bukti bahwa negara-negara di ASEAN ini serumpun. Karena, relief candi merupakan karya kreativitas manusia. Para arsitek candi Angkot Wat bisa saja mendapatkan inspirasi dari relief Candi Borobudur atau candi-candi lain yang juga memiliki kesamaan relief. 
Sementara keserumpunan suatu bangsa terbentuk secara alami turun temurun, mengakar dan tercermin dalam adat istiadat keseharian masyarakatnya. Hal itu terlihat dari kesamaan bahasa, warna kulit, adat istiadat dan budaya hingga keyakinan. Jadi, menurut saya negara-negara di ASEAN yang bisa dikatakan negara serumpun adalah Indonesia (khususnya bagian barat), Malaysia dan Brunei Darussalam.
Wallahu'alam

Comments

Popular posts from this blog

Puasa Syawal Atau Puasa Qadha Dulu?

Ini menjadi pertanyaan para muslimah di bulan syawal. Sekalipun sudah belasan bahkan puluhan kali melewati bulan Syawal, hal ini tetap saja menjadi pertanyaan di kalangan muslimah. Mana satu yang harus di dahulukan? Apakah puasa sunnah enam hari di bulan syawal ataukah membayar hutang puasa Ramadhan (Qadha)? Apakah sahabat blogger juga mempertanyakan hal yang sama?

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki

Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia. Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.
Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku
Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk m…

Inilah 3 Alasan Mengapa Kita Harus Menyegerakan Kebaikan

Seringkali kita menunda-nunda amal baik dengan berbagai pertimbangan. Padahal peluang amal itu sudah terbentang di depan mata. Peluang pahala sudah menanti-nanti tangan kita untuk meraihnya. Namun, lagi-lagi karena berbagai alasan remeh peluang besar itu kita abaikan. Manusia memang mahluk yang lemah, sangat lemah. Hatinya mudah sekali dibolak-balikkan oleh sifat ragu-ragu. Langkahnya dengan gampang sekali dicekal oleh rasa malas, rasa takut dan tidak percaya diri. Sehingga, peluang besar, dan keuntungan menggunung raib begitu saja dengan sekejab. "niat baik itu jangan ditunda-tunda" petuah orang tua tua yang sering kita dengarkan.